Search This Blog

Hexatar - Make your own cartoon picture

31 January 2007

Launching Vista & Office 2007 yang Unik di NY City

Selasa, 30 Januari 2007 kemarin akhirnya Microsoft meluncurkan secara resmi Windows Vista dan Office 2007 setelah delay yang cukup lama. Caranya unik. Mereka mengambil alih Terminal Building di kawasan West Chelsea New York City dan menggelar apa yang disebut "aerial dance". Seluruh dinding gedung ditutup dengan kain raksasa dan para penari bergantung membentuk logo Vista dan Office 2007. Kabarnya cuaca sangat tidak mendukung. Seperti kita ketahui, suhu New York di awal tahun begini, freezing below zero. Belum lagi kalau diluar banyak angin yang membuat suasana lebih beku. Tapi penonton lumayan banyak. Lihat foto-fotonya disini. Akankah produk-produk baru ini sukses? Secara bisnis, hampir pasti ya, sulit membendung Windows dan Office, tapi apakah secara jangka panjang mampu mempertahankan fondasi kokoh Microsoft di mata pasar? Belum tentu.

26 January 2007

Koran Komunitas, Koran Masa Depan

Salah satu contoh kebangkitan komunitas via virtual world adalah koran komunitas di Korea bernama OhMyNews yang versi berbahasa Inggris nya beralamat di http://english.ohmynews.com. Uniknya, koran ini tidak memiliki reporter dedicated sendiri, tapi memiliki 47.000 jurnalis amatir dari seluruh penjuru Korea. Meraka lah darah daging koran ini, mereka yang menulis berita dan saling verifikasi satu sama lain, serta mereka lah juga yang ikut menjadi pembaca utama koran ini. Koran ini menjadi sangat populer dan mengalahkan kehebatan koran-koran tradisional yang telah merajai Korea sebelum ini.

Di akhir tahun lau, majalah Time yang sangat berpengaruh memilih Man of The Year 2006. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, Time memilih orang yang unik untuk 2006, siapa dia? You. Anda. Apa alasannya? Silahkan baca kutipan tulisannya di blog saya yang lain, Moonshaker. Maaf masih teks asli dalam bahasa Inggris.

Prinsipnya saya sangat setuju dengan pilihan tersebut karena memang pas. Tahun 2006 menandai mulai semaraknya dunia baru Web 2.0, dunia dimana kita-kita, orang-orang biasa, bisa dan dimungkinkan untuk menentukan mau kemana dunia kita ini, tentu saja melalui dunia virtual world wide web.

Salah satu contoh kebangkitan komunitas via virtual world adalah koran komunitas di Korea bernama OhMyNews yang versi berbahasa Inggris nya beralamat di http://english.ohmynews.com. Uniknya, koran ini tidak memiliki reporter dedicated sendiri, tapi memiliki 47.000 jurnalis amatir dari seluruh penjuru Korea. Meraka lah darah daging koran ini, mereka yang menulis berita dan saling verifikasi satu sama lain, serta mereka lah juga yang ikut menjadi pembaca utama koran ini. Koran ini menjadi sangat populer dan mengalahkan kehebatan koran-koran tradisional yang telah merajai Korea sebelum ini.

Fenomena ini mulai merambah ke seluruh dunia. Di USA, barometer perkembangan dunia virtual, hampir seluruh news service ternama mulai membuat section khusus disamping bagian utama berita yang ditulis professional journalist mereka sendiri, yaitu section blog. Disini siapapun yang sudah register dan verified bisa ikut posting berita dan ikut memberikan komentar terhadap berita utama maupun blog entry yang lain. Jadi intinya, semua orang terlibat...!

Di Indonesia? Situs berita online utama Detik.com dan yang khusus berita IT, Detikinet.com telah cukup lama memberi jalan bagi para pembacanya untuk memasukkan komentar yang dimunculkan secara bebas (walau akhirnya dimoderasi) di bawah semua beritanya. Secara reguler, mereka juga mulai memasukkan featured blog entry dari para penulis blog Indonesia. OhMyNews Indonesia? So far belum ada yang sesukses di Korea. Tapi beberapa menit lalu, saya diberitahu teman saya Ade Fadli, online activist asli Samarinda, bahwa sudah ada koran sejenis disini yang diberi nama Kabar Indonesia. Dan kebetulan teman saya ini sudah ikut menulis dan tulisannya menjadi salah satu yang terpopuler disitu, hebat juga...

Setelah melihat sebentar, saya pikir Kabar Indonesia bisa menjadi besar suatu saat. Tapi biasanya kelemahan situs lokal adalah pada konsistensi dan keseriusan untuk mengembangkannya.

Saya ingat beberapa tahun lalu ada inisiatif mirip seperti OhMyNews di Indonesia yang diberi nama SuratKabar.com yang beralamat di http://suratkabar.com. Pencetus dan pemiliknya adalah seorang yang punya latar belakang Indonesia di Jepang, saya lupa namanya. Dia memobilisir banyak orang dari berbagai penjuru dunia, termasuk istri saya di Samarinda, untuk menjadi reporter nya, dibayar dan diberi tanda pengenal segala. Serius lah pokoknya. Semua reporter dia interview secara langsung melalui telepon dari Jepang. Tapi setelah berjalan beberapa lama, pengunjung tidak kunjung naik, akhirnya dia kehabisan stamina. Padahal idenya bagus. Saat ini, lebih parah, domain suratkabar.com malah menjadi situs kursus bahasa Jepang :-(

Mudah-mudahan kedepan lebih banyak lagi inisiatif sejenis yang melibatkan komunitas di Indonesia. Dulu mungkin momentumnya belum pas, saat ini mustinya semakin baik.

25 January 2007

Steven Spielberg Pakai Manual Editing

Saya kaget juga setelah melihat tayangan pembuatan film The Terminal yang dibintangi Tom Hanks dan disutradarai Steven Spielberg. Siapa yang tidak tahu Spielberg? Rajanya science fiction film yang mempunyai image sangat kuat sebagai sineas yang sangat akrab dengan teknologi. Saya sangat senang dengan film-filmnya, rasanya hampir semua film karya Spielberg sudah saya tonton. Nah, ternyata Spielberg tidak pernah mengedit film nya secara digital...! Tapi pakai cara manual yang dipakai sejak tahun awal fim seluloid ditemukan. Digunting, ditempel satu sama lain dengan selotip...

Walaupun agak sulit menerimanya, tapi karena pernyataan itu dibuat sendiri oleh Spielberg dan tayangan yang saya tonton itu memperlihatkan gambar nyata bagaimana cara editing zaman baheula itu, mau tidak mau saya percaya.

Why?

Katanya Spielberg sih dia lebih terbiasa dengan cara itu dan ingin dikenang dunia seperti para sineas besar zaman dulu yang mengedit dengan tangan juga. Agak aneh alasannya...

Tapi saya sendiri merasakan bahwa apabila kita tidak biasa, digital editing menggunakan komputer bisa sangat tidak nyaman. Scrolling kanan kiri dari timeline yang bisa panjang sekali, zoom in kemudian zoom out, dst. Melelahkan mata dan kita harus tetap fokus agar tidak kehilangan orientasi dan tersesat di tumpukan video kita yang berjam-jam didepan layar. Tapi saya lebih sulit lagi membayangkan orang melakukan editing manual dengan tumpukan gulungan pita seluloid dan pemutar film serta gunting dan selotip di meja kerja kita. Susah nggak ya?

Anyway, ternyata tidak semua teknologi dipakai dan mampu meyakinkan semua orang untuk menggunakannya.

22 January 2007

Online Job Search, Efektifkah?

Online job search sebenarnya sudah cukup lama ada dan dimanfaatkan baik oleh job seekers maupun perusahaan yang mencari karyawan. Yang paling terkenal seperti Monster.com, Hotjobs.com serta JobsDB. Masih banyak lagi yang tersegmentasi pada bidang tertentu dan berbayar (paid service) seperti Dice.com yang khusus untuk pekerjaan bidang IT. Ada juga service online cari kerja yang dikemas ala MySpace dan Friendster, namanya LinkedIn.com. Semua berlomba-lomba untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya company yang posting job opening serta job seekers yang mencari pekerjaan.

Di setiap web service itu, disediakan bermacam info yang sangat lengkap yang berhubungan dengan job seeking seperti tips membuat surat lamaran, resume, persiapan interview, dll. Posting job opening juga sangat mudah dilakukan, sama juga dengan posting lamaran ke opening tertentu, sangat mudah. Terus terang, saat ini pencari kerja dan perusahaan sangat dimanjakan dengan segala fasilitas yang ada.

Namun beberapa perusahaan secara sengaja memang tidak memanfaatkan fasilitas online job search seperti diatas, namun membuat sendiri job opening di website mereka. Alasannya bisa berbeda-beda, bisa karena banyaknya job yang ditawarkan, bisa pula karena masalah security, atau mungkin bisa karena sebab lain. Ada banyak aplikasi gratis maupun yang bisa dibeli dan langsung dipakai di website perusahaan tanpa harus melakukan programming yang rumit. Aplikasi bisa langsung dipakai online dengan cepat. Contoh seperti www.microsoft.com/careers yang menyediakan fasilitas lengkap untuk job search.

Tapi seberapa efektifkah metode online ini? Kalau ada yang punya pengalaman, silahkan bagi disini, berikan komentar anda, baik dari sisi perusahaan yang mencari karyawan atau dari sisi para job seekers…

>> Di publish juga di HRI Blog - hri.or.id/blog


20 January 2007

Google Books Library Project yang Ambisius

Proyek yang kontroversial ini memang sangat ambisius. Tujuannya adalah membuat buku-buku seluruh dunia tersedia secara online. Bisa di search melalui Google Book Search. Harapannya, semua search bisa menghasilkan informasi lengkap mengenai setiap buku dan sebagian akan mengandung "snippets" atau beberapa kalimat dari buku tersebut yang sesuai dengan konteks pencarian. Jika buku tersebut sudah selesai masa berlaku copyright nya, kita dapat melihat dan bahkan mendownload seluruh isi buku. Kemudian di setiap hasil pencarian, akan ada link ke website dimana buku tersebut dapat dibeli dan perpustakaan dimana kita dapat meminjamnya. Gila...!

Kalau demikian, artinya bagi mahasiswa di tempat saya dimana buku-buku di perpustakaan kampusnya sebagian besar sudah dimakan rayap seperti di Universitas Mulawarman, akan memiliki perpustakaan kedua yang besarnya "tak terhingga". Tidak ada alasan lagi bagi mahasiswa di lokasi-lokasi "terpencil" untuk tidak bisa berkembang karena alasan kurangnya referensi.

Rasanya memang hanya Google yang saat ini berada dalam posisi paling cocok untuk menjalankan proyek seperti ini. Secara teknologi, Google jauh unggul terutama di sisi search technology dan data mining. Secara finansial juga perusahaan ini sudah jadi super power. Kemudian, akan sangat sulit bagi perpustakaan seluruh dunia untuk menolak ajakan bergabung di network ini karena pasti juga akan bermanfaat bagi promosi mereka dan tingkat "keterlihatan" institusi mereka di dunia maya akan semakin tinggi.

Untuk proyek ini, bisa dilihat di http://books.google.com/googlebooks/library.html dimana akan terlihat juga semua perpustakaan, terutama milik universitas top dunia, yang telah ikut bergabung. Hingga saat ini tercatat sudah ada Harvard, Stanford, Oxford, Complutense of Madrid, University of California, University of Texas, University of Michigan dan juga University of Wisconsin - Madison.

Versi beta (atau percobaan) dari Google Book Search sudah bisa dipakai namun memang belum banyak. Tapi, "belum banyak" tersebut bisa dibilang sudah sangat banyak untuk ukuran kita orang Melayu. Kesulitan utama saat ini masih dari sisi peminjaman secara fisik. Dari hasil search, sebagian besar buku baru yang masih berlaku masa copyright nya, Google hanya akan menunjukkan dimana buku tersebut bisa dipinjam (kebanyakan di universitas top tadi), sehingga masih sulit bagi kita untuk meminjamnya secara fisik karena belum tergabungnya kita ke jaringan perpustakaan dunia. Ada beberapa buku yang mempunyai kutipan dari buku itu (biasanya Bab 1-2) yang bisa dibaca dan di download. Namun Google menyediakan option dibawah setiap search box untuk hanya mencari buku-buku yang sudah tersedia "full view". Tapi untuk full scale research, masih sulit untuk diandalkan.

Mudah-mudahan proses digitalisasi buku dunia ii bisa berjalan cepat sehingga bisa dimanfaatkan oleh kita orang-orang miskin buku ini.

Online Shopping in Indonesia

Saya kumpulkan dari teman-teman di milis, beberapa link untuk belanja online di Indonesia. Artinya kita browse dari mana saja, tapi toko fisiknya ada di Indonesia, pengiriman barang dari Indonesia sendiri (murah biayanya), semua transaksi menggunakan Rupiah dan typical pembayaran menggunakan transfer via ATM (jarang sekali yang pakai kartu kredit seperti yang populer di USA).

Dari pengalaman yang sudah pernah melakukan transaksi, service online ini sangat membantu dan memudahkan, terutama bagi orang yang berada di remote area tapi punya nafsu belanja barang terbaru dan terlengkap, dan memiliki sambungan Internet.

Untuk online shop komputer dan elektronik:

Bhinneka
www.bhinneka.com
Jakarta

Fast & Cheap
www.fastncheap.com
Surabaya

Glodok Shop
www.glodokshop.com
Jakarta

BelanjaKomputer.com
http://www.belanjacomputer.com/
Jakarta

www.IndoWebStore.com
Jakarta

www.tempatshopping.com
Bandung

www.UC98.com
Jakarta

e-prodigi.com
Jakarta

www.mdua.com
Jakarta

www.rakitan.com
jakarta

www.technicapc.com
Surabaya

Toko LG
http://www.tokolg.com/

Toko Kreatif Digital
Gudang Hardware & Software
http://www.kreatifdigital.com

http://www.kompie.com/

Untuk toko buku online:

Gramedia Toko Buku Online
www.gramediacyberstore.com

ClickBookShop (buku impor in rupiah)
http://clickbookshop.com

IniBuku.com (mudah & murah)
http://www.inibuku.com/

http://www.bukukita.com/

http://www.bearbookstore.com

Mudah-mudahan bermanfaat.

17 January 2007

UU Penyalahgunaan Komputer in Action

Garyl Tan Jia Luo, 17 tahun, terpaksa dihukum 18 bulan penjara oleh Pengadilan Singapura karena melakukan apa yang disebut "wireless piggybacking". Ini kasus yang pertama di Singapura sejak peraturan UU Penyalahgunaan Komputer (Computer Misuse Act) yang termasuk piggybacking ini diterapkan.

Piggybacking, namanya unik juga, adalah menggunakan koneksi wireless milik orang lain tanpa izin. Jadi kalau seseorang menemukan wireless network dan kemudian melakukan tindakan penerobosan secara illegal kedalam network tersebut, dia bisa dikenai sanksi yang sama dengan Tan diatas. Bagus juga peraturan ini. Wireless network, yang biasa kita temui di banyak tempat saat ini, istilahnya bisa WiFi network, hotspot, WLAN, dll memang sangat rentan terhadap illegal intrusion semacam ini. Ada banyak metode sederhana yang tersedia informasinya secara bebas yang bisa dipakai bahkan oleh pemula untuk melakukannya.

Nah, that's exactly apa yang dilakukan oleh Tan. Anak ini tergila-gila pada game online. Karena dia tidak memiliki Internet access sendiri, dan mungkin tidak punya uang untuk sewa akses, maka yang dia lakukan adalah pencurian. Yang dia terobos adalah wireless network milik Amos Leong yang kemudian menemukannya dan melaporkannya ke pihak berwajib. Perbuatan ini diancam penjara maksimal 3 tahun dan/atau denda hingga S$ 10,000 oleh UU tersebut diatas.

Kita akan semakin sering melihat dibuatnya peraturan-peraturan baru berkenaan dengan teknologi informasi seiring semakin masuknya TI ke dunia kehidupan nyata kita semua. Jadi, bersiaplah...

13 January 2007

Indonesia Menang Lagi

Jarang juga melihat kemenangan Indonesia di event internasional. Bangsa kita ini selalu disuguhi dengan kekalahan, baik dalam permainan sepakbola dan olahraga-olahraga lain, maupun dalam balapan teknologi. Lomba cantik-cantikan pun rasanya kita belum pernah menang kalau harus berhadapan dengan lawan dari luar kandang. Sedih.

Tapi ada sedikit berita gembira awal tahun ini ketika saya sekilas melihat tayangan di National Geographic Channel. Seorang Indonesia memberi komentar dalam bahasa Inggris yang terpatah-patah setelah menang dalam sebuah festival film internasional. Nah... ini dia...

Ternyata dia adalah putra Indonesia, Hardian Digwiyono, yang baru saja menjuarai Nokia Mobile Film Makers 2006? Lihat hasil lengkap dan saksikan langsung film nya disini. Membanggakan...

http://mobifilms.net/awards06/eng/winners/index.html

Dengan teknologi, membuat film bisa jadi demikian mudah menggunakan perangkat telepon seluler dan perangkat lunak editing di komputer. Saat ini siapapun bisa melakukannya dan dengan kualitas yang setara dengan siapapun di dunia ini. Ikut lomba film pun jadi mudah sekali karena ada teknologi. Dulu kalau kita mau ikut festival film internasional, susah dan rumitnya luar biasa. Ikut pre-screening, harus mengirimkan pita seluloidnya, dll. Sekarang, shoot, edit, send... semuanya online.

Kita, dimanapun berada, bisa punya kesempatan dan kemampuan setara dengan pembuat film dari seluruh dunia... Mau coba?

Nah, saat ini ada lagi perlombaan tingkat dunia bagus sekali, yang diselenggarakan National Geographic dan Sony Ericsson. Tapi kali ini lomba foto digital pakai telepon seluler. Temanya mengenai Asia, makanya judul diberi "Windows Into Asia". Kemungkinan bisa dimenangkan oleh siapa saja, termasuk kita semua. Caranya mudah sekali, masuk ke website mereka, masukkan dan upload foto anda.

Ayo kita coba "taklukkan" dunia lewat kreativitas dan teknologi. Saya coba sebarkan info dan provokasi saya ini ke beberapa teman, mudah-mudahan juaranya bisa dari Indonesia. Biar panjang sedikit lah daftar orang bangsaku yang berprestasi internasional.

Info lengkap disini.

http://www.ngcasia.com/windowsintoasia/

Tolong forward info ini ke siapapun yang anda anggap berminat dan bisa ikut.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...