Search This Blog

Hexatar - Make your own cartoon picture

27 March 2008

Asus Eee PC dan Perubahan Gaya Hidup

Terpaksa saya harus mengakui, setelah sekitar 3 x 24 jam menggunakan makhluk ini, saya merasa produktivitas saya dalam nge-blog meningkat tajam. Sudah sekitar 5 blog entry yang saya tulis, bukan tulisan yang pendek, tapi yang lumayan panjang dibanding panjang rata-rata tulisan blog saya sebelumnya.

Kenapa enak? Tulisan-tulisan itu saya tulis menggunakan Eee PC saya di lokasi-lokasi yang sangat tidak mungkin saya lakukan dengan laptop ECS 14' dan Compaq 15' saya sebelumnya, they simply too bulky to work in a non-working environment. Dengan Eee, saya bisa menulis saat saya punya waktu 5-10 menit menjemput anak saya pulang sekolah, saat saya nongkrong makan siang di warung, saat nungguin anak saya makan di sebuah fastfood restaurant.

Loading sangat cepat, kerja tanpa terlalu kelihatan publik di sekitar saya, batere lumayan panjang. Dimatikan juga cepat sekali, jadi ketika harus cabut mendadak, saya bisa matikan dalam hitungan detik saja. Cool... mirip dengan buku biasa, buka tutup cepat kapan saja. And it's so small, so light...

Dampak negatifnya? Biasanya saya ngobrol akrab dengan anak saya sambil makan, saat ini saya diam 1000 bahasa ngetik sementara dia makan. Saat menunggu anak sekolah biasanya saya manfaatkan untuk bersosialisasi dengan orangtua lain yang sedang menunggu, saat ini saya malah mojok di bangku sudut, sibuk ngetik dan berpikir sendiri.

Tapi OK lah, this is just a trial. Percobaan untuk melihat sampai sejauh mana Eee bisa membawa saya ke pola hidup yang sama sekali berbeda. Kalau terlalu jauh, mustinya bisa direm atau bahkan dihentikan. Istri saya akan jadi indikator paling baik untuk melihat sampai sejauh mana Eee sudah mempengaruhi hidup saya.

Lihat juga review saya tentang Eee sebelumnya.

Written on: Asus Eee PC 4G Black

Roy Suryo vs Blogger & Hacker

Saya secara pribadi respek dengan pak Roy Suryo. Pada satu sisi, ada banyak hal positif yang telah dia lakukan untuk peningkatan awareness masyarakat terhadap hal-hal berkenaan dengan teknologi informasi. Dengan gaya selebriti-nya, ybs telah mampu memperkenalkan wajah IT yang lebih user-friendly, lebih mudah dicerna dan bisa secara efektif memasukkan paham-paham ke-IT-an serta urgensi penanganannya ke masyarakat. Acara yang dia host di MetroTV misalnya telah terbukti menarik minat banyak elemen masyarakat yang masuk area abu-abu, area bagi orang-orang yang punya minat terhadap IT, namun tidak memiliki pengetahuan teknis yang memadai. Roy bisa jadi jembatan yang baik.

Sedih juga kadang-kadang melihat seorang Roy Suryo seperti yang saya deskripsikan diatas kemudian dihujat dan "dicincang" habis-habisan di berbagai forum di Internet. Saya perhatikan, yang melakukannya kebanyakan justru adalah orang-orang IT hardcore yang memang punya pengetahuan teknis tinggi yang mungkin agak terluka menyaksikan aksi Roy yang cenderung "arogan" dan menyederhanakan masalah.

Saya pun termasuk orang yang kadang-kadang risih melihat aksi Roy yang kadang-kadang overacting dan suka salah buat statement secara teknis. Kalau sudah melihat sisi-sisi negatif ybs, memang kadang-kadang saya kesal juga. Lihat ulah dia yang datang ke lokasi di laut tempat jatuhnya pesawat Adam Air dengan membawa peralatan yang entah dia pinjam dari mana, kemudian dia mulai berbicara teknis yang saya yakin baru beberapa jam yang lalu dia baca di Internet. Pengetahuannya jelas tidak deep dan bisa salah interpretasi, apalagi dia bicara secara publik, mempengaruhi para pengambil keputusan dan juga berpengaruh terhadap opini masyarakat.

Terakhir adalah statement nya tentang para blogger dan hacker yang akan men-sabotase UU ITE (Informasi & Transaksi Elektronik). Dia menciptakan opini seakan-akan para blogger dan hacker adalah "musuh" yang harus diwaspadai dan bahkan diberantas. Betul begitu atau hanya persepsi saya saja, tolong betulkan...

Bagi saya, blogger dan hacker, in general, adalah para pahlawan bangsa. Terutama dimasa-masa saat ini ketika peran pemerintah sangat kecil dalam keterlibatannya memperkaya content berbahasa Indonesia di Internet (peran blogger), dan dalam memperlihatkan ke dunia luar bahwa bangsa kita adalah bangsa yang sudah amat canggih penguasaan teknologi informasinya (peran para hacker).

Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa, orang-orang yang sebagian besar secara sukarela menulis, membagi pengetahuan, dan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan berbasis IT di Indonesia. Search lah di Google, cari keyword mengenai pelajaran Fisika misalnya. Akan muncul di deretan atas situs-situs blog para blogger yang tidak pernah minta dana ke pemerintah, tidak pernah minta bayaran, tapi dengan tulus membagi ilmu yang dipunyainya untuk masyarakat. Situs-situs Depdiknas? Ada sih... tapi dalam volume yang sangat kecil dan growth yang sangat pelan.

Hacker? Tahukan Roy bahwa hacker adalah orang-orang pintar dan kreatif yang memiliki ilmu esensial dan sangat penting dalam pengembangan IT di Indonesia. Bahkan pakar seperti Onno Purbo pun adalah seorang hacker. Hacking adalah salah satu bidang ilmu sains komputer yang sangat penting dan yang menguasainya akan dengan mudah menguasai bidang ilmu turunan IT lainnya. Atau bisa dibalik, seorang yang sudah bisa hacking dengan baik adalah seseorang yang pasti memiliki banyak ilmu secara lengkap di bidang IT. Silahkan betulkan saya bila salah, saya bukan ahli bidang ini.

Para hacker Indonesia malang melintang di forum-forum diskusi Internet dan disegani oleh kalangan IT seluruh dunia. Tahukah Roy? Atau dia menutup mata dan telinganya? Tahukah dia bahwa hacking adalah ilmu "putih", bisa jadi "hitam" apabila "intent" nya beda atau salah. So, jangan generalisir istilah "hacker".

Roy sedang melakukan pembodohan masyarakat. Bukan karena dia ingin melakukannya, maybe..., tapi karena ketidakmengertiannya. Lagi-lagi mungkin...

Rakyat yang kemudian kadung mempersepsikan blogger dan hacker sebagai hal yang buruk akan sangat memukul perkembangan IT di Indonesia. Bangsa kita masih terkebelakang, masih sangat memerlukan lebih banyak lagi blogger dan hacker untuk mengangkat bangsa yang terpuruk ini, untuk menjaga jarak ketertinggalan kita dari negara-negara maju lainnya seperti Cina dan India. Mustinya orang sekualitas Roy Suryo sadar hal itu. Dia punya power luar biasa besar dalam kemampuannya untuk menentukan persepsi publik, mustinya ybs tahu apa yang harus dilakukannya untuk kemajuan bangsa ini...

Written on: Asus Eee PC 4G Black

Firefox 3, Revolusioner?

Saat ini saya memakai Mozilla Firefox 3 Beta 3. Katanya security lebih baik dibanding sebelumnya, ada anti-phising dan anti-malware sudah terintegrasi didalamnya. Dari sisi tampilan dan fitur kemudahan lain, ada beberap yang cukup menarik dan sesuai dengan apa yang saya harapkan diperbaiki dari Firefox 2. Tapi apakah Firefox 3 revolusioner? Biasanya angka versi yang loncat dari 1 ke 2 atau dari 2 ke 3 mengandung banyak perubahan yang signifikan.

Beberapa perbaikan kecil...

Auto complete di address bar dilengkapi dan jadi sangat memudahkan. Kita tidak hanya diberi info URL saja, tapi lengkap dengan judul halamannya. Terus terang saya jarang menggunakan bookmark, paling banyak justru menggunakan auto complete texting di address bar. Jadi yang penting ingat beberapa huruf didepan URL situs yang ingin kita tuju, ketik di address bar, maka Firefox 2 biasanya akan langsung memberikan pilihan address yang telah kita kunjungi sebelumnya yang didahului dengan text yang kita ketik tadi. Di Firefox 3, itu dilengkapi dengan info judul halaman.

Kemudian ada fitur save tabs sebelum kita keluar/exit. Dulu di Firefox 2, jika kita exit by accident :-) atau keluar tanpa prosedur exit normal, maka pada saat kita buka kembali Firefox, akan ada pertanyaan apakah kita mau kembali ke keadaan persis seperti saat Firefox tertutup dulu. Firefox 3 menyempurnakannya dengan fitur save tab tadi. Ini mirip dengan yang ada di Opera 9, namun Opera membuatnya automatic, artinya ketika kita buka maka Opera akan langsung membuka tab persis seperti tab yang terbuka terakhir saat kita tutup.

Tapi apakah jadi revolusioner? Saya pikir tidak. Perubahan yang ada sifatnya incremental, tidak ada perubahan besar. Anti-malware? Tanpa Firefox 3 pun kita dengan mudah pakai aplikasi kecil yang banyak bertebaran diluar sana. Anti-phising? Sudah ada di versi 2.

Kita tunggu saja, hingga hari ini sudah ada versi Beta 4, mungkin masih akan ada perbaikan lain, tapi kemungkinan besar hanya kecil-kecil...

O ya 1 lagi, Firefox 3 Beta 4 katanya sudah tersedia dalam 40 bahasa, OK juga... tapi saya bukan penggemar pakai aplikasi berbahasa Indonesia, biasanya malah bikin bingung. Persis seperti yang saya alami di Windows versi Indonesia, Blogger versi Indonesia, dll...

Update: Terpaksa berhenti pakai versi 3, sering crash, banyak sekali add-on favorit saya tidak compatible, susah deh... :-( balik lagi ke versi lama...

26 March 2008

Akhirnya, ASUS Eee PC 4G

Setelah berpikir cukup lama, akhirnya saya memutuskan untuk membeli makhluk kecil yang unik ini. Kebetulan ada promosi dari sebuah toko komputer baru di kota saya. Lumayan, dapat dengan harga sekitar USD 470. Tampaknya, ini harga normal saat ini untuk pasar Indonesia. Mahal juga ya? Saya lihat di beberapa online store luar Indonesia, harga patokan berkisar USD 399. Tadinya mau beli yang versi 2G Surf, namun setelah lihat beberapa review, tampaknya ada masalah performance terutama karena ternyata prosesornya di strip down tanpa fitur L2 cache.

Kenapa beli ini? Murni karena kebutuhan, bukan ikut-ikutan.

Kebetulan nature pekerjaan saya akhir-akhir ini menuntut saya untuk banyak melakukan pergerakan diluar kantor. Kedua laptop tua saya terlambat di-upgrade (terutama memori dan baterenya) sehingga semakin tidak mendukung pekerjaan-pekerjaan saya yang sebenarnya sangat sederhana. Mau cari spare part nya susah minta ampun. Disamping itu juga semakin terasa terlalu besar untuk dibawa kemana-mana.

Mau beli laptop baru, sayang juga kalau harus menghabiskan uang hingga Rp 8-10 juta hanya untuk membeli barang yang kapasitas dan fiturnya terlalu berlebihan. Untuk high-end tasks, mending pakai PC desktop saya di rumah yang sudah sangat powerful. Dan selama ini juga saya tidak pernah memakai laptop untuk pekerjaan-pekerjaan berat, terbanyak adalah untuk browsing Internet dan aplikasi office dasar. Dan yang terpenting, bisa dipakai untuk presentasi di LCD projector manapun.

Jadi, setelah menimbang kebutuhan versus kemampuan finansial, saya jatuhkan pilihan pada Asus Eee PC 4G. Secara teknis (kemampuan vs harga), jelas terasa mahal. Bayangkan laptop dengan "hardisk" hanya 4 GB seharga Rp 4 juta? Laptop lain seharga segitu bisa dapat hardisk beneran hingga 80 GB. Sebagai catatan, unit ini menggunakan "hardisk" SSD (solid state disk) berbasis flash memory yang tidak memiliki moving parts seperti hardisk biasa, kapasitas sangat kecil tapi hemat tempat dan hemat power. Belum prosesornya, hanya Intel Celeron 900 MHz, bandingkan dengan laptop lain seharga lebih mahal sedikit bisa dapat Intel Dual Core 1.5 GHz.

Tapi, saya harus kembali ke basic pertimbangan dalam membeli yaitu kebutuhan. Lah, yang saya butuhkan hanya sedikit, ngapain beli yang berlebihan? Ini juga pesan bagi siapapun yang ingin melakukan investasi IT.

Kesan saya setelah menggunakannya hampir 2 jam (batere masih sisa 30%)? Very cool... Susah sedikit menggunakan keyboardnya yang kecil di 20-30 menit pertama, namun setelah itu no problem, saya bisa mengetik cepat dengan kecepatan normal seperti menggunakan keyboard biasa setelah latihan sedikit. Touchpad yang banyak dikeluhkan user lain juga tidak ada masalah sedikitpun dengan saya. Kemudian, dengan bantuan flashdisk stick 2 GB lama saya, Eee PC ini rasanya saya tidak akan pernah kekurangan storage bagi saya. Internet pakai modem ADSL saya via Speedy juga langsung ON. AVG antivirus langsung ter-update. Multitasking Firefox 3 Beta, Opera 9.2, MS Excel, sambil dengar lagu, no problem, sangat cepat.

Mungkin yang akan perlu penyesuaian adalah ukuran screen yang aneh, 800 x 480, yang normal rasionya adalah 800 x 600. Untuk melihat tampilan XP kadang-kadang ada bagian tak terlihat dibagian bawah karena terpotong. Untuk melihat email saya di Gmail jadi agak aneh karena terpotong judul-judul emailnya. Pada sebagian website kita terpaksa menggunakan scroll horizontal yang sangat mengganggu. Tapi, so for gak ada masalah... tinggal membiasakan diri.

Terus terang yang membuat saya tertarik diawal saat melihat produk ini pertama kali adalah ukuran fisiknya. Sama dengan ukuran buku agenda yang saya bawa kemana-mana. Saya pikir ini akan sangat berguna dan pasti akan banyak dipakai dibanding laptop biasa.

Terakhir, OS :-) He3... yang ini harus hati-hati ngomongnya. Saya beli unit ini sudah dengan OS Windows XP SP2 installed (bajakan). Yang jual malah dengan bangga bilang bahwa semua unit yang dia jual telah diganti dari Linux (legal) jadi XP (bajakan). Saya malah nanya sama yang beli, loh... Linux asli bawaannya mana? Ooo... ada di CD nya pak... OK lah, nanti kalau ada waktu pasti akan saya coba konfigurasi awalnya yang menggunakan Xandros.

Hingga batere sisa 20% ini, saya akhiri tulisan ini dengan ekspresi rasa puas atas produk ini, mudah-mudahan bisa membawa berkah memakainya, amiiin...

Perlu saya sampaikan juga disini bahwa versi yang saya beli ternyata adalah versi "Bahasa Cina", kemungkinan versi yang dijual di Cina/Taiwan yang di import langsung oleh importir Indonesia. Akibatnya, keyboard penuh tulisan Cina disamping huruf latin biasa. Kemudian juga buku petunjuk dan DVD recovery juga berbahasa Cina. Juga saya tidak memiliki garansi resmi Asus, tapi hanya "garansi toko". Ini perlu diwaspadai, apalagi bagi yang biasa memakai barang resmi...

Catatan:
Kenapa ultra mobile PC (UMPC) yang sangat kecil dan berkapasitas kecil begini bisa laku dan dibutuhkan banyak orang saat ini? Ini karena adanya kecenderungan pemanfaatan teknologi masa depan yang disebut "cloud computing". Maksudnya adalah bahwa PC yang kita pakai hanyalah sebagai "alat komunikasi" atau media penghubung saja, bukan sebagai host dari berbagai aplikasi berat seperti zaman dahulu. Aplikasi masa depan lebih banyak berbasis Internet, contoh email, dulu kita perlu aplikasi seperti MS Outlook untuk mengelola seluruh email kita yang disimpan di hardisk PC kita sendiri. Sekarang? Ngapain? Mending disimpan di Yahoo atau Gmail yang menyediakan storage sangat besar dan memiliki fasilitas search yang sangat bagus. Kedepan, akan semakin banyak aplikasi online yang tersedia seperti office apps yang saat ini sudah dirintis Google.

Update:
Pesaing lain? Zyrex Ubud dan Anoa, silahkan cek sendiri, harganya lebih mahal sedikit, tapi dengan spec hardware lebih baik. Kalau tidak salah yang versi murah/bawah tidak memiliki VGA out, hal yang paling saya anggap sebagai fitur utama yang diperlukan, maklum kerjaan saya presentasi dimana-mana...

Yang lain? Intel Classmate, ini juga spec nya lebih baik dari Eee, namun terus terang tampilannya memang didesain untuk anak kecil, jadi mirip dengan XO dari OLPC (One Laptop Per Child) milik Nicolas Negroponte, laptop seharga $100. Eee jauh lebih elegan dan memang untuk orang tua, seperti yang versi black milik saya...

Update lagi:
Kalaupun ada kurang dari Eee PC 4G ini, itu adalah ukuran layar yang 7 inch, kekecilan... kalau dipakai lama agak lelah. Kemudian juga resolusi layar yang 800 x 480, ini lumayan mengganggu dalam pekerjaan sehari-hari. Walaupun kita dengan mudah menggantinya ke 800 x 600, tapi tampilannya jadi aneh, harus up and down terus...

Update terbaru:
Saingan terbaru? HP Mini-Note PC. Hal baiknya adalah pada keyboard yang tidak sekecil di Eee PC atau Classmate, tapi tetap dengan ukuran normal (diperkecil 8%) dimana susunannya diatur ulang agar tidak makan banyak tempat. Menurut review di CNET, hal ini sangat membantu. Hal lain adalah 8.9-inch screen dengan resolusi 1280x768, sesuatu yang besar sekali dibanding Eee. Satu lagi, pilihan OS ada SUSE Linux dengan 64GB solid-state drive (SSD) atau Windows XP atau Vista dengan hardisk hingga 160GB. Ini sih laptop beneran :-) Yang bikin pusing? Harganya... $499 untuk versi Linux, yang Windows? Hingga $1200. Yah... jauh dah dibanding Eee, jadi Mini_Note bukan 1 kelas dengan Eee.

Update lagi:
Saingan terbaru yang saya dapat review nya pada 18 April 2008 adalah versi baru dari Intel Classmate. Jauh lebih "trendy" dibanding versi sebelumnya yang memang diarahkan untuk konsumen anak sekolah di negara-negara berkembang. Kali ini Intel tetap mengarahkan produk ini untuk anak sekolah usia 6-12 tahun, namun untuk kalangan negara maju. Harga tetap $400. Beda terbesar dengan versi sebelumnya? Layar 9-inch (tapi tetap dengan resolusi 800x480, aneh juga) dan hardisk beneran menggantikan SSD berupa Seagate 30GB 3,600rpm. Kelemahan yang tetap ada? Tanpa VGA out... yah memang untuk anak sekolah... Untuk kalangan profesional, Asus Eee PC tetap lebih "pantas", apalagi kita semua menunggu versi layar 9-inch... (yang kabarnya akan pasang harga $600, kemahalan ya?)

Update:
Baca juga tulisan saya terbaru mengenai Asus Eee PC 900 versi terakhir. "Asus Eee PC 900, Hampir Sempurna".

15 March 2008

Transaksi Mobile? Sudah Waktunya?

Beberapa hari ini saya sibuk "merayu" sebuah media cetak besar di tempat saya tinggal. Apa yang dirayu? Saya dan teman-teman merayu mereka agar mau men-"digital"-kan berita mereka. Bukan melalui website, kalau itu sih sudah biasa, tapi dibuat delivery langsung ke ponsel pembacanya. Asyik kan? Konsep baru? Tidak juga, teknologinya sudah tersedia cukup lama, bahkan tergolong "tua" untuk ukuran kecepatan perkembangan teknologi saat ini.

Kebetulan kami berhasil mendapatkan "lisensi" untuk menerapkan teknologi WAP 2.0 di salah satu operator seluler besar yang berkembang pesat di Indonesia. Lisensi ini tentu saja tidak mudah untuk didapat, perlu kompetensi yang cukup serta berhasil lolos beberapa tahap uji coba kelayakan.

Teknologi ini kami kembangkan sedemikian rupa sehingga menurut saya sudah sangat "layak jual". Content-content digital yang kita online-kan, kemudian bisa "dijual" dengan sangat mudah. Dengan teknologi sederhana, "pembeli" yang browsing di WAP site yang kami buat, ketika mereka memutuskan untuk "membeli" produk tertentu seperti berita, lagu, wallpaper, download game, dll maka proses transaksi pembayaran bisa dilakukan dengan langsung mengurangi pulsa pengguna ponsel tersebut. Jauh lebih sederhana dari transaksi pembayaran online biasa yang menggunakan kartu kredit atau transfer melalui ATM/bank.

Hebatnya lagi, variasi unit-unit harga yang kita pasang bisa sangat bervariasi dan cenderung bebas ditentukan. Dari harga Rp 200 hingga Rp 15.000 telah kami terapkan dengan mudah dan berhasil. Bahkan sebenarnya besaran unit harga ini bisa tidak terbatas. Walau mungkin agak belum memungkinkan untuk memasang harga terlalu tinggi seperi Rp 50.000 atau Rp 100.000.

Tapi saya sangat yakin bahwa masa depan pola online business begini akan semakin berkembang dan satu saat bisa menjadi mainstream karena kemudahannya. Saya tidak ingin ketinggalan dan harus jadi pionir agar pada saatnya benar-benar booming, maka saya dan teman-teman sudah memiliki "first mover's advantage". setuju? Ada yang mau ikut jadi pionir?

Doakan kami berhasil dengan "terobosan-terobosan" fresh berbasis mobile web yang sedang kami kerjakan dan kami rintis dari nol. Visit beberapa demo di www.atom.web.id

Ring Back Tone yang Sangat Mahal

Ada banyak hal yang unik terjadi di negeri saya ini, sesuatu yang tidak banyak terjadi di bagian bumi lain. Salah satunya adalah fenomena digitalisasi kehidupan di masyarakat. Ketika iPod meledak dan penjualan musik digital mulai marak di belahan dunia lain, negeriku tak bergeming. Penjualan musik digital "macet total". Sulit sekali jualan lagu legal dalam format digital. Siapa yang mau beli? Lagu haram yang sangat murah bahkan gratis bertebaran dimana-mana.

Lalu, beberapa waktu yang lalu, seorang produser musik Indonesia diwawancara di sebuah acara TV nasional. Dia bilag bahwa saat ini pendapatan jualan musik di Indonesia didapat dari 2 sumber. Sumber pertama adalah dari penjualan musik secara tradisional (melalui CD, kaset, dll). Sumber lainnya adalah dari penjualan musik digital. Hah...? Agak kaget juga saya... kok bisa? Dari mana ya?

Beberapa detik kemudian saya sadar... Ternyata penjualan musik digital yang dia maksud adalah pendapatan para musisi/penyanyi dari royalti penjualan ring back tone (RBT) atau ada pula yang menyebutnya NSP (nada sambung pribadi) di telepon seluler. He3... asyik juga. Dan ternyata omzet bisnis ini luar biasa besar. Dengan harga "sewa lagu" berkisar Rp 7000-9000/lagu/bulan, maka harga ini saya anggap tergolong mahal. Di Amerika, 1 lagu dijual 99 sen oleh Apple. Walmart (baik toko online maupun toko fisik) menjualnya hingga 88 sen. Artinya sekitar Rp 8000an, ini untuk "dibeli selamanya" dan "dipakai semaunya", bukan hanya disewa 1 bulan dan hanya bisa dinikmati melalui saluran aneh yang tidak stereo lagi...

Gilanya, seperti yang dilakukan Rizka, anak remaja saya, dia memasang hingga 5 NSP di nomor ponselnya. Lima lagu tadi dimainkan secara random ketika orang lain meneleponnya. Kemudian saya iseng meneleponnya terus menerus dan minta agar dia jangan mengangkatnya. Kenapa Pah? Yah... sayang kan sudah dibeli mahal tapi tidak bisa didengar sendiri. Aneh kan?

Ini memang fenomena ajaib bin aneh. Beli lagu, tapi tidak untuk didengarkan sendiri, tapi untuk konsumsi orang lain yang menelepon kita. Atau ini justru pertanda begitu baiknya orang Indonesia terhadap teman-temannya? Kalau murah sih gak masalah, tapi ini mahal... tapi alasan anak saya beda lagi, "Rizka beli pas diskon jadi Rp 350/lagu/bulan, tapi lagu-lagu lama". Apa bedanya?

Konon, penghasilan para operator telepon seluler sangatlah besar dari bisnis "aneh" ini. Iklan besar-besaran digelar habis untuk membuat layanan ini menjadi laku. Dan kenyataannya memang sangat laku. Bahkan ibu saya saja yang sudah berumur 60 tahun memakai NSP juga, entah siapa yang memsangkannya :-) Kalau saya, hingga kini belum pernah tergiur dengan banyaknya SMS iklan di ponsel saya yang menawarkan RBT seperti ini.

Lucunya, sebagian penghasilan ini bukan dinikmati oleh pemilik/pencipta/pembawa lagu, tapi masuk kantong para operator seluler dan para content provider.

Biaya telepon dan SMS bisa murah, tapi yang dirugikan tetap masyarakat... ada saja cara orang bisnis menguras kantongnya. Kasihan bangsaku...

Baca juga ulasan dari sisi lain di blog Ahmad Makki yang menari untuk disimak juga.

08 March 2008

Download File Ayat-Ayat Cinta, Mau?

Saya suka prihatin melihat keadaan saat ini dimana pembajakan karya intelektual bisa dilakukan dengan sangat mudah dan massal. Seperti tulisan saya sebelumnya tentang Harry Potter yang file buku bajakannya bisa diperoleh dengan mudah di Internet. Tapi kalau itu karya orang luar negeri yang memang sudah kaya raya, yah... sudahlah... Tapi kalau itu karya bangsa sendiri, rasanya tidak tega juga.

Perlu keberanian untuk menerbitkan karya cipta di Indonesia karena bahkan pemerintahnya sendiri tidak menghargainya. Bukti? CD, VCD bajakan karya cipta lagu, film bisa dengan mudah dijajakkan dimanapun di negeri ini tanpa ada "larangan" sedikitpun, tidak ada yang serius memberantasnya. Sampai kapanpun, bangsa ini tidak akan pernah maju kalau hal yang satu ini tidak diseriusi.

Fenomena yang terakhir adalah novel yang kemudian disusul film (dan lagu tema) berjudul Ayat-Ayat Cinta yang sangat populer disini. File digital bajakannya? Cari saja sendiri... sudah bertebaran dimana-mana... Untuk membuktikannya, saya juga ikut mendownload file novelnya, sebuah file PDF berukuran 1 MB yang dibuat dari file MS Word. Saya buka, isinya bersih sekali, isinya 314 halaman. Uniknya, file ini berukuran kertas A4, lengkap dengan footnote segala.

Yang saya heran, ini file dibajak menggunakan apa? Scan dari buku? Kemudian diconvert ke Word, dirapikan lagi menggunakan MS Word? Kemudian dijadikan PDF menggunakan aplikasi PDF Maker for Word 7.0? Kemudian diupload ke aplikasi online sharing file. Kalau ya, artinya pembajak ini serius sekali... Kenapa? Karena kecintaannya pada buku ini? Atau karena kecintaannya pada hobi membajaknya? Atau karena semangat "syiar agama Islam"nya?

Atau bisa pula file ini palsu. Tapi saya belum bisa membuktikannya karena saya belum pernah baca buku ini dan tidak memiliki buku aslinya. Jika anda ingin membantu saya, silahkan... nanti saya beri filenya untuk dinilai apakah ini file asli atau "as-pal".

Beberapa hari lalu, seorang teman bilang bahwa dia telah download dari Internet file movie DVD dari film Ayat-Ayat Cinta yang saat ini sedang premiere di bioskop-bioskop. "Filmnya bersih pak..., bukan bajakan biasa." Demikian yang dia katakan ke saya :-) "OK lah, nanti copy kan buat saya ya..."

Huahhhh... Mau dibawa kemana hidup ini?

Update:
Setelah membaca file novel yang saya download dari Internet, saya berpendapat bahwa file tersebut palsu. Saya belum sempat membandingkannya dengan buku asli, namun kalau melihat cukup banyak spelling error dan kaidah-kaidah pengetikan bahasa Indonesia yang salah, maka saya yakin file itu belum lolos editing tahap akhir oleh penerbitnya. Tapi membaca ceritanya secara keseluruhan, saya yakin bahwa ceritanya asli. Jadi, kesimpulan saya, file ini adalah file "mentah" yang "asli" yang masih belum diperiksa oleh editor atau "proof reader". Atau bahkan bisa jadi file asli yang diketik langsung oleh penulisnya dan dikirim ke penerbit.

Pertanyaannya, kok bisa lolos ke publik?

Melihat properti file tersebut, masih tersisa beberapa identidas yang sangat minim, yang lain tidak tersedia. Title: Putri Ghaib (mungkin ini judul awal yang diajukan pengarangnya sebelum diganti yang lebih komersial oleh penerbitnya, I don't know). Author: Habib (hmmm... ini kan nama pendek penulisnya ya?). Biasanya author dalam properti jarang dirubah oleh pembuatnya, lebih banyak karena orang jarang memperhatikan fitur ini. Author akan otomatis terisi nama komputer atau username dari PC yang dipakai pada saat save file pertama kali. Jadi, saya punya keyakinan bahwa file ini adalah file "asli" yang di-save dari komputer milik seseorang bernama "Habib" pada tanggal 12-02-2006 pada pukul 11:50:52.

Siapa yang membocorkan? Kalau benar ini adalah asli, maka jelas yang membocorkan adalah "orang dalam" sendiri. Jangan kaget, sudah sangat sering terjadi dimana film-film, buku-buku top yang lolos beredar di Internet adalah file-file yang memang dibocorkan oleh tim internal sendiri. Entah disengaja atau tidak, tapi kecil kemungkinan orang luar yang melakukan.

Sementara itu dulu, untuk film bajakannya, akan saya susulkan review saya segera...

Update:
Saya baru cek film bajakannya, ternyata dalam bentuk file RealPlayer. Ini file resolusi kecil yang diciptakan untuk streaming melalui Internet, jadi tidak bisa dikatakan memadai untuk ditonton nyaman seperti VCD atau DVD. Ternyata file bajakan ini juga diambil oleh pembajaknya menggunakan handycam langsung ke layar sehingga kualitas suara dan gambarnya sangat jelek. Belum lagi ada text tanggal dan jam pengambilan.

Yang versi lain adalah versi file berextension AVI yang lebih tinggi resolusinya, tapi sewaktu proses encoding tampaknya ada masalah sehingga film tidak bisa dilihat smooth, tetapi ada beberapa bagian yang "patah-patah". Inipun artinya tidak layak tonton.

Satu versi lagi adalah versi yang di upload di YouTube.com. Namun karena YouTube hanya menerima film maksimal berdurasi 10 menit, maka yang saya temukan adalah film Ayat-Ayat Cinta terpaksa dipotong menjadi banyak. Tadi malam saya lihat ada yang versi potongan ke-13 segala. Pasti tidak nyaman dinikmati. Dijamin orang-orang yang benar-benar ingin nonton akan pergi ke bioskop atau menunggu DVD aslinya muncul nanti.

Yang menarik, pihak pelindung hak cipta di Indonesia (pemerintah, pemilik hak cipta, dan aktivis pembela hak cipta nusantara) tidak ada yang bergerak untuk melindungi karya-karya cipta bangsa ini dari aksi pembajakan seperti ini. Hal paling sederhana yang bisa dilakukan adalah melaporkan tindakan sharing file online bajakan seperti ini sehingga file-file tersebut dihapus dari server publik dan pihak yang mendistribusikannya di-ban. Lihat Harry Potter misalnya, silahkan cari file bajakannya, sulit...! Di situs-situs seperti YouTube, file-file seperti itu langsung dihapus begitu muncul. Kebanyakan laporan justru datang dari para aktivis dan pemilik hak cipta sendiri. In contrast, lihat file e-book PDF Ayat-Ayat Cinta yang saya dapat, ternyata sudah di upload bertahun lalu dan tidak ada yang melaporkannya sebagai "abuse", ya... didiamkan saja oleh mereka (penyedia jasa server file sharing)...

Nasib kita...

Update:
Untuk info sementara bagi yang penasaran, silahkan lihat di 4shared.com dan aiddu.com dimana file PDF bajakan Ayat-Ayat Cinta telah di upload tahun 2007 dan masih nongkrong disana tanpa ada yang nge-flag. Buktikan sendiri di:
http://www.4shared.com/file/31202712/6c99a14a/Novel_Ayat_Ayat_Cinta.html
atau disini:
http://www.ziddu.com/downloadlink.php?uid=ba%2BemJiqZ6%2BanZmltayZlJyiZ66WlJar7


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...