Search This Blog

Loading...

Hexatar - Make your own cartoon picture

30 August 2010

Pemanfaatan Smartphone di Pendidikan

Smartphone (ponsel pintar) semakin hari semakin tinggi penetrasinya ke masyarakat kita. BlackBerry, Nokia versi smartphone, iPhone dan berbagai versi ponsel dengan OS Android sudah mulai dikenal dan tampaknya memiliki potensi besar untuk masuk lebih jauh ke masyarakat. Terakhir, Telkom Flexi baru saja mencanangkan peluncuran smartphone lokal/Cina berbasis OS Android seharga Rp 1,5 jutaan. Target dalam waktu singkat akan laku 100 ribu unit.


Kemudian saat ini juga marak istilah "app store" alias application store yang digagas para operator seperti Telkomsel, Indosat dll. Terakhir tentu saja Telkom Flexi yang juga berjanji akan menyediakan app store khusus Android bagi pelanggannya. App store yang berkembang baik akan bisa menjadi pemicu laju pertumbuhan penggunaan dan pemanfaatan smartphone. Ini sudah dibuktikan oleh Apple iPhone/iPad, Google Android dan RIM BlackBerry. Nokia yang lama terlena pun akhirnya juga buru-buru menyediakan app store untuk handsetnya.

Kenapa app store penting? Kelemahan utama ponsel dan smartphone "jadul" adalah ketiadaan, atau jikapun ada, begitu sulitnya memasang atau menginstal aplikasi tambahan di ponsel. PS atau komputer biasa daoat berkembang karena didukung berbagai aplikasi tambahan yang dapat memperkaya dan menambah manfaat PC bagi penggunanya. Jika Indonesia punya tekad, bisa saja dana pendidikan pemerintah diarahkan untuk membangun aplikasi-aplikasi pendidikan untuk smartphone. Menarik untuk dikaji lebih jauh.

Lihat tulisan berikut yang menggambarkan potensi penggunaan Apple iPod/iPhone dalam pendidikan, klik disini. Jangan lupa bahwa harga Apple iPod standard (minus fitur telepon dibanding iPhone) sudah mencapai harga Rp 1,8 juta.



Namun, aplikasi smartphone masih sangat sedikit yang berkenaan dengan pendidikan walau sudah ada. Bersama faktor-faktor lain yang dapat mendorong pemanfaatan smartphone untuk pendidikan, kita harapkan teknologi yang satu ini bisa ikut mendorong kemajuan pendidikan di Indonesia. Saya lampirkan pandangan seorang guru bernama "Pak Pur" yang menuliskan informasi berharga seputar pemanfaatan smartphone untuk pendidikan. Semoga bermanfaat.

Pendayagunaan Ponsel untuk Pendidikan
(Posting di milis IGI dari pakpur at gmail dot com)

Saat ini keseharian kita sudah amat dibiasakan dengan perangkat ponsel cerdas. Sebuah perangkat yang pada awalnya dibuat untuk memfasilitasi mereka yang harus berkomunikasi secara bergerak, namun saat ini telah berkembang amat pesat menjadi perangkat cerdas, karena fungsinya teleponnya kadang hanya tertempel, untuk menegaskan fungsinya awalnya. Ponsel cerdas saat ini bahkan bisa mengakses internet, di manapun, kapan pun.

Sayang seribu sayang, walaupun perangkat ini sudah menjadi perangkat keseharian yang bagai baju, namun masih ada kelompok-kelompok masyarakat dan lembaga yang belum bisa menerima perangkat ini sebagai konsekuensi kemajuan teknologi yang harus disikapi dengan penerimaan dan pendayagunaan cerdas.

Saat ini jauh lebih mudah menemukan sekolah yang melarang penggunaan ponsel daripada sekolah yang mendayagunakan ponsel secara massif dalam pembelajaran. Fitur-fitur yang ada di dalam ponsel diperlakukan secara ambigu, sebagai musuh saat tak mampu menanganinya, dan sebagai sahabat manakala "menyenangkan". Alih-laih menjelaskan "kebingungan" ini dan bersama-sama mencari solusi bersama, pihak otoritas sekolah lebih mudah melakukan pelarangan. Padahal seandainya berkenan mengajak para siswa untuk berpikir bersama-sama, bagaimana mendayagunakannya untuk pembelajaran, bukan tidak mungkin akan diketemukan cara-cara yang tepat guna, untuk menempatkan ponsel sebagai salah satu alat bantu belajar yang pokok.

Terbayangkah oleh kita, bagaimana mendayagunakan fitur-fitur standar, macam fitur perekam suara dan gambar (diam/bergerak), fitur bluetooth, atau SMS/MMS ? Pernahkah dalam satu kelas dilakukan pendataan, siapa saja yang bawa ponsel, apa jenis ponselnya, mendukung aplikasi apa tidak, dst ? Belum lagi jika secara pribadi, guru melakukan eksplorasi, mencari aplikasi untuk ponsel yang sesuai untuk mapel yang diampunya.

Bagi yang ingin melakukan eksplorasi aplikasi bidang pendidikan sesuai dengan jenis ponsel-nya, silakan tengok link di bawah ini :

Mobile Windows Phone
http://www.mobiletopsoft.com/pocket-pc/ppc-tag/Education

iPhone
http://www.appstoreapps.com/top-50-free-education-apps/

Android
http://101bestandroidapps.com/category/education

BlackBerry
http://appworld.blackberry.com/webstore/category/115

Java-supported phone
http://www.getjar.com/mobile-education-application

Dan, tak cuma itu, silakan googling dengan kata kunci (jenis ponsel) + application + education , maka kita akan dihadapkan pada sekian banyak pilihan. Saran saya, carilah yang gratis ... :) Kalau mampu beli, kenapa tidak ?

Menurut pendapat saya, adalah tidak mungkin menolak teknologi yang hadir untuk mempermudah kita mencapai berbagai tujuan pekerjaan maupun mendukung kehidupan pribadi dan sosial. Di mana pun dan kapan pun, teknologi selalu memiliki dua sisi yang berseberangan. Tak ubahnya pisau dapur, bisa untuk memotong wortel, bisa juga untuk menusuk orang. Apakah kemudian akan melarang penggunaan pisau ? :) Mempelajari resiko pemakaian pisau dan mendayagunakannya untuk kemanfaatan, itulah yang harus dipelajari.

Salam "ponsel pintar untuk pendidikan"
PakPur

2 comments:

Anonymous said...

mantaps infonya, mudah2an bisa jadi inspirasi kami di sekolah... tapi masih mahal buanget ye???

ISNAINI FIDHIATIL ULLA said...

Yang pertama kali diubah adalah mindset para guru. Di sklah kami saja, siswa dilarang bawa smartphone. Bolehx cma bawa hp jadul. Ini hasil keputusan rapat dewan guru. Nah lho.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...