PTN Favorit di SNMPTN

Baca Laporan Khusus PTN Favorit di SNMPTN dari AtigaMedia.com. Berguna untuk para calon mahasiswa sebelum menentukan pilihan jurusan di PTN, juga untuk para pengelola PTS dalam membaca "selera pasar" jurusan di negeri ini.

04 July 2009

Perbandingan DSLR Entry Level Sony Alpha A200, Nikon D60 dan Canon EOS 1000D

Ada 3 pilihan saat tulisan ini dibuat bagi siapapun yang ingin membeli kamera digital DSLR entry level untuk pertama kalinya. Pilihan adalah Sony Alpha A200, Nikon D60 dan yang terbaru muncul diantara ketiganya adalah Canon EOS 1000D. Ketiganya memiliki piksel efektif 10 MP. Harga entry level DSLR begini memang semakin ekonomis, Sony dan Canon bahkan sudah tiba di kisaran harga Rp 5.200.000 hingga Rp 5.350.000 tanpa bonus apapun, namun khusus Nikon harga masih relatif tinggi diantara keduanya, diatas Rp 6.000.000.

Apa kelebihan dan kekurangannya? Tentu saja anda harus lakukan survey sendiri di Internet menggunakan Google atau yang lain, namun dari survey singkat saya, tampaknya Sony A200 berada di urutan terdepan dalam hal nilai yang ditawarkan.

Harga Sony A200 hari-hari ini jelas sangat miring, di Camera.co.id harganya sudah jatuh hingga Rp 5.200.000 sementara Canon EOS 1000D berada sedikit diatasnya di angka Rp 3.300.000. Bahkan Focus Nusantara menawarkan paket 2 kit lensa 18-70mm dan 75-300 dengan harga Rp 7.575.000. Pertanyannya, kenapa jatuh jauh harga Sony? Padahal Sony identik dengan harga relatif mahal? Prediksi saya, ini dikarenakan Sony sudah merilis Sony A230 yang merupakan product line baru Sony DSLR entry level sehingga stok yang ada di pasar mulai dibersihkan. Atau bisa juga karena beberapa anggapan bahwa Sony tidak memiliki jaringan after sales service yang baik. Ada juga yang mengatakan bahwa ini dikarenakan karena jajaran ketersediaan asesori Nikon dan Canon yang jauh lebih banyak.

Poin keunggulan lain Sony A200 adalah pada image stabilisation yang berada di kamera, bukan di lensa seperti Nikon D60 dan Canon EOS 1000D. Jadi jika kita ingin memiliki lensa baru untuk Sony, kita tidak perlu membeli lensa mahal yang ada fitur image stabilisation. Menurut beberapa review, fitur image stabilisation di Sony A200 adalah unsur keunggulan yang signifikan dibanding yang lain.

Juga disebutkan dalam beberapa review tentang keunggulan anti dust technology yang dipakai Sony A200 dibanding pesaing yang lain yang tidak memilikinya. Prinsipnya Sony memiliki 2 hal dalam urusan pembersihan lensa dari debu ini, yang pertama adalah penggunaan lapisan anti-dust coating yang dipasang di CCD filter dan yang kedua adalah anti-dust vibration yang secara kontinyu menggoyang/menggetarkan CCD agar debu tidak menempel.

Kit lensa (lens kit) yang dipakai standard oleh Sony adalah 18-70mm, sementara kedua saingan hanya menawarkan lensa standar 18-55mm. Yang jadi masalah adalah saat anda ingin memiliki lensa tambahan lain. Canon dan Nikon memiliki jajaran lensa yang jauh lebih banyak dan konon relatif murah, baik yang merek asli atau merek lain yang compatible seperti Tamron misalnya. Namun banyak yang tidak tahu bahwa kamera Sony adalah pengembangan dari Minolta, jadi lensa Minolta (dan Konica yang saat ini bergabung jadi Konica Minolta) bisa dipakai (compatible) dengan kamera Sony versi Alpha termasuk Sony A200.

Keunggulan lain adalah pada lebarnya LCD screen Sony A200 menggunakan 2.7" sementara yang lain hanya 2.5". Namun keunggulan Canon EOS 100D dibanding yang lain ada pada live view LCD. Ini adalah fitur yang cukup baru dipasang di kamera DSLR. Dulu, DSLR (dan SLR yang non-digital) dicirikan dengan pemotretan yang hanya bisa dilakukan melalui viewfinder kecil di kamera. Kita harus mengintip melalui lubang kecil untuk memotret. Ini kontras dengan kamera digital biasa yang semuanya menggunakan live view di LCD sehingga kita tidak perlu "mengintip" lagi. Namun DSLR mulai pelan-pelan mengadopsi teknologi ini. Nah, Sony A200 dan Nikon D60 tidak memiliki live view.

Sony A200 juga dikatakan memiliki keunggulan dalan auto focus yang tergolong canggih untuk segment entry level seperti ini dengan 9-point AF sementara yang lain hanya 6-7 point.

Kemudian di fitur yang sedikit advance yaitu spot metering dan exposure bracketing. Ini 2 hal penting yang akan membantu anda ketika mulai mengerti fotografi yang lebih advance. Sony A200 memiliki keduanya, Canon EOS 1000D tidak memiliki keduanya sehingga menjadi titik lemah Canon di banyak review profesional. Nikon D60 hanya memiliki spot metering.

Namun harus anda ketahui juga, dalam dunia fotografi yang advance, para fotografer kebanyakan memiliki fanatisme tersendiri terhadap merek tertentu. Para maniak Nikon dan Canon yang memang telah lebih dulu ada rata-rata sangat fanatik dan dalam memberikan pendapat bisa bias. Sony DSLR seri Alpha yang memang baru masuk pasar sekitar tahun 2006 memiliki penggemar fanatik yanglebih sedikit, jadi kalau anda cari review di Internet, akan lebih banyak menyuarakan para pengguna fanatik Nikon dan Canon.

Pilihan kembali ke masing-masing pengguna. Apalagi kalau dilihat secara umum, rata-rata perbedaan spesifikasi antara satu merek dan merek yang lain dalam satu segmen tidak terlalu jauh lagi. Jika ada fitur yang ada di merek tertentu dan tidak ada di merek lain, nanti di rilis seri berikutnya akan diadakan juga, demikian seterusnya.

Ingat juga bahwa kamera DSLR adalah kamera canggih yang memiliki banyak fitur manual. Hasil foto yang baik akan kembali pada ketrampilan fotografernya. Secanggih apapun kamera yang dipakai, bila yang memotret tidak memiliki keahlian memadai maka bisa dipastikan hasilnya akan biasa saja.

Lihat perbantingan spesifikasi ketiganya di DP Review secara head to head secara langsung, klik disini.

5 comments:

Anonymous said...

makasih untuk infonya....
sangat berguna untuk pemula seperti ane.....
mudah2an sukses selalu.....
thx

Anonymous said...

i love sony a200

kalo harus membandingkan satu produk dengan yg lain,
semua produk punya keunggulan seperti yg dijelaskan.
untuk pemula saya banyak mendapatkan kemudahan dengan menggunakan sony a200, thanks a lot

M. ZAINUDIN bin M. SUBHAN NAFSI said...

lensa a200 saya trubel. Tiap dionkan maka lensabergerak/berputar dan tiap diffkan juga sama.
1. Kira-kira kerusakan apa dan bagaimana menanggulanginya
2. andai harus beli, lensa yang direkomendasikan yang tipe bagaimana dan dimana saya bisa mencarinya ?

zainudin bojonegoro
jalidinmz@gmail.com

Anonymous said...

Wah ini yg saya cari, thanks infonya gan...

Sadhana Sentosa said...

Thank's a lot of...