25 May 2008

Terobosan Kreatif Transaksi Online Mandala Air

Beberapa tahun terakhir ini saya sangat sedikit melakukan travelling atau perjalanan keluar dari kota tempat tinggal saya. Saat harus terpaksa melakukannya lagi, saya mendapati bahwa banyak hal telah berubah di Indonesia. Hal yang sempat saya alami sewaktu kuliah di USA tahun 2000-2002 lalu, dimana segala sesuatu yang berhubungan dengan perjalanan dilakukan secara online, saat ini pelan namun pasti mulai terjadi juga di negeri saya.

Yang paling nyata terlihat adalah online ticketing. Dirintis oleh Air Asia dan kemudian diikuti oleh banyak airline lokal lain terutama yang saya lihat paling baik adalah Mandala Air di www.mandalaair.com dan Lion Air di www.lionair.co.id, maka mulai terlihat bahwa sistem pembelian tiket online ala Indonesia sudah mulai menjadi hal biasa.

Ala Indonesia? Ya, hal utama yang menyebabkan online transaction di negeri kita terlambat jauh dibanding negeri lain adalah masalah kartu kredit. Di negara maju lain, terutama di USA yang saya alami sendiri, kartu kredit sudah menjadi salah satu alat utama pembayaran, hampir semua orang memilikinya. Transaksi online memakai kartu kredit adalah salah satu killer application yang menjadikan layanan online seperti Amazon, eBay, Yahoo bisa menjadi sangat besar.

Di dunia travel, yang paling sukses adalah layanan pembelian tiket teragregasi seperi Expedia dan Orbitz. Jadi mereka tidak hanya menjual tiket 1 airline saja, tapi banyak airline. Pengguna betul-betul dimanjakan dengan pilihan yang begitu banyak ketika ingin membeli tiket atau merencanakan perjalanannya. Herannya... kok mau para airline dijejer head-to-head seperti itu? Tapi kalau dipikir, apa bedanya dengan saat kita pergi ke biro perjalanan tradisional biasa dimana kita juga bisa membeli tiket dari banyak airline di satu tempat?

OK, kembali ke Indonesia... Pilihan saya untuk layanan online pembelian tiket yang terbaik jatuh ke Mandala Air.

Secara umum, layanan Mandala sudah sangat memadai. Pencarian penerbangan mudah sekali dan cepat. Kita dapat secara sangat mudah dan cepat melakukan berbagai query pencarian berdasar tanggal dan rute. Sangat menyenangkan karena harganya bisa berbeda-beda dari satu tanggal/jam satu ke lainnya dan perubahan harga bisa terjadi secara cepat. Ini menjadikan proses "berbelanja tiket" menjadi sangat menarik terutama bagi para bargain hunter yang memiliki cukup waktu untuk "bermain-main" dengan query disana.

Begitu kita telah menentukan pilihan rute dan waktunya, maka pembelian bisa dilakukan seketika itu juga. Pilihannya 3, bayar dengan kartu kredit, bayar dengan ATM di bank tertentu (saat tulisan ini dibuat hanya bisa di Bank Mandiri, BRI, BNI dan satu lagi lupa, tidak ada BCA) atau bayar dengan langsung datang ke kantor Mandala.

Biasa saja? Ya, benar... Namun yang menarik adalah di pembayaran pakai ATM.

Di beberapa perintis layanan belanja online di Indonesia seperti Bhinneka.com misalnya, transaksi ATM dilakukan dengan mentransfer uang ke rekening ATM tertentu milik penjual. Jadi setelah pembeli melakukan "pembelian" di Internet, mereka harus pergi secara fisik ke ATM atau kalau mau tetap didepan komputer mungkin bisa dilakukan dengan Internet banking atau mobile banking via ponsel. Setelah transfer dilakukan, maka pembeli harus melakukan satu langkah proses lagi yaitu "offline confirmation" ke penjual, memberitahu penjual bahwa uang telah dipindahkan. Ini dilakukan dengan mengirim fax kertas bukti transaksi, scan kertas tadi kemudian di email, konfirmasi melalui telepon atau SMS. Prinsipnya, penjual harus "diyakinkan" bahwa uang pembayaran telah diterima, baru penjual akan mengirim barang ke pembeli.

Ribet? Pasti... Inilah yang membuat bisnis jual-beli online di Indonesia maju dengan kecepatan "merayap". Padahal jika masalah ini bisa dicarikan solusi "khas" Indonesia, yang paling sesuai dengan kondisi kita, maka kemungkinan akan bisa mendorong kemajuan bisnis online di Indonesia.

Disinilah faktor inovatif Mandala dalam mencari solusinya yang harus saya acungkan jempol. Dengan bekerja sama mengintegrasikan sistem penjualan tiket online miliknya dengan sistem perbankan di beberapa bank pionir, maka kode konfirmasi booking yang dikeluarkan oleh sistem online ticketing Mandala langsung connect dengan sistem ATM di bank. ATM akan menyediakan 1 jalur khusus untuk Mandala dimana pembeli bisa langsung masuk dan mengetikkan kode tadi di ATM, maka sistem di ATM akan mengenali kode tersebut, menampilkan nilai rupiah yang harus dibayar persis dengan angka yang anda dapatkan di www.mandalaair.com yang telah anda "beli" terdahulu. Pembeli bisa langsung bayar dan status pesanan/booking anda di www.mandalaair.com akan berubah status secara realtime dari "hold" ke "OK".

Luar biasa...! Dari sisi teknis sistem informasi, hal ini adalah hal yang sangat sederhana untuk dibuat. Namun point penting yang dilakukan Mandala adalah inovasinya untuk mengintegrasikan sistem miliknya dengan milik bank. Namun siapa yang inovatif? Bisa jadi bank... Karena bank sangat dikenal sebagai lembaga yang ekstra hati-hati dalam "membuka" sistemnya untuk diintegrasikan seperti itu. Jadi komitmen mereka untuk membuka layanan seperti ini dengan Mandala juga patut diacungi jempol. Uniknya, tidak ada BCA dalam list bank yang melayani transaksi Mandala ini. Kenapa? Saya pikir mungkin karena prinsip kehati-hatian tadi...

Walaupun alur proses inovatif ini belum bisa memperpendek proses transaksi online ala Indonesia sependek menggunakan kartu kredit, namun paling tidak sudah bisa memotong 1 langkah "ribet" untuk melakukan konfirmasi ke penjual setelah transfer di ATM dilakukan.

Selamat menikmati belanja tiket yang lebih menyenangkan di Mandala Air. Ceritakan juga pengalaman anda yang lain untuk memperkaya tulisan ini baik di Mandala atau mungkin di layanan lain yang lebih inovatif.

namun, masih ada beberapa hal kecil yang cukup mengganggu, saya share saja sekalian.

User interface masih kurang user friendly dan sistem masih banyak menyimpan bug kecil-kecil yang memang tidak berpengaruh signifikan ke transaksi kita, namun cukup mengganggu. Contohnya ketika fasilitas pop-up printing dari transaksi kita tiba-tiba tidak bisa dicetak. Bagi orang yang awam komputer pasti akan kalang kabut... Pas dapat harga murah, kemudian di booking, eehh... tidak bisa dicetak, kesal kan? Ini terjadi beberapa kali di transaksi yang saya lakukan.

Kemudian ketika kita masuk ke personal page dimana kita bisa melihat daftar sejarah transaksi yang kita lakukan, tidak terlihat sama sekali di layar Firefox saya data dari masing-masing transaksi misalnya tanggal atau rute. Kita harus klik langsung ke masing-masing untuk melihat detail dari transaski.

Terakhir, masuk ke halaman depan yang penuh promosi berbasis Java betul-betul membuat konsentrasi terganggu. Bahkan Firefox saya dipaksa untuk melalkukan klik ke situs sponsor sebelum bisa masuk ke situs Mandala sendiri. Aneh... tapi mungkin Mandala ingin mendapatkan tambahan uang dari iklan online? Siapa tahu?

Ditulis menggunakan Asus Eee PC di Bandara Sepinggan yang tidak memiliki hotspot gratis...

Read More......

19 May 2008

Asus Eee PC 900, Hampir Sempurna

Baru beberapa bulan beli Asus Eee PC 4G, ternyata Asus langsung mengeluarkan versi barunya, versi yang memang langsung meng-upgrade aspek yang paling lemah dari versi pertama yang saya miliki. Apa yang diperbaiki? Persis seperti keinginan ribuan pengguna versi awal: layar lebih besar dan SSD drive lebih besar. Dengan tambahan 2 hal tersebut, Eee PC menurut saya sudah sampai pada tahap hampir sempurna untuk masa saat ini. Apa lagi yang dibutuhkan?

Saya adalah pengguna Asus Eee PC 4G yang sangat puas dengan produk ini. Yang saya cari adalah sebuah PC dengan ukuran ultra kecil yang benar-benar berlaku sebagai PC, bukan komputer "mainan". Baca tulisan saya sebelumnya "Akhirnya, Asus Eee PC".

Bagi saya, 1 hal utama yang membuat Eee PC versi awal menjadi agar berbau "mainan anak kecil" adalah ukuran layar yang hanya 7-inch. Dengan layar baru 9-inch, maka tampilan Eee menjadi sempurna sebagai "laptop sungguhan". Seluruh layar menutupi permukaannya, sulit dibedakan dengan laptop ultra portabel lain seperti Fujitsu yang super mahal.

Yang berikut adalah kapasitas hardisk yang memakai SSD drive (solid state disk). Yang lama hanya 4 GB...! Sangat kecil sekali walaupun CUKUP. Dengan Windows XP SP2 dan Office 2003 yang saya pakai, ukuran sebesar 4 GB sudah sangat cukup bagi saya karena memang Eee PC ini hanya saya pakai untuk basic office application yang mendukung pekerjaan saya yang memang sederhana, dan dengan catatan tidak menyimpan file di My Document di drive C. Namun, seiring waktu... mulai terasa bahwa 4 GB untuk system disk akan semakin tidak cukup, mulai muncul pesan warning space yang semakin sedikit.

Nah, dengan kapasitas baru 16 GB (hingga 20 GB karena ada 4 GB onboard memory, 16 GB flash memory), rasanya sudah tidak perlu ada yang dikuatirkan lagi. Kecuali bila anda mau pakai Vista... :-) PLUS... yang sebenarnya tidak saya harapkan diperbaiki di versi baru ini adalah RAM 1 GB. Ngapain? Yang ada saat ini 500 MB sudah sangat cukup, sekali lagi sangat cukup. Yang mungkin perlu diperbaiki di versi berikut adalah prosesor. Celeron 900 MHz pasti suatu saat perlu ditinggikan lagi... Teknologinya sudah menunggu: Intel Atom prosesor, tapi tampaknya akan meningkatkan harga jual Eee menjadi tidak kompetitif lagi, mungkin...

Semua jadi sempurna bagi saya...

Terus, kenapa saya bilang "hampir" sempurna? Problem utama di versi baru ini adalah HARGA. Dengan harga USD 550, maka ada peningkatan sekitar USD 150 dari harga versi awal 4G yang hanya USD 400. Titik penarik utama Asus Eee PC adalah harga yang luar biasa menggoda tadi. Dengan harga baru ini, maka Eee PC ada di level yang sama dengan low-end laptop biasa. Kalau saya diminta memilih, kemungkinan saya lebih memilih beli versi low-end itu, kecuali saya punya kebutuhan khusus dari sisi ukuran kecilnya. Menurut saya, angka wajar harganya tidak boleh lebih dari USD 450... Ini baru the real Eee PC yang diharapkan dunia :-)



Diketik bukan menggunakan Eee PC 4G Black

Read More......

18 May 2008

Komputer Diatas Apa Saja

Susah cari istilah tepatnya :-) Prinsipnya apapun bisa jadi komputer. Lah, tambah bingung... Yang ngomong adalah Bill Gates, bahasa Inggrisnya "every surface to be a computer". Lihat foto demonya berikut ini. Yang terlihat adalah Gates mendemokan suatu komputer di sebuah dinding yang diberi nama TouchWall. TouchWall menggunakan infrared and laser technology untuk mengidentifikasi input berupa sentuhan, seperti touch screen di tablet PC, ponsel ataupun PDA, tapi di permukaan lebih luas. Bill Gates menambahkan bahwa prediksinya, kedepan akan semakin banyak komputer jenis ini dimana-mana, di kantor, rumah, tempat umum, dll.

Saya membayangkan bahwa komputer jenis ini bila bisa semakin murah bisa menggantikan banyak hal. Tapi mungkin saking majunya, saya malah bingung aplikasinya kira-kira bisa untuk apa ya?

Kalau saya tidak salah, Microsoft telah menjual ke publik jenis komputer seperti ini tetap berbentuk meja yang bisa dipakai di restoran, pub, dll. Jadi pemesanan makanan dan minuman bisa langsung dilakukan di meja touch screen, mejanya juga dilengkapi sensor-sensor tertentu sehingga bisa tahu macam-macam... (imagine yourself). Harganya? $10,000 (sekitar Rp 90 jutaan). Namanya Microsoft Surface.

Mudah-mudahan ada manfaatnya info ini...

Read More......

13 May 2008

Situs Astronomi Hebat Bernama LangitSelatan.com

Saya terhenyak didepan laptop saya ketika melihat situs ini pertama kali 2 hari lalu. Situs berbahasa Indonesia mengenai segala sesuatu tentang astronomi yang dibuat sangat rapi, isinya banyak dan sangat enak dibaca. Sangat sulit mencari situs Indonesia yang memiliki kualitas baik (dari sisi desain, kedalaman content dan konsistensi keberadaannya). Situs LangitSelatan.com yang menyebut dirinya LS ini sungguh merupakan aset sangat berharga bangsa Indonesia dalam mengejar ketertinggalannya dari negara maju lain. Silahkan langsung datang kesana untuk membuktikannya sendiri.

Kebetulan saat sekolah dulu saya memiliki ketertarikan sangat besar pada dunia astronomi. Di tahun 70-80an saya sudah memiliki banyak majalah dan membaca banyak hal mengenai astronomi, walaupun seiring waktu saya harus bergeser ke bidang lain. Mungkin latar belakang inilah yang membuat saya jadi sangat terkesan dengan situs LS ini. Bagi anda yang senang astronomi ataupun belum kenal sama sekali, saya yakin LS akan mampu "menyentuh" anda.

Pertanyaan pertama saya saat menemukan situs ini? Siapa dibalik situs hebat ini? Dibuat dengan gaya blog, situs ini disumbang oleh banyak orang. Jadi mirip sekali dengan IlmuKomputer.com yang telah sukses sebelumnya.

Berikut saya kutip langsung dari situs LS mengenai siapa mereka:

Tim LS (langitselatan) terdiri dari sekelompok orang berlatar pendidikan astronomi dan astronom amatir yang memiliki komitmen memasyarakatkan ilmu astronomi seluas-luasnya di Indonesia.

Tujuan didirikannya perusahaan adalah:
* Memperkenalkan fun-astronomy kepada masyarakat,
* Menyediakan informasi astronomi,
* Wadah bagi komunitas astronomi dari seluruh Indonesia untuk saling berbagi informasi,

Singkatnya, LS dibuat oleh astronom untuk astronom dan masyarakat Indonesia.


Weblog langitselatan.com ini dibuat sebagai salah satu penyebar informasi astronomi (berita, artikel dan jadwal event), penghubung dengan jendela-jendela maya lainnya dan juga sebagai alat bantu memahami astronomi lebih lanjut.

Sekali lagi, ini situs bagus sekali, saya sampaikan apresiasi tinggi pada pengelolanya, saya sangat ingin berkenalan dengan mereka... Mereka telah berkontribusi banyak pagi pengembangan dan penyebaran ilmu pengetahuan bagi masyarakat Indonesia. Semoga amal mereka diterima Yang Maha Kuasa.

Read More......

09 May 2008

Google Docs Melawan Slideshare.net

Pemain kecil Slideshare.net yang punya ide brilian membawa file-file presentasi untuk dapat dimasukkan ke website/blog secara sangat mudah, ternyata saat ini mulai disaingi oleh pemain raksasa. Biasanya pemain kecil dengan ide brilian seperti Slideshare.net berharap bahwa karya inovatif mereka dibeli oleh para raksasa. Seperti Writely.com yang dibeli Google dan jadi Google Docs, atau YouTube yang dibeli Google dengan nama tetap dipertahankan. Atau kisah awal akuisisi perusahaan kecil inovatif oleh para raksasa saat Hotmail dibeli Microsoft beberapa tahun lalu.

Namun tampaknya nasib Slideshare.net tidak cukup bagus. Situs layanan online kecil yang dikelola oleh beberapa programmer inovatif ini malah disaingi oleh raksasa Google yang datang belakangan. Padahal pengguna dan member Slideshare.net sudah semakin banyak, termasuk saya dan para mahasiswa saya di Unmul :-)

Apa yang dilakukan Google? Melalui Google Docs yang memang sangat bagus sekali, mereka mulai membuat fitur "embedded presentation" persis seperti ide Slideshare.net. Jadi, didalam Google Docs, ada fasilitas Presentation, persis seperti MS Office PowerPoint, tapi ini versi online (tidak perlu install di komputer anda, langsung pakai dengan masuk ke http://docs.google.com).

Nah, setelah selesai membuat presentasi disana, di save, maka kita bisa memasang presentasi kita di situs web atau blog kita dengan meng copy HTML code yang tinggal di paste di blog kita. Maka di blog kita akan muncul box applet yang embedded (menempel atau tertempel) dan berdiri sendiri. Jadi sambil menikmati blog kita, pengunjung bisa langsung melihat-lihat presentasi tersebut tanpa harus pindah alamat situs. Tentu saja bisa dipasang di situs lain karena kodenya universal.

Ide awal kalau tidak salah dimulai oleh YouTube yang content nya video. Konsep ini dipakai oleh Slideshare.net, dan sekarang dipakai lagi oleh Google Docs Presentation.

Slideshare.net yang selama ini sangat saya sukai bisa kalah kalau harus melawan Google. Tapi kelebihannya yang belum disentuh Google Docs "embedded presentation" adalah pada pembentukan komunitasnya. Slideshare.net telah menghimpun ribuan user yang dengan bersemangatnya (secara sukarela) menyimpan dan membagi slide presentasi mereka. Applet presentasi tersebut bisa dipasang di blog manapun, apabila pemiliknya mengizinkan, file bisa langsung di download utuh dan digunakan semaunya. Hebat kan?

Saya sebagai dosen, pengajar dan "penceramah" freelance sangat merasakan manfaat layanan inovatif ini. Dalam keadaan mendesak saya sering menemukan banyak ide dan materi dari ribuan file presentasi di Slideshare.net yang bisa segera diambil dan dipakai dalam memperkaya presentasi saya.

Baca tulisan saya terdahulu mengenai Slideshare.net.

Namun, saya selalu yakin, kompetisi semacam ini pasti akan banyak membawa kebaikan bagi pengguna...

Read More......

07 May 2008

HTC Touch Diamond, Bikin iPhone Jadi Kuno

Ini adalah HTC Touch versi Diamond, sepertinya lagi ngetrend gaya bentuk seperti intan begini. Arahnya untuk mendapatkan efek mewah... Lihat juga Samsung Armani. Tapi yang jelas memang design nya OK, HTC Taiwan menyebutnya "a new benchmark for phone sophistication". HTC memang luar biasa cepat inovasinya akhir-akhir ini. iPhone? Revolusioner tapi lambat sekali pergerakan inovasinya... Tapi dari sisi software, iPhone memang masih sulit dikalahkan.

Berikut ini beberapa data awal dari HTC Touch versi terbaru. TouchFlo 3D interface. Messaging, e-mail, photos, touch pad. Windows Mobile 6.1 Professional. 4GB of internal storage, plus 192MB of RAM. YouTube application (nonton video online YouTube langsung dari ponsel). 2.8-inch, 640x480-pixel display. 3.2-megapixel camera. Quad-band smartphone offers HSDPA/WCDMA speeds of up to 384 kilobits per second upstream and 7.2Mbps down. Bluetooth 2.0 and Wi-Fi (802.11b/g). Talk time up to 4 hours.

Kapan munculnya? Rencana, Juni di Eropa. Asia Pasifik dan Timur Tengah menyusul Juni akhir. Amerika Utara dan Amerika Latin selanjutnya di paruh kedua tahun 2008 ini.

Harga? Belum tahu... Perkiraan saya akan ada di rentang USD 600-800. HTC Touch versi sebelumnya memang berkisar di angka Rp 4 jutaan, namun HTC Touch Cruise sudah sampai ke Rp 7 jutaan, HTC Touch Dual Rp 5 jutaan, HTC TyTN Rp 7 jutaan.

Perlu dibeli? Bagi yang memerlukan gaya, gengsi, keunikan tersendiri dan fanatik dengan Windows, silahkan... Dan tentu saja bagi kalangan yang tidak punya masalah dengan keuangan atau berlebih-lebihan.




Read More......

30 April 2008

Melindungi Generasi Muda Kita dari Pornografi Internet

Sebagai dosen dari mata kuliah "Teknologi Komunikasi & Informasi dalam Pendidikan" (TKIP) di sebuah program pasca sarjana, saya banyak bertemu dengan mahasiswa yang berasal dari dunia pendidikan. Saya mendapat banyak cerita tentang berbagai fenomena baru di masyarakat kita, khususnya dunia sekolah menengah, sebagai dampak dari begitu cepatnya TKI (ICT) berkembang dan langsung diadopsi masyarakat tanpa punya banyak waktu untuk proses transisi.

Saya pun banyak sekali mendedikasikan waktu saya untuk menelaah masalah dampak sosial budaya dari diadopsinya teknologi baru oleh masyarakat "timur" kita. Yang paling kelihatan di permukaan adalah aspek-aspek pornografi, baik sebagai akibat persinggungan dengan dunia Internet, maupun pornografi yang tiba-tiba marak karena begitu mudahnya materi berbau porno dibuat dan disebarkan menggunakan teknologi digital.

Beberapa fakta menyesakkan dada yang saya dapat dari lapangan, langsung dari first-hand witnesses:

Seorang admin/penjaga warnet memberi kesaksian di sebuah diskusi mengenai UU ITE dan pornografi di Samarinda. Admin ini bercerita didepan publik bahwa dia menyaksikan langsung anak-anak SD kelas 3 masuk ke warnetnya untuk melakukan kegiatan browsing ke situs-situs porno di Internet. Hal ini dikuatkan dengan beberapa berita di Detikinet.com yang juga banyak menyampaikan berita sejenis.

Di sebuah sekolah menengah di Samarinda, seorang siswa memotret dirinya dalam pose "seksi" didalam kelas dibantu oleh rekan siswa laki-lakinya menggunakan kamera ponsel. Gambar inipun kemudian secara demonstratif disebarkannya ke teman lainnya menggunakan bluetooth. Mentalitas "parah" begini sudah mulai masuk bahkan ke kota kecil seperti Samarinda.

Seorang siswi sebuah sekolah ketakutan karena ponselnya hilang. Dia sangat kuatir karena dalam ponsel tersebut terdapat banyak foto yang dia buat bersama teman-temannya yang mungkin bisa menjadi "aib" bagi dirinya atau keluarganya bila tersebar ke publik.

Seorang bapak bercerita bahwa anaknya, seorang putri belasan tahun, kepergok menggunakan komputer di rumah yang memang terkoneksi dengan Internet untuk mengakses situs porno. Hal ini terungkap ketika dia heran mengapa browser Firefox yang dipakainya penuh dengan "malware" yang terus menerus ter-pop up dan menggiringnya ke situs-situs porno. Padahal komputer tersebut hanya digunakan oleh dirinya, istri dan anaknya. Setelah berdiskusi dengan saya, dia kemudian berdiskusi (interogasi) anaknya yang akhirnya mengaku beberapa kali mengakses situs tidak baik tadi.


Daftar cerita seperti ini bisa terus bertambah panjang jika memang dilakukan suatu penelitian khusus tentang hal ini. Lihat juga tulisan saya tentang warnet kita yang bisa jadi trigger dari semua ini.

Kesimpulan saya, kita sudah masuk ke era yang "siap meledak". Era dimana tingkat penyalahgunaan TKI (ICT) sudah sampai pada tahap jauh diatas batas toleransi ketimuran kita. Cuma memang pertanyaannya, apakah memang akan meledak? Atau mungkin hanya suatu proses perubahan alamiah yang berjalan teratur dari satu era ke era lainnya? Dan tidak perlu dikuatirkan dan diributkan? Wallahualam...

Update:
Beberapa link dari cara-cara melakukan perlindungan terhadap PC atau jaringan komputer kita dari serbuan materi porno dari blog seorang guru komputer, Bp. Abdul Shomad:

Read More......

Data Blogger dan Pengguna Friendster Indonesia

Dari tulisan blog Ventura Elisawati di vlisa.com, saya mendapatkan beberapa data yang sangat menarik, sulit didapat, walau saya tidak tahu ybs mendapatkan angkanya dari mana. Tapi sebagai salah satu blogger Indonesia yang sangat aktif dan "terpercaya", saya yakin angka-angka berikut ini cukup "shahih" untuk kita jadikan pegangan.

Angka-angka ini adalah angka yang semestinya dapat terus diikuti dan diamati, dievaluasi perkembangannya dan akhirnya bisa kita tarik hikmah dan manfaatnya dalam pengembangan masyarakat berbasis Internet di Indonesia.

Jumlah blogger Indonesia yang memiliki akun di Blogspot sekitar 247.000, di Wordpress 125.000.

Di Asia, friendster.com menjadi situs jaringan sosial terbesar yang dikunjungi rata-rata 32 juta pengguna internet setiap bulannya. Di Indonesia, Friendster memiliki lebih dari 8 juta pengguna terdaftar dan 4 juta pengunjung unik setiap bulan di friendster.com pada Februari 2008. Sementara 40 persen dari 25 juta pengguna internet yang ada di Indonesia memiliki akun Friendster.

Terus terang angka diatas masih dibawah ekpektasi (harapan) saya. Saya punya feeling sebelum melihat data ini bahwa mestinya ada minimal 1 juta blog yang dibuat orang di Indonesia. Ini didasari pada fakta-fakta begitu banyaknya saya menemukan blog Indonesia setiap hari. Namun angka 247 ribu plus 125 ribu account di Blogger dan Wordpress cukup "menghibur" lah... Dengan angka segitu, artinya akan tetap ada peningkatan signifikan dari materi berbahasa Indonesia di seluruh Internet, yang konon diprpediksi oleh satu pihak (saya lupa blas namanya) hanya kurang dari 1%. Walau ketika masuk ke blog-blog Indonesia tersebut sebagian besar masih dalam bentuk "acak-acakan" (tak terurus dan tak teratur), namun semakin banyak yang rapi, konsisten di update, dan tulisannya berisi...

Satu hal lagi yang mungkin perlu dipantau adalah angka perkembangan materi berbahasa Indonesia di Wikipedia Indonesia yang banyak sekali dijadikan acuan bagi para pencari informasi berbahasa Indonesia di Internet. Baca juga tulisan saya terdahulu tentang Wikipedia Indonesia.

Mungkin memang sudah waktunya kita butuh adanya pembuat survey yang memantau statistik perkembangan Internet Indonesia. Saya pernah punya cita-cita ini, namun karena kesibukan dan tidak punya cukup resource, maka belum bisa diwujudkan, mungkin suatu saat nanti bisa, atau ada yang sudah memulainya? Yang banyak ada adalah lembaga survey dan riset dari luar negeri. Kalaupun mereka memantau Indonesia, biasanya hanya dalam proporsi sangat minor.

Baca juga tulisan dan file presentasi yang saya buat sebelumnya mengenai data Internet dan telekomunikasi seluler di Indonesia.

Sebagai perbandingan juga, berikut data blog dunia yang ditampilkan di CNET News.com

...more than 14 million blogs in existence and another 80,000 being created each day...

Ditulis menggunakan Asus Eee PC 4G Black

Read More......

22 April 2008

Merayakan Tulisan Blog Hikmah Teknologi Ke-100

Bagi saya, sungguh merupakan pencapaian pribadi yang fantastis, memaksa diri untuk menulis sampai 100 artikel khusus berisi materi yang berbau teknologi informasi. Walaupun yang membaca masih sangat sedikit, tapi saya yakin kedepan akan tetap bisa bermanfaat bagi siapapun yang menemukan blog ini. Mudah-mudahan blog ini dapat terus berjalan, Google Inc. masih terus konsisten menyimpan isi blog ini hingga ratusan tahun kedepan sehingga anak, cucu, buyut saya tetap bisa ikut membaca jejak kakeknya yang hidup di era saat ini. Amiin...

Insya Allah saya tidak akan berhenti sampai disini. Tulisan-tulisan saya saat ini masih jauh dari berkualitas, masih tidak menarik untuk dibaca, masih terlalu dangkal, dan masih terlalu banyak yang berbahasa Indonesia dibanding yang berbahasa Inggris. Tekad saya, di periode tulisan ke-101 hingga ke-200 nanti semua kelemahan tadi mulai bisa diperbaiki.

BTW, tulisan ini adalah blog entry ke-100 di blog Hikmah Teknologi. Di blog saya yang lain, The World Viewed From Samarinda, angka ke-100 sudah terlewati beberapa bulan lalu (lihat disini) dan saat ini sudah ada 146 tulisan. Bravo...!

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang setia membaca blog saya. Saya merasa sangat bahagia dan terhormat bila ada yang masih mau membaca pandangan-pandangan saya, apalagi sampai memberi komentar baik langsung di blog maupun via email...

Salam dari Samarinda.

Read More......

Lay-out Laboratorium Komputer di Sekolah

Dalam menata lay-out laboratorium komputer di sekolah ataupun di lembaga pendidikan lain yang diarahkan untuk anak usia sekolah, diperlukan trik tersendiri agar efektif. Salah satu hal penting yang harus dijaga, terutama ketika lab tersebut terkoneksi ke Internet, adalah agar lab tersebut tidak dijadikan ajang memasuki situs-situs yang tidak baik.

Lab juga harus mampu memberikan suasana yang nyaman agar setiap siswa dapat saling berdiskusi dengan teman lainnya. Dapat saling melihat screen (layar komputer) seluruh teman lain dalam lab. Ini sangat positif dalam menumbuhkan suasana kompetitif namun tetap menumbuhkan kebiasaan saling bagi dan saling membantu.

"Wah, teman diujung sudah sampai tahap lanjut, saya masih jauh nih... musti ngebut."

"Kok bisa si X membuat itu ya? caranya gimana sih? Tanya ah..."

"Syukur, saya sudah jauh nih prakteknya, yang lain masih baru tahap awal, keliling dulu ah... sambil nanya-nanya ke pak guru..."

Guru pun akan dengan mudah mengamati perkembangan belajar semua siswa dalam kelas, "Si X sudah selesai, X kemari... bantu Y ya... dia belum selesai, tampaknya dia belum ngerti, kamu kan bapak lihat sudah jadi..."

Kira-kira begitulah suasana sinergis dalam lab yang terjadi apabila lay-out ruangan lab komputer ditata dengan susunan berbentuk huruf U. Hal ini saya terapkan di sekolah yang saya pimpin dan saat ini ada 4 ruangan lab komputer di SMK TI Airlangga Samarinda yang ditata demikian.

Dalam keadaan saling bisa melihat layar komputer satu sama lain dan guru bisa melihat seluruh layar, maka akan muncul suasana saling kontrol. Kecil kemungkinan dalam jam belajar yang normal dimana seluruh siswa hadir didampingi gurunya akan muncul penyalahgunaan komputer untuk mengerjakan hal negatif.

Namun tetntu saja ada trade off (pengorbanannya), yaitu luas ruangan tidak bisa dimaksimalkan pemanfaatannya. Penataan huruf U akan mengakibatkan jumlah total unit komputer yang masuk ke ruangan akan lebih sedikit dibanding lay-out tradisional berbaris. Namun saya yakin bahwa lebih banyak keuntungannya dibanding yang harus kita korbankan.

Hal lain, kebetulan lab komputer kami juga dipakai untuk "jam pemakaian bebas". Istilah yang kami pakai dimana siswa dapat masuk bebsa kedalam lab diluar jam pelajaran. Biasanya tanpa ada guru yang mengawasi didalamnya. Dengan adanya lay-out demikian, maka pengguna juga sungkan untuk melakukan tindakan "abnormal" karena dengan mudah terlihat oleh siswa lain (bandingkan dengan lay-out "super private" yang dipakai di warnet-warnet).

Disamping itu, mobilitas guru juga jadi jauh lebih mudah. Berjalan dari satu komputer ke yang lain bisa dilakukan tanpa ada halangan sama sekali ditengah ruangan. Guru juga dapat langsung memanggil beberapa siswa lain berkerumun didepan komputer salah satu siswa untuk memberikan demo pelajaran kepada beberapa siswa sekaligus tanpa terhalang oleh meja lainnya.

Konsep ini telah kami terapkan selama beberapa tahun (sekitar 4 tahun) dan berjalan cukup baik, mudah-mudahan dapat juga membawa manfaat bagi sekolah lain...

Written on: Asus Eee PC 4G Black

Read More......

Repression 2.0, Sudah Ada di Indonesia?

Sebuah tulisan menarik saya baca di Newsweek yang direkomendasikan oleh rekan saya Sandjaja Kosasih yang merupakan salah seorang pakar dunia Internet di kota saya. Tulisan ini berjudul "fresh" yaitu Repression 2.0. Sebagian besar bercerita tentang bergesernya praktek-prektek represif di negara-negara totalitarian seperti Cina, Mesir, Arab Saudi, vietnam dan Zimbabwe. Pergeseran terjadi dari cara atau metode yang diterapkan, dulu lebih banyak berupa kegiatan fisik, sekarang bergeser ke praktek-praktek yang menggunakan teknologi informasi canggih. Penggerak utamanya tentu saja Cina, negara yang termasuk paling totaliter di dunia yang didukung SDM canggih serta kekuatan finansial super besar.

Mereka sadar bahwa saat ini tidak mungkin memblokir arus informasi dari dunia luar melalui Internet untuk masuk ke negerinya, pun sebaliknya menahan arus dari dalam negeri keluar. Teknologi komunikasi yang semakin berkembang membuat tidak mungkinnya pemerintah mengekang warganya untuk tidak melakukan tindakan subversif dan melawan hukum secara menyeluruh. Jalan yang akhirnya ditempuh adalah membuat suatu sistem dimana rakyat selalu merasa "diawasi" ketika melakukan kegiatan komunikasi dan bertukar informasi (tidak hanya di Internet, tapi juga di ponsel dan jalur telepon fixed line).

Kegiatan seperti menutup warnet yang ketahuan penggunanya sering mengetikkan keyword "terlarang" di search engine, mengirim SMS "peringatan" ke nomor ponsel yang terdeteksi sering menelepon ke wilayah-wilayah "berbahaya", menghalangi akses ke situs-situs tertentu secara reguler tapi tidak transparan, dll. Itu adalah sebagian kegiatan Repression 2.0 yang telah dengan nyata dilakukan dan dipraktekkan secara langsung di negeri-negeri yang tersebut diatas. Belum lagi kegiatan lain yang menggabungkan represi gaya lama dengan baru, seperti mengirim banyak "intel" yang berkeliaran mengawasi warnet-warnet, memaksa operator telekomunikasi membuka data-data internal seperti data komunikasi pelanggannya, mewajibkan pengunjung warnet mendaftar lengkap dengan kartu pengenal, dsb.

Sulit membayangkan hal-hal semacam ini dilakukan di Indonesia, khususnya pasca runtuhnya Orde Baru. Namun dengan mulai semakin besarnya peran Depkominfo yang diarahkan untuk menghidupkan kembali "peran lama" Departemen Penerangan, maka kekuatiran saya ini cukup beralasan. Apalagi dengan beberapa "test case" sederhana yang dilakukan Depkominfo seperti memblokir situs yang menayangkan film Fitna, mulai mengumumkan bahwa 1 April 2008 dimulai program pemblokiran situs porno, dll.

Beberapa keadaan "aneh" juga mulai saya rasakan. sebagai pengguna berat dari layanan Blogger.com dimana saya memiliki banyak blog yang di hosting di blogspot.com, saya merasakan betapa seringnya blog-blog saya tersebut diakses hari-hari belakangan ini. Dari pengamatan sederhana saya, tampaknya domain blogspot.com itu memang on dan off secara random. Satu saat tidak bisa diakses (timed out), si satu waktu lain bisa, begitu terus dan terjadi berulang kali dalam kurun waktu 2-3 minggu ini. Dan ini hanya dirasakan di Indonesia, dengan menggunakan proxy site, blog-blog tersebut tetap bisa diakses. Artinya server blogspot.com aktif, hanya tidak bisa diakses dari Indonesia (paling tidak dari jalur Telkom Speedy yang saya pakai di rumah dan kantor).

Memang blogspot.com banyak sekali digunakan oleh para blogger Indonesia untuk melakukan kegiatan blogging, termasuk yang masuk kategori "meresahkan" pemerintah. Mungkin mulai banyak yang merasa gerah dengan keadaan ini dimana blogger demikian bebasnya mengekspresikan pendapatnya (jauh lebih besar volume informasinya dibanding masa-masa Soeharto dulu). Pasti ada yang mulai kuatir bahwa hal ini bisa "meledakkan" sesuatu dimasa datang. Sehingga seperti kodrat alamiahnya, pemerintah kemudian berusaha keras malakukan "kontrol".

Berikut kutipan asli dari dari Newsweek yang menggambarkan keadaan diatas, yang dianggap sebagai salah satu ciri-ciri Repression 2.0:

The researchers report e-mails that sometimes arrive and sometimes don't, search engines that suddenly stop accepting particular queries, words that are sometimes excised and Web sites that arbitrarily become unavailable (browsers report a failure to connect or time out).
Saya pikir, kalaupun Depkominfo atau bahkan BIN (Badan Intelijen Negara) sudah memiliki pimpinan yang punya pandangan jauh kedepan, mereka belum akan serta-merta meniru apa yang dilakukan Cina misalnya. Banyak perbedaan antara kedua negara sehingga sulit membayangkan Indonesia terjebak masuk ke era "Orde Baru 2" dengan mulai meniru Cina dalah hal ini misalnya.

Apapun yang terjadi, saya tetap "curiga" bahwa hal ini mulai akan terjadi di Indonesia, entah bagaimana mulainya... bisa jadi praktek "on/off" blogspot adalah salah satu cara percobaan menuju kesana.

Dengan semakin seringnya on/off blogspot.com, paling tidak akan terjadi dampak seperti berikut bagi blog-blog saya:
- kunjungan ke blog saya akan berkurang, rating blog saya turun
- saya mulai malas menulis karena yang membaca berkurang
- pengunjung yang selama ini rajin mulai malas berkunjung karena sering off
- akhirnya saya meninggalkan blogspot dan turun semangat untuk menulis

Inikah yang dicari para repressor di negera totalitarian terhadap rakyatnya yang senang menulis dan rajin berkespresi? Mudah-mudahan tidak terjadi di Indonesia.

Lihat juga tulisan blog saya "Terpaksa Pindah ke Wordpress" yang memuat beberapa info lebih lengkap mengenai blokir memblokir blogspot.com tidak hanya di Indonesia, tapi juga di Cina.

Written on: Asus Eee PC 4G Black

Read More......

12 April 2008

Jardiknas dan Kisruh Pengelolaanya

Masuklah ke milis Dikmenjur (salah satu milis pendidikan Indonesia yang paling ramai, 5000+ member) beberapa hari belakangan ini, ramai sekali membicarakan perpindahan pengelola Jardiknas (Jaringan Pendidikan Nasional) dari Biro Perencanaan & Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Depdiknas RI kepada Pustekom Depdiknas RI. Kalau membaca diskusinya, kisruh tampaknya bermula dari semacam adanya "kudeta" dalam proses pengalihannya, kemudian topik berkembang menjadi diskusi tajam soal anggaran (baca: uang).

Saya terus terang tidak mengikuti secara mendalam diskusi-diskusi yang terjadi dan apa yang sebenarnya sedang terjadi, namun saya sharing saja sedikit mengenai pandangan saya mengenai kasus unik ini, tentu saja dari pandangan saya yang sempit dan berada diluar lingkaran Depdiknas.

Bermula dari figur bernama Gatot HP, seorang Doktor lulusan Jerman yang bidang kompetensi utamanya adalah teknologi informasi & komunikasi (TIK). Saya kenal beliau pada saat menjabat sebagai Kepala Dikmenjur (Pendidikan Menengah Kejuruan). Pada saat itu saya kebetulan sedang mulai bergelut sebagai Kepala Sekolah SMK TI Airlangga di Samarinda. Dengan visi dan spiritnya yang tinggi, pak Gatot HP kemudian menginisiasi banyak kegiatan yang mengarah pada pemanfaatan TIK untuk sekolah-sekolah kejuruan di Indonesia.

Salah satu program yang fenomenal menurut saya adalah konsepnya untuk membuat ICT Center di setiap Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Motor setiap ICT Center adalah SMK yang dianggap paling mampu di setiap lokasi. ICT Center diharapkan mampu merangkul semua mitra potensial di daerahnya untuk diberdayakan memajukan TKI di seluruh komponen pendidikan di daerahnya masing-masing. Melalui program-program di Dikmenjur, pak Gatot HP kemudian melengkapi ICT-ICT ini dengan berbagai fasilitas berikut dananya. Jatuh bangun, berhasil tidak berhasil, akhirnya pelan-pelan terbentuklah pusat-pusat kegiatan pemberdayaan TKI untuk pendidikan di daerah-daerah. Mulai dari penyediaan akses Internet, sharing akses jaringan ke sekolah-sekolah, hingga pelatihan-pelatihan tenaga teknis TIK untuk sekolah-sekolah.

Saya kebetulan ada di lingkaran ini dan menyaksikan sendiri geliat perkembangannya, tidak hanya di Samarinda tapi juga di seluruh Indonesia melalui milis Dikmenjur di Yahoogroups yang memang awalnya dibuat untuk mendukung program-program Dikmenjur. Sangat banyak tantangan, sangat banyak kisah kegagalan, sangat banyak keluhan-keluhan para pejuangnya di lapangan dan di sudut-sudut pelosok Indonesia dalam menjalankan mimpi besar pak Gatot HP ini. Sangat banyak tabrakan teknis di lapangan, sangat banyak tabrakan sosial budaya dengan pemerintah daerah setempat, begitu banyak kritik dari kanan dan kiri Depdiknas... Namun beliau jalan terus... salut...

Hasilnya, terasa sekali! Melalui Dikmenjur, SMK-SMK memang berhasil menjadi motor didaerahnya masing-masing untuk menjadi pionir pemanfaatan TIK di sekolah-sekolah (mulai dari SD, SMP hingga SMA/K). Tentu saja tidak semua, ada daerah yang ICT Center nya mati, ada yang jalan seadanya, tapi banyak juga yang maju. Di beberapa ICT Center yang maju, tim mereka bertindak sangat profesional dalam membangun jaringan komputer dan Internet antar sekolah yang kemudian menjadi cikal-bakal Jardiknas. Suatu mimpi besar berikutnya mulai lahir...

Bandingkan dengan kisah INHERENT (jaringan komputer antar perguruan tinggi se-Indonesia) yang dikelola Dikti (Pendidikan Tinggi) Depdiknas RI. Saya lihat pengembangan INHERENT lebih banyak bersifat top-down dan formal. Jardiknas ala Dikmenjur dikelola berbasis komunitas. Ribuan teknisi dan penggunanya di lapangan adalah para "pejuang" yang sebagian besar digerakkan idealisme yang tinggi tanpa menuntut macam-macam... Maklum sebagian besar pejuang grass root Jardiknas adalah para guru di SMK yang seakan tersiram air sejuk menyaksikan sepak terjang Dikmenjur (dan pak Gatot HP) yang memang diarahkan untuk memberdayakan seluruh potensi di lapangan untuk memajukan pemanfaatan TIK di Indonesia. Orang-orang muda yang potensial dan punya kompetensi tinggi dari daerah diberikan kesempatan untuk maju ke tingkat nasional. Muncul lah nama-nama seperti Kwarta Adiprama dari Malang dan Khalid Mustafa dari Makassar (saya hanya kenal mereka dari milis). Mereka ini orang-orang daerah yang vokal dan kompeten, oleh pak Gatot HP diorbitkan dan diberi kesempatan berkiprah memajukan Dikmenjur di level nasional.

Gerakan-gerakan Dikmenjur menurut saya memang radikal dan berani.

Kemudian muncul lah program Jardiknas secara resmi. Kemudian pak Gatot HP dipindahkan ke Biro Perencanaan & Kerjasama Luar Negeri (BPKLN). Uniknya, program yang beliau rintis di Dikmenjur kemudian dibawa juga pindah ke posisi barunya. Secara logika, memang aneh... BKPLN yang merupakan sebuah alat supporting dalam organisasi tapi mengelola program teknis operasional di lapangan. Tapi, anything can happen di negeri kita.

Entah kenapa, setelah saya tidak mengikuti perkembangan karena tidak aktif lagi di SMK, saya mendengar bahwa Pustekom masuk dan langsung mengambil alih program Jardiknas. Kabarnya, Pustekom mengambil seorang pentolan Jardiknas untuk menjalankan program maha besar ini. Kemudian muncul lah pandangan-pandangan baru karena "roh" pak Gatot HP yang selama ini menjiwai semuanya kemudian hilang dan diganti oleh orang lain. Koneksi internasional 100 Mbps Jardiknas melalui Telkom (aiatu Indosat?) diputus, konon karena katanya Pustekom menganggap bahwa hal ini tidak efektif... Padahal ribuan guru dan siswa di seluruh pelosok nusantara melalui node-node ICT Center telah menikmati Internet gratis sebelumnya.

Secara alamiah, tampaknya muncul "perlawanan" atau mungkin halusnya "resistensi" terhadap gerakan-gerakan Pustekom dalam menjalankan Jardiknas. Orang-orang lapangan (berbasis komunitas ICT Center) yang selama ini "berjaya" di daerah-daerah mulai direncanakan untuk diganti perannya oleh tim lain bentukan Pustekom. Pustekom membawa vendor besar seperti Intel dan Microsoft. Dulu pak Gatot akrab dengan Cisco (karena memang fokus awal adalah membangun jaringan) dan Sun/Java (open source). Pustekom juga memperkenalkan anggaran versi mereka sebesar Rp 20+ milyar untuk maintenance Jardiknas yang dilihat "miring" oleh pejuang ICT Center yang konon hanya memerlukan Rp 3 milyar untuk melakukannya bersama komunitas yang ada.

Memang saya melihat bahwa salah satu kekuatan konsep sistem yang dibangun pak Gatot HP adalah pada konsepnya yang memadukan pengembangan komunitas daerah, pendorongan kontribusi pemerintah daerah serta kontribusi minimal dari Depdiknas pusat. Sedemikian kuatnya komunitas di daerah, sehingga banyak kegiatan yang akhirnya driver utamanya berhasil di-shift ke daerah dan pemerintah pusat tinggal sekedar "menambah" saja... Paradigma selama ini di hampir semua kegiatan pemerintah pusat, lebih cenderung terpusat dan top-down. Daerah benar-benar dianggap sebagai "dumb terminal" yang tidak perlu didengar pendapatnya.

Ikon pak Gatot HP, pelajaran KKPI (Keterampilan Komputer Pendidikan Indonesia) yang berhasil dibuat dan dijalankan di seluruh SMK se-Indonesia kemudian direncanakan untuk diganti dengan muatan yang dibawa Intel dan Microsoft.

Menurut saya sih wajar lah... disini selalu terjadi hal demikian ketika pimpinan berganti.

Namun akankah kemelut ini berlanjut dan mengancam keberadaan Jardiknas? Mudah-mudahan tidak. Biar bagaimanapun, secara nyata Jardiknas dengan segala kelemahannya adalah suatu hasil yang terbukti telah menjadi pionir dari berbagai perubahan di dunia pendidikan Indonesia dalam melihat TKI untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan kita. Sayang sekali jika harus mati sia-sia... terutama keberadaan komunitasnya serta semangat kebersamaannya yang sangat tinggi...

Update:
Berikut adalah kutipan sejarah Jardiknas versi http://jardiknas.diknas.go.id (saya copy dan paste saja disini karena takut "hilang" dari server Diknas yang menurut pengalaman sulit diharapkan untuk bisa konsisten dikelola).


Sekilas Jardiknas

Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas) adalah program pengembangan infrastruktur jaringan online skala nasional (National Wide Area Network) yang dibangun oleh Departemen Pendidikan Nasional (DEPDIKNAS) Pemerintah Republik Indonesia untuk menghubungkan antar institusi dan komunitas pendidikan se-Indonesia. Jardiknas merupakan salah satu program strategis pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk dunia Pendidikan di Indonesia. Melalui infrastruktur jaringan online (Jardiknas) diharapkan dapat mempercepat pengembangan integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi pada program pemerintah sektor pendidikan untuk kemajuan Pendidikan Indonesia saat ini dan di masa depan.

Sejarah Jardiknas

Istilah JARDIKNAS (Jejaring Pendidikan Nasional) digunakan pertama kali bulan Juli 2006 sejalan dengan program pengembangan infrastruktur ICT (Information and Communication Technology) di lingkungan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Mandikdasmen Depdiknas. Pada awalnya, PSMK Mandikdasmen Depdiknas berencana membangun infrastruktur jaringan online skala nasional untuk kebutuhan interkoneksi antar sekolah (Zona Sekolah) di setiap wilayah Kota/Kabupaten se-Indonesia. Dalam perkembangannya, infrastruktur jaringan online tersebut juga dihubungkan ke seluruh kantor Dinas Pendidikan Propinsi dan Kota/Kabupaten se-Indonesia sebagai simpul lokal JARDIKNAS di daerah (Zona Kantor Dinas). Dimana setiap kantor dinas pendidikan (sebagai simpul lokal) tersebut berkewajiban untuk mendistribusikan koneksi JARDIKNAS ke sekolah-sekolah termasuk sekolah SMK yang berfungsi sebagai ICT Center di daerah masing-masing.

Sejalan dengan program JARDIKNAS, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti Depdiknas) juga turut mengembangkan infrastruktur jaringan skala nasional khusus antar perguruan tinggi yang disebut INHERENT (Indonesia Higher Education Network). Ada 32 perguruan tinggi negeri sebagai simpul lokal INHERENT dimana simpul lokal tersebut mendistribusikan koneksinya ke perguruan tinggi lain di wilayah masing-masing. Hingga akhir tahun 2006 infrastruktur JARDIKNAS dan INHERENT belum sepenuhnya terintegrasi menjadi satu kesatuan inrastruktur jaringan pendidikan nasional secara utuh.

Pada bulan Maret 2007, infrastruktur JARDIKNAS diresmikan oleh Bapak Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada acara pembukaan konferensi regional antar Menteri Pendidikan se Asia Tenggara di Bali (SEAMEO – South East Asian Ministry Of Education). Peresmian JARDIKNAS tersebut diikuti dan disaksikan juga oleh 34 lokasi terpilih melalui sistem Video Conference JARDIKNAS secara bersamaan yang melibatkan perwakilan dari beberapa Dinas Pendidikan Propinsi, Kota/Kabupaten, Perguruan Tinggi (INHERENT) dan beberapa sekolah.

Pada bulan akhir Mei 2007, Komisi X DPR RI melakukan evaluasi terhadap program Teknologi Informasi dan Komunikasi di lingkungan Depdiknas. Hasil evaluasi tersebut mengamanahkan untuk mengintegrasikan secara utuh keberadaan infrastruktur jaringan online di lingkungan DEPDIKNAS (JARDIKNAS dan INHERENT) agar berjalan dengan lebih efektif dan efisien.

Dalam rangka integrasi Jardiknas dan Inherent tersebut, Biro Perencanaan dan KLN Sekretariat Jenderal Depdiknas ditugaskan untuk membuat perencanaan dan mengimplementasikan infrastruktur jaringan online skala nasional yang terpadu. Mulai bulan Agustut 2007 program integrasi tersebut secara resmi menggunakan satu istilah saja yaitu: JARDIKNAS (Jejaring Pendidikan Nasional). Dimana infrastruktur INHERENT yang sebelumnya berdiri sendiri, sekarang telah terintegrasi secara utuh bagian dari JARDIKNAS (zona Perguruan Tinggi)

Secara umum pada Jardiknas dibagi menjadi 4 (empat) zona jaringan, yaitu: Zona Kantor Dinas Pendidikan, Zona Perguruan Tinggi (INHERENT), Zona Sekolah dan Zona Personal. Pembagian zona didasarkan pada kondisi geografis, ketersediaan teknologi, skala kebutuhan, fungsi dan manfaat program Jardiknas untuk setiap institusi dan komunitas pendidikan.


Read More......

11 April 2008

Surat Balasan Jerry Yang untuk Steve Ballmer

Jerry dan Yahoo ternyata kokoh juga bertahan untuk "melawan" raksasa Microsoft. Setelah surat keras penuh ancaman dari Microsoft hari Jumat sebelumnya (baca tulisan saya sebelum ini), maka Jerry Yang sebagai CEO & Founder Yahoo membalas hari Senin dengan surat lebih sopan tapi kokoh pada pendirian untuk menolak Microsoft masuk mengambil alih Yahoo.

Sekali lagi, saya mengikuti perkembangan peristiwa ini dengan penuh interest, bukan hanya karena banyak pelajaran manajemen bisnis yang bisa dipetik, tapi karena penggabungan kedua perusahaan besar IT ini akan membawa dampak luar biasa besar bagi perkembangan dunia teknologi informasi global di masa depan.

Bagi saya pribadi, menyaksikan perkembangan luar biasa pesat dari Google membawa banyak hal positif bagi masyarakat global, namun disisi lain juga sekaligus membawa kekuatiran. Jika tidak ada yang bisa "menantang" Google dalam waktu dekat ini, maka Google akan menjadi seperti Microsoft di dunia OS (operating system) PC.

Secara logika, memang butuh kekuatan besar untuk mampu melawan Google di kancah peperangan merebut kekuasaan bisnis online. Namun sebenarnya, saya juga tidak terlalu takut bahwa akan tidak ada yang bisa melawan Google kecuali perusahaan besar juga. Ingat sejarah Google sendiri yang dulu dimulai dengan sebuah search engine kecil namun karena kreativitas dan kerja keras, mereka bisa menggurita seperti saat ini.

Cukup berargumen, berikut saya copy & paste saja surat Jerry Yang sebagai CEO Yahoo ke Microsoft, tentu saja dalam bahasa Inggris. Intinya adalah Yahoo menolak tawaran/proposal Microsoft untuk mengambil alih Yahoo dengan harga saham $3 per lembar. Yahoo menganggap bahwa tawaran itu terlalu rendah dan akan tidak membawa keuntungan sepadan bagi para pemilik saham Yahoo. Mengenai ancaman Microsoft, Yahoo menyebutnya tidak sejalan dengan statement Ballmer yang menginginkan pengambilalihan secara damai sebelumnya. Yahoo juga yakin bahwa para pemilik saham akan berada dibelakang mereka.

Berikut kutipan suratnya yang diedit oleh CNET News.com:

Dear Steve:

Our board has reviewed your most recent letter with regard to the unsolicited proposal you made to acquire Yahoo on January 31, 2008.

Our board carefully considered your unsolicited proposal, unanimously concluded that it was not in the best interests of Yahoo and our stockholders, and rejected it publicly on February 11, 2008.

Our board cited Yahoo's global brand, large worldwide audience, significant recent investments in advertising platforms and future growth prospects, free cash flow and earnings potential, as well as its substantial unconsolidated investments, as factors in its decision.

At the same time, we have continued to make clear that we are not opposed to a transaction with Microsoft, if it is in the best interests of our stockholders. Our position is simply that any transaction must be at a value that fully reflects the value of Yahoo, including any strategic benefits to Microsoft, and on terms that provide certainty to our stockholders.

Since disclosing our board's position with respect to your proposal, we have presented our three-year financial and strategic plan to our stockholders, which supports our board's determination that your unsolicited proposal substantially undervalues Yahoo. Those meetings with our stockholders have also provided us an opportunity to hear their views.

We have continued to launch new products and to take actions which leverage our scale, technology, people, and platforms, as we execute on the strategy we publicly articulated. Today, in fact, we are announcing AMP from Yahoo, a new advertising management platform designed to dramatically simplify the process of buying and selling ads online.

Finally, our board has been actively and expeditiously exploring our strategic alternatives to maximize stockholder value, a process which is ongoing. All of these actions have been driven by our overarching commitment to maximize stockholder value.

Our board's view of your proposal has not changed. We continue to believe that your proposal is not in the best interests of Yahoo and our stockholders. Contrary to statements in your letter, stockholders representing a significant portion of our outstanding shares have indicated to us that your proposal substantially undervalues Yahoo. Furthermore, as a result of the decrease in your own stock price, the value of your proposal today is significantly lower than it was when you made your initial proposal.

In contrast to your assertions about the effect of general economic conditions on our business, Yahoo's business forecasts are consistent with what we outlined in our last earnings call.

As you know, we recently reaffirmed our Q1 and full-year guidance, which is a testament to our ability to perform in line with our expectations despite the current economic environment.

In addition, our three-year financial and strategic plan, which we have made public, demonstrates significant potential upside not previously communicated to the financial markets. This plan has received positive feedback from our stockholders, further strengthening the view that Yahoo is worth well more as a standalone company than the value offered in your proposal, and would be even more valuable to Microsoft.

Your own statements have made clear the strategic importance of Yahoo's substantial assets and capabilities to Microsoft.

We regret to say that your letter mischaracterizes the nature of our discussions with you. We have had constructive conversations together regarding a variety of topics, including integration and regulatory issues.

Your comment that we have refused to enter into negotiations to conclude an agreement are particularly curious, given we have already rejected your initial proposal, nominally $31 per share at the time, for substantially undervaluing Yahoo, and your suggestions in your letter and the media that you are considering lowering the value of your proposal. Moreover, Steve, you personally attended two of these meetings and could have advanced discussions in any way you saw fit.

As to antitrust, we have discussed with you our concerns. Any transaction between us would result in a thorough regulatory review in multiple jurisdictions. As a follow-up to a recent meeting among our respective legal advisers, we had on this topic, and at your request, we provided to you on March 28 a list of additional information we would need to further our understanding of the regulatory issues associated with any transaction. To date, you have still not provided any of the requested information.

We consider your threat to commence an unsolicited offer and proxy contest to displace our independent board members to be counterproductive and inconsistent with your stated objective of a friendly transaction. We are confident that our stockholders understand that our independent board is best positioned to objectively and knowledgeably evaluate our company's alternatives and to maximize value.

In conclusion, please allow us to restate our position, so there can be no confusion. We are open to all alternatives that maximize stockholder value. To be clear, this includes a transaction with Microsoft, if it represents a price that fully recognizes the value of Yahoo on a standalone basis and to Microsoft, is superior to our other alternatives, and provides certainty of value and certainty of closing.

Lastly, we are steadfast in our commitment to choosing a path that maximizes stockholder value, and we will not allow you or anyone else to acquire the company for anything less than its full value.

Very truly yours,

Roy Bostock, chairman of the board
Jerry Yang, chief executive officer


Update 18 Mei 2008:
Akhirnya Microsoft menarik diri dari usaha mengambil alih Yahoo, termasuk menarik ancaman-ancamannya untuk melakukan tindakan mempengaruhi pemegang saham secara langsung. Entah apa sebabnya, saya tidak tahu. Banyak spekulasi muncul, tapi prinsipnya tidak ada yang tahu apa yang menyebabkan Microsoft mundur.

Written on: Asus Eee PC 4G Black

Read More......

10 April 2008

Mengapa Pilih Blogging di Blogger atau Wordpress?

Banyak teman yang tanya kenapa saya pilih ngeblog di situs gratisan seperti Blogger dan bukan sewa hosting sendiri dengan domain name tersendiri. Pertanyaan yang wajar karena mungkin mereka melihat betapa saya mulai serius menggeluti dunia blog dan melihat jumlah blog posting saya yang sudah lebih 200 judul.

Beberapa hal yang terpikir oleh saya untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah seperti berikut... Kebetulan saya pengguna "serius" dari Blogger (atau sering juga lebih dikenal sebagai Blogspot) dan hanya pengguna "asal lewat" dari Wordpress. Tapi saya pernah ngoprek cukup jauh aplikasi blog Wordpress versi open source, contohnya ada di www.hri.or.id yang di host di server sewaan. Jadi pandangan saya ini akan lebih banyak mengulas keduanya.

Alasan paling utama, Blogger dan Wordpress bebas iklan. Jadi konotasi "gratisan" yang dulu sering diidentikkan dengan banyaknya iklan tidak relevan bisa langsung dihapuskan. Tidak ada iklan sama sekali dimana kita diwajibkan untuk menayangkannya di blog yang kita miliki. Yang ada hanya top bar tipis yang bagian paling atas dari blog kita yang berisi navigasi yang disediakan mereka, tapi ini bisa dihilangkan dengan mudah seperti yang anda lihat dibagian atas blog saya ini, bersih...

Kemudian aspek backing alias pendukung. Blogger memiliki backing luar biasa kuat dibelakang mereka yang dapat menjamin bahwa layanan ini tidak akan mati cepat, bahkan bisa dikatakan tidak akan pernah mati/bangkrut. Blogger adalah salah satu proyek unggulan milik Google Inc. Dari mana Google dapat uang menyediakan situs blog gratisan bagi jutaan blogger di dunia ini? Jawabnya agak rumit, saya akan tulis lain waktu khusus untuk masalah ini, mudah-mudahan kesampaian. Untuk siapa backing Wordpress, saya belum lakukan riset, mungkin anda punya info?

Jadi, blog kita dijamin tidak akan tiba-tiba hilang dan kita kehilangan seluruh data tulisan blog dan segala atribut didalamnya termasuk statistik dan komentar pengunjung yang sangat berharga. Jika kita menyewa hosting sendiri, bisa jadi kita terlambat bayar sewa tahunan misalnya, hal ini akan mengakibatkan situs blog kita itu terhapus... Rasanya tidak ada yang lebih buruk yang bisa terjadi atas seorang blogger aktif kecuali melihat blognya musnah...

Kemudian, lagi-lagi terutama di Blogger, mungkin karena eratnya hubungan search engine Google dengan Blogger (dibawah 1 atap Google Inc.), maka entah disengaja atau tidak, proses crawling oleh GoogleBot untuk dimasukkan ke database search dari Google terasa cepat sekali. Saya tulis blog saya saat ini, dalam waktu kurang dari 30 menit tulisan itu sudah ada di database Google. Ini bisa dibuktikan dengan mencarinya langsung dari Google. Hal ini sangat membantu untuk meningkatkan aksesibilitas publik ke blog kita. Ini juga terjadi dengan saya dimana 80% persen pengunjung yang masuk ke blog saya ini berasal dari pengunjung yang menemukan blog saya melalui pencarian di Google.

yang berikutnya, kemudahan mengelolanya. Ibaratnya, "kambing bunting" juga bisa dengan mudah melakukannya, apalagi yang serius... Bahkan keduanya sudah ada versi bahasa Indonesia secara penuh. Jadi akan sangat mengurangi kadar intimidasi atau tekanan pada para blogger pemula yang memiliki bahasa Inggris pas-pasan.

Lainnya? Dukungan komunitas. Keduanya saat ini de facto adalah 2 layanan terdepan dari sisi penggunanya di seluruh dunia. Saya tidak punya data akurat. Artinya ada jutaan orang yang menggelutinya dan sebagian besar adalah orang-orang yang tidak pernah berhenti mengembangkan segala sesuatu yang berkenaan dengan Blogger dan Wordpress. Lihat saja jumlah theme dan template yang bertebaran di Internet yang bisa diambil dengan mudah dan dipasang ke blog kita. Belum lagi berbagai macam forum diskusi dan situs/blog yang didedikasikan khusus untuk membantu para blogger yang memakai Blogger dan Wordpress untuk meningkatkan kualitas blog mereka.

Lalu, apa lagi keunggulan Blogger dan Wordpress? Rasanya masih banyak... namun untuk saat ini cukup hingga disini dulu, saya musti tutup Eee PC saya karena sudah harus bergerak ke tempat lain :-)

Silahkan share juga pendapat dan pengalaman anda yang lain disini...

Tambahan dari pak Setyo Nugroho yang menurut saya sangat bagus dan membuat Wordpress unggul jauh dibanding Blogger:

Pilihan saya jatuh ke wordpress, karena selain cukup populer, dan wordpress juga cukup fleksibel, dalam arti kalau suatu saat saya mau pakai server/hosting sendiri, di wordpress.com tersedia fasilitas export-import, dan juga tersedia software open source wordpress yang bisa didownload dari http://wordpress.org dan diinstall sendiri. Jadi kalau suatu saat saya kangen untuk coding dan mengutak-atik PHP, HTML, dan kawan-kawannya, saya masih bisa melakukannya di luar server wordpress.com.

Written on: Asus Eee PC 4G Black

Read More......

08 April 2008

Renungan Nasional: Belajar dari Film Fitna & Pemblokiran Massal Internet di Indonesia

Akhirnya siang ini pemblokiran massal oleh para ISP Indonesia terhadap situs-situs yang menjadi sumber disimpan dan ditayangkannya film Fitna dilakukan. Film yang saya anggap film kampungan dengan kualitas seadanya. YouTube.com adalah yang paling banyak diblokir oleh ISP. Telkom bahkan kalap memblokir 7 situs besar termasuk yang sangat populer di Indonesia seperti multiply.com, rapidshare.com dan myspace.com. Dijamin banyak orang akan teriak, terutama bagi yang punya blog dan penyimpanan foto di multiply.com dan myspace.com. Saya pikir, melihat gejala "kalapnya" ISP dipicu mulai "ngawurnya" Menkominfo akan semakin meluas bila tidak ada upaya menghentikan atau merasionalisasikan pemikiran dan tindakan mereka.

Bayangkan, info dari pak Sandjaja Kosasih, rekan saya yang pakar dunia Internet, ada cukup banyak film Fitna yang disimpan di Google Video di video.google.com serta di Yahoo Video di video.yahoo.com. Apakah artinya dalam waktu dekat pemerintah Indonesia akan memblokir google.com dan yahoo.com? Bayangkan, itu langkah mundur puluhan tahun kebelakang...

Dari pengamatan saya, beberapa info film Fitna juga di host di banyak blog orang Indonesia yang sebagian besar ada di blogger.com dan wordpress.com. Apakah situs gratis penyedia ruang blogging ini juga akan ditutup? Gila kalau ya... Kedua blog site ini telah menyumbang begitu banyak manfaat bagi perkembangan Internet di Indonesia, termasuk dengan keberadaan blog saya yang sedang anda baca ini. Artinya memang harus ada tindakan untuk menghentikannya.

Friendster juga? Bisa jadi, info sangat bebas ada disini, yang sangat banyak diakses di Indonesia. In fact, ini adalah situs terbanyak diakses dari Indonesia versi Alexa.com. Mau diblokir juga karena mengandung banyak link ke film Fitna?

Saya melihat dari hasil pengamatan setelah diundangkannya UU ITE, banyak pihak mulai jadi reaktif dan jadi "bablas". Ya.. Roy Suryo yang mulai malas browsing dan mengamati perkembangan di grass root, ya.. Menkominfo yang awalnya tampak intelek dan sangat menguasai bidangnya tapi ternyata gaptek juga, ya.. ISP terutama yang plat merah (Telkom dan Indosat) yang tiba-tiba jadi pahlawan kesiangan dengan memblokir gaya "babat alas".

Mungkin sudah perlu suatu gerakan sistematis "ganyang Depkominfo" atau mungkin yang lebih halus "hadang pemblokiran Internet", atau lebih halus lagi "selamatkan anak-cucu kita dari pemblokiran Internet". Harus ada pihak yang mau secara bijak bisa membangun mekanisme komunikasi antar para pemegang kekuasaan dengan para pemain grass root teknologi informasi yang sangat cerdas dan kritis. Komunikasi yang terjaga baik akan menghasilkan suatu pembelajaran yang akan bermanfaat bagi hitam-putihnya perkembangan dunia teknologi informasi di Indonesia.

Harus disadari bahwa kita semua terkejut dengan cepatnya perkembangan dunia digital global tanpa batas yang kita alami saat ini. Secara legal, kultural, sosial dll kita tidak siap. Tidak ada perangkat kemasyarakatan, perangkat bernegara, birokrasi, hukum, yang bisa mengikuti perkembangannya dengan baik. Semua orang didunia ini sedang belajar keras menyesuaikan diri dengan perubahan yang berubah cepat sekali. Dalam keadaan seperti ini, tidak ada orang yang lebih pintar dibanding yang lain. Dunia teknologi informasi adalah dunia maha luas yang terdiri dari interseksi banyak disiplin ilmu yang saling berinteraksi satu sama lain.

Seharusnya Menkominfo mau menyempatkan diri membaca ratusan tulisan para blogger yang bertebaran di Internet memberi masukan mengenai permasalahan-permasalahan per-kominfo-an di negeri ini, sebelum memutuskan hal-hal penting terutama yang berkenaan dengan masyarakat banyak. Ini adalah bagian dari "knowledge management" alamiah dunia IT kita yang sudah ada dan bisa dimanfaatkan saat ini juga.

Lha... wong zaman gini... mau beli kamera digital pun kita akan menyempatkan melihat review dan segala info berkenaan dengan kamera yang akan kita beli melalui Internet sebelum memutuskan membelinya. Apalagi berkenaan dengan keputusan yang mempengaruhi masa depan bangsa ini.

Tiada hal yang bisa diselesaikan oleh hanya 1 orang dengan kompetensi dan wawasan yang pasti sempit. Dibutuhkan pola atau mekanisme rembug nasional yang melibatkan banyak pihak untuk dapat mencermati, menarik hikmah dan akhirnya mengambil sikap yang paling pas sesuai keadaan dan zamannya. Dibutuhkan suatu perangkat pengelolaan knowledge skala nasional agar kita bisa dengan bijak belajar dari pengalaman banyak pihak dan menarik benang merah dan simpul hikmah terbaik sesuai budaya bangsa kita yang besar ini.

Ini dunia baru... butuh orang-orang dengan pikiran baru... yang akan membawa kita ke generasi baru penuh harapan dan kegemilangan...

Jaya Indonesiaku...

Written on: Asus Eee PC 4G Black

Read More......