24 January 2012

CEO Baru RIM: Kombinasi Kekuatan Kanada dan Jerman

Thorsten Heins, lulusan Program Master di Universitas Hannover Jerman bidang Science & Physics, mantan Chief Technology Officer di Siemens Communications Division, Januari ini diangkat menjadi CEO (Chief Executive Officer) dan President RIM sang pemilik BlackBerry. Setelah mengabdi beberapa waktu di RIM sebagai COO (Chief Operating Officer) bidang Product Engineering, Thorsten Heins saat ini menjadi orang nomor satu di RIM. Mampukah dia membawa RIM bangkit dan kembali ke masa jayanya? Yang menarik adalah bahwa ternyata Thorsten Heins adalah "asli" Jerman. RIM sendiri adalah perusahaan yang sukses karena "asli" Kanada. Ke-Kanada-an RIM yang unik ternyata mampu membawa kejayaan. Saat ini RIM menghadapi persaingan yang sangat tajam dengan saingan tingkat tinggi dari raksasa seperti Apple, Google, Samsung, Nokia, Microsoft, dll. Mampukah kehebatan engineering ala Jerman yang digabung dengan kreativitas ala Kanada mampu membawa sesuatu yang inovatif dan kemenangan di pasar global? Kita tunggu bersama. Pemilihan CEO suatu perusahaan sekelas RIM memang bukanlah hal yang gampang dilakukan. Pencarian mempertimbangkan banyak aspek, calon juga berasal dari seluruh dunia.

Pada kasus Nokia sebelumnya, yang terjadi adalah seorang berkebangsaan Kanada bernama Stephen Elop yang dibesarkan oleh Microsoft di Amerika Serikat, akhirnya ditunjuk menjadi CEO Nokia yang asli dari tanah Eropa Utara yaitu Finlandia. Nokia sukses karena keunikan gaya dan strategi manajemen ala Finlandia. Hampir seluruh pejabat kunci adalah orang asli Finlandia. Namun ketika krisis melanda perusahaan, pilihan jatuh pada pemimpin berdarah Kanada dengan pengalaman Amerika.

Pada kasus di Indonesia, ada banyak raksasa perusahaan yang beroperasi di negeri kita juga menggunakan CEO dari luar. Beberapa contoh adalah Gunther Scherz (Proton Indonesia), Keizo Okue (Mazda Indonesia), Erik Meijer (Telkomsel kemudian ke Bakrie Telecom), Hasnul Suhaimi (XL Axiata). Mereka terbukti memang mampu membuat perubahan berarti bagi organisasinya. 

05 January 2012

Kodak Bangkrut

Sulit menerima kenyataan ini, namun "sang penemu" teknologi "kodak" alias kamera dan foto akhirnya akan tutup buku dan dinyatakan bangkrut. Dengan hutang mencapai $ 1 milyar atau hampir Rp 9 triliun, perusahaan dengan 19 ribu karyawan ini akan segera mengajukan permohonan untuk proteksi kebangkrutan, suatu peraturan di Amerika Serikat yang sering disebut sebagai Chapter 11. Kodak yang memiliki hak paten terdaftar atas 1100 penemuan ini secara tragis tidak mampu bersaing di pasar modern yang sedemikian kompetitif. Anda yang berumur diatas 35 tahun pasti kenal dengan istilah "kodak" yang sempat diartikan sebagai kamera puluhan tahun lalu. Kemudian seorang juru foto pun dipanggil dengan istilah "Mat Kodak". Itulah gambaran betapa Kodak adalah rajanya teknologi dan bisnis fotografi. Ulasan lebih lanjut akan segera saya susulkan. Lihat berita awal di The Wall Street Journal disini.

03 January 2012

Parental Control di Android Market dan Apple App Store


Dengan semakin luasnya penggunaan gadget berbasis Android dan iOS di kalangan masyarakat Indonesia, termasuk anak-anak, maka sangat penting bagi para orangtua untuk dapat menjaga keamanan anak-anaknya dalam memanfaatkan gadget canggih ini. Salah satu hal paling penting adalah mengatur akses ke Android Market (dari gadget) dan dan Apple App Store (dari iTunes). Saya sangat sering mendapati content seperti aplikasi yang berbau pornografi di kedua market diatas. Download aplikasi bisa dilakukan dengan sangat mudah oleh anak-anak dibawah umur, jangan sampai mereka bisa melakukannya untuk aplikasi atau content yang belum sesuai dengan umurnya. Caranya? Silahkan ikuti petunjuk berikut ini.

26 December 2011

Samsung Galaxy S II Duo dengan 2 SIM Card

Samsung makin mapan dalam kemampuan mereka mengikuti kemauan pasar. Mereka mampu melakukan product development sangat cepat, membawanya ke manufacturing process juga dengan waktu yang sangat cepat, mendistribusikannya secara kilat ke seluruh dunia, dan tentu saja mampu memasarkannya secara luas, cepat dan efektif. Suatu perpaduan kompetensi korporat yang sangat canggih dan sulit untuk ditiru oleh pesaing lain. Nokia terbukti sangat lambat, demikian juga Apple. HTC cukup cepat namun tampaknya kehilangan kedalaman dalam teknologi masing-masing fitur yang dibuat. Samsung mampu menggabungkan luasnya cakupan bisnis mereka. Screen technology dipasok oleh divisi teknologi televisi, desain case dipasok oleh kehebatan mereka dalam fabrikasi consumer electronics yang begitu beragam jenis produknya, jaringan distribusi dan pemasaran yang sudah sangat kuat dan tersebar di seluruh pelosok bumi, dll.

Berikut ini pengumuman terbaru Samsung dengan diluncurkannya Galaxy S II Duo dengan 2 SIM Card (CDMA2000 and GSM support). Saat diluncurkan hanya akan dirilis di Cina. Hanya berselang beberapa bulan dari peluncuran Galaxy S II versi SIM Card tunggal, mereka mampu menghadirkan versi double SIM Card. Anda mau? Atau anda perlu? Saya pikir Indonesia sangat pas untuk jenis smartphone ini. Apakah akan kompatibel dan smooth berjalan diatas Android? Kita tunggu saja. Lihat detail berita dan spesifikasi disini.

25 December 2011

Aplikasi Mobile Blogging: Blogger vs Blogaway

Beberapa hari ini saya jadi kembali bersemangat menulis blog karena munculnya aplikasi Blogger untuk Android. Aplikasi ini dibuat langsung oleh Google, sang pemilik Blogger sekaligus Android. Sebelumnya aplikasi semacam ini juga sudah ada seperti Blogaway yang sedang saya pakai saat ini. Wordpress juga telah memiliki aplikasi pengelolaan blog secara mobile sejak lama. Namun terjunnya Google setelah sekian lama tidak peduli tentunya membawa kesegaran tersendiri bagi para blogger. Terutama bagi saya yang memiliki banyak blog by Blogger.

Namun setelah menggunakan kedua aplikasi, satu Blogaway yang telah lama beredar serta Blogger yang baru muncul, saya berkesimpulan bahwa Blogger perlu waktu untuk sampai ke tahapan mapan. Aplikasi pengelolaan blog di layar ponsel yang sangat sempit serta processing power yang terbatas, pasti berbeda dengan aplikasi desktop. Apalagi bagi saya yang memakai layar kurang dari 3.5 inch dan prosesor tunggal dibawah 1 GHz.

Dengan lahan layar yang sangat sempit, maka kesederhanaan adalah suatu hal mutlak. Navigasi & gerakan kursor di seantero tulisan yang panjang harus mudah dikontrol. Keberadaan keyboard juga tidak boleh mengganggu fungsi lain.

Foursquare Makin Berguna

Saat anda tiba di suatu daerah yang belum anda kenal, biasanya anda akan bertanya pada orang sekitar tentang banyak hal berkaitan lokasi. Dimana tempat makan terdekat?  ATM, terminal bis, tempat belanja, dokter, dll. Sekarang anda dengan mudah bisa langsung buka aplikasi Foursquare di smartphone untuk menjawab hampir semua keingintahuan anda tersebut. Walau terkadang agak lelet namun tetap berguna.

Hebatnya lagi, untuk Indonesia, rasanya hampir tidak ada "blank spot" terutama di daerah ramai penduduk. Bahkan di lokasi pelosok pun ada saja venue Foursquare yang telah dibuat oleh para user. Hal ini dipicu juga dengan begitu mudahnya penggunaan fitur "add venue" di aplikasi mobile Foursquare. Tinggal berdiri di lokasi venue, aktifkan GPS, masuk ke aplikasi Foursquare, add new venue, isi selengkapnya info yang berkaitan dengan venue tersebut, voila.. venue anda langsung jadi. Jika ada info yang ingin dirubah anda tinggal edit venue di komputer via web. Saat ini aplikasi mobile Foursquare sudah sampai pada versi yang sangat stabil dan kaya fitur bermanfaat.

Salah satu fitur menarik yang sudah banyak dipakai para pengguna dan sangat berguna untuk para pengguna lain adalah fitur "List". Pengguna bisa membuat list venue tertentu via web. Misalnya "Top Hotel di Yogyakarta" atau "Wisata Kuliner Bandung". List ini bisa di-follow oleh pengguna lain. Dalam banyak kesempatan, saya mendapatkan manfaat luar biasa dari fitur ini.

Aplikasi Blogger untuk Android Akhirnya Muncul

Sebagai blogger aktif hari begini, tentu saja dibutuhkan moda menulis yang lebih dari pada sekedar tulis via web application. Aplikasi kelola blog via mobile adalah suatu keharusan. Wordpress sebagai salah satu pelopor aplikasi blog telah melakukannya bertahun-tahun yang lalu. Aneh bin ajaib, Google sebagai pemilik aplikasi blog Blogger hingga beberapa hari lalu tidak memiliki aplikasi kelola Blogger via mobile. Padahal Google adalah pemilik Android yang sudah ditongkrongi oleh Wordpress sekian lama. Apa pasal? Rasanya hanya Google yang tahu jawabannya.

Namun akhirnya penantian para pemilik blog di Blogger berakhir juga. Beberapa hari lalu Google secara resmi meluncurkan aplikasi Blogger untuk Android. Tapi sayang belum bisa diakses di Android Market secara langsung bagi pengguna dari Indonesia. Saya terpaksa download raw installer file APK dari MegaUpload. Tulisan ini langsung ditulis dan saya upload via aplikasi baru ini. Jujur saja aplikasi ini terasa sangat baik dan ringan dibanding Wordpress for Android yang pernah saya pakai beberapa tahun lalu. Mantap!