Berikut kuliah yang sangat fundamental dan prinsipil bagi para pembelajar teknologi informasi, terutama untuk yang mendalami ilmu komputer dan pemrograman. Disampaikan oleh pengajar kelas dunia dari perguruan tinggi kelas dunia MIT (Massachusetts Institute of Technology). Mata kuliah ini menggunakan Phyton sebagai bahasa dasar untuk pembelajaran. Sayangnya video ini dalam Bahasa Inggris, namun bagi para penggila TI tentu tidak masalah, terutama saat sudah masuk ke bagian yang sangat teknis. Seri video kuliah ini terdiri dari 24 video yang merupakan pertemuan kuliah sebenarnya di MIT (2 kali pertemua per minggu @ 1 jam). Semoga dapat menjadi inspirasi bagi para dosen Indonesia serta menjadi sumber ilmu dasar bagi para pembelajar TI di negeri tercinta.
Search This Blog
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
26 September 2014
Kuliah Kelas Dunia: Computer Science and Programming (Prof. Eric Grimson & Prof. John Guttag dari MIT)
Berikut kuliah yang sangat fundamental dan prinsipil bagi para pembelajar teknologi informasi, terutama untuk yang mendalami ilmu komputer dan pemrograman. Disampaikan oleh pengajar kelas dunia dari perguruan tinggi kelas dunia MIT (Massachusetts Institute of Technology). Mata kuliah ini menggunakan Phyton sebagai bahasa dasar untuk pembelajaran. Sayangnya video ini dalam Bahasa Inggris, namun bagi para penggila TI tentu tidak masalah, terutama saat sudah masuk ke bagian yang sangat teknis. Seri video kuliah ini terdiri dari 24 video yang merupakan pertemuan kuliah sebenarnya di MIT (2 kali pertemua per minggu @ 1 jam). Semoga dapat menjadi inspirasi bagi para dosen Indonesia serta menjadi sumber ilmu dasar bagi para pembelajar TI di negeri tercinta.
03 March 2012
Mengutip Tweet dalam Tulisan Ilmiah
Tweet dalam Twitter semakin diakui dan bahkan diperbolehkan oleh MLA (Modern Language Association) untuk dikutip dalam tulisan ilmiah. Tentu saja kutipan ilmiah demikian juga harus difilter oleh para pengutip sesuai "kelayakan" ilmiah. Berikut cara mengutip tweet dari Twitter yang dikutip dari situs MLA di www.mla.org.
Nama Belakang, Nama Depan (Username). "Keseluruhan tweet tanpa dipotong dan tanpa diubah sedikitpun." Tanggal, Jam. Tweet.
Contoh:
Athar, Sohaib (ReallyVirtual). “Helicopter hovering above Abbottabad at 1AM (is a rare event).” 1 May 2011, 3:58 p.m. Tweet.
MLA secara spesifik menyebut Twitter sebagai sumber tweet yang dimaksud, artinya sementara tweet dari sumber lain belum diatur. Apabila nama belakang dan nama depan tidak ada, maka bisa hanya menggunakan user name tanpa diberi kurung. Menarik juga melihat standar tersebut tidak mencantumkan alamat URL, apalagi kita tahu sungguh sulit mencari (search tweet) di Twitter atas suatu tweet yang spesifik. Jika demikian, akan cukup sulit membuktikan kebenaran sumber kutipan karena sulitnya melacak balik tweet asli (tracing back).
Namun MLA pasti memiliki dasar atas itu. Salah satunya adalah karena Twitter saat ini telah memiliki advanced search dimana kita bisa mencari tweet di database Twitter berdasar berbagai parameter. Silakan coba disini:
https://twitter.com/search-advanced
Adanya fitur pencarian di Twitter tersebut juga membuka banyak peluang bagi para peneliti untuk mengembangkan obyek penelitiannya ke milyaran tweet lain yang relevan atau memiliki makna tersendiri.
Apakah di Indonesia bisa mulai dipakai di skripsi, thesis, disertasi, jurnal? Tergantung ketentuan masing-masing institusi penerbit tentunya. Atau sudah ada yang mendengar dari Pusat Bahasa Kemdikbud tentang hal ini? Silahkan periksa situs mereka disini:
http://pusatbahasa.kemdiknas.go.id
Update 21 Oktober 2015:
Berikut adalah standar dari APA (American Psychological Association) yang dipakai sebagai acuan oleh hampir semua lembaga pendidikan tinggi dan penelitian di Indonesia.
Tweet perorangan atau individu:
Nama Belakang, Singkatan Nama Depan. [Username]. (Tanggal, Bulan, Tahun). Keseluruhan tweet tanpa dipotong dan tanpa diubah sedikitpun [Tweet]. Diambil dari http://....
Contoh:
Gates, B. [BillGates]. (2013, February 26). #Polio is 99% eradicated. Join me & @FCBarcelona as we work to finish the job and #EndPolio [Tweet]. Retrieved from https://twitter.com/BillGates/status/306195345845665792
Penyebutan kutipan dalam badan tulisan:
(Gates, 2013)
Tweet dari grup atau organisasi:
Nama organisasi atau grup atau lainnya. [Username]. (Tanggal, Bulan, Tahun). Keseluruhan tweet tanpa dipotong dan tanpa diubah sedikitpun [Tweet]. Diambil dari http://....
Contoh:
Stanford Medicine [SUMedicine]. (2012, October 9). Animal study shows sleeping brain behaves as if it's remembering: http://stan.md/RrqyEt #sleep #neuroscience #research [Tweet]. Retrieved from https://twitter.com/SUMedicine/status/255644688630046720
Penyebutan kutipan dalam badan tulisan:
(Stanford Medicine, 2012)
Untuk pengutipan terhadap status di Facebook, silakan lihat dokumen resmi APA di http://blog.apastyle.org/apastyle/social-media/
Nama Belakang, Nama Depan (Username). "Keseluruhan tweet tanpa dipotong dan tanpa diubah sedikitpun." Tanggal, Jam. Tweet.
Contoh:
Athar, Sohaib (ReallyVirtual). “Helicopter hovering above Abbottabad at 1AM (is a rare event).” 1 May 2011, 3:58 p.m. Tweet.
MLA secara spesifik menyebut Twitter sebagai sumber tweet yang dimaksud, artinya sementara tweet dari sumber lain belum diatur. Apabila nama belakang dan nama depan tidak ada, maka bisa hanya menggunakan user name tanpa diberi kurung. Menarik juga melihat standar tersebut tidak mencantumkan alamat URL, apalagi kita tahu sungguh sulit mencari (search tweet) di Twitter atas suatu tweet yang spesifik. Jika demikian, akan cukup sulit membuktikan kebenaran sumber kutipan karena sulitnya melacak balik tweet asli (tracing back).
Namun MLA pasti memiliki dasar atas itu. Salah satunya adalah karena Twitter saat ini telah memiliki advanced search dimana kita bisa mencari tweet di database Twitter berdasar berbagai parameter. Silakan coba disini:
https://twitter.com/search-advanced
Adanya fitur pencarian di Twitter tersebut juga membuka banyak peluang bagi para peneliti untuk mengembangkan obyek penelitiannya ke milyaran tweet lain yang relevan atau memiliki makna tersendiri.
Apakah di Indonesia bisa mulai dipakai di skripsi, thesis, disertasi, jurnal? Tergantung ketentuan masing-masing institusi penerbit tentunya. Atau sudah ada yang mendengar dari Pusat Bahasa Kemdikbud tentang hal ini? Silahkan periksa situs mereka disini:
http://pusatbahasa.kemdiknas.go.id
Update 21 Oktober 2015:
Berikut adalah standar dari APA (American Psychological Association) yang dipakai sebagai acuan oleh hampir semua lembaga pendidikan tinggi dan penelitian di Indonesia.
Tweet perorangan atau individu:
Nama Belakang, Singkatan Nama Depan. [Username]. (Tanggal, Bulan, Tahun). Keseluruhan tweet tanpa dipotong dan tanpa diubah sedikitpun [Tweet]. Diambil dari http://....
Contoh:
Gates, B. [BillGates]. (2013, February 26). #Polio is 99% eradicated. Join me & @FCBarcelona as we work to finish the job and #EndPolio [Tweet]. Retrieved from https://twitter.com/BillGates/status/306195345845665792
Penyebutan kutipan dalam badan tulisan:
(Gates, 2013)
Tweet dari grup atau organisasi:
Nama organisasi atau grup atau lainnya. [Username]. (Tanggal, Bulan, Tahun). Keseluruhan tweet tanpa dipotong dan tanpa diubah sedikitpun [Tweet]. Diambil dari http://....
Contoh:
Stanford Medicine [SUMedicine]. (2012, October 9). Animal study shows sleeping brain behaves as if it's remembering: http://stan.md/RrqyEt #sleep #neuroscience #research [Tweet]. Retrieved from https://twitter.com/SUMedicine/status/255644688630046720
Penyebutan kutipan dalam badan tulisan:
(Stanford Medicine, 2012)
Untuk pengutipan terhadap status di Facebook, silakan lihat dokumen resmi APA di http://blog.apastyle.org/apastyle/social-media/
09 March 2011
Review SNMPTN Online Jalur Undangan 2011
Sungguh menarik menyaksikan berbagai layanan publik di Indonesia saat ini bergeser ke versi online. Mulai dari perekrutan PNS, pajak, e-procurement serta berbagai layanan pendidikan seperti PSB (Penerimaan Siswa Baru), SIAP (Sistem Informasi Aplikasi Sekolah) dan yang terakhir adalah SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Dari tahun ke tahun terlihat bahwa layanan yang semakin baik, semakin rapi dan semakin reliable. Apakah ini tanda semakin matangnya SDM informatika Indonesia yang merancang dan mengoperasikannya? Saya yakin itulah yang saat ini terjadi. Hampir semua sistem yang saya amati dibuat murni oleh SDM Indonesia, bahasa yang dipakai juga sepenuhnya Bahasa Indonesia. Kita harus bangga atas pencapaian yang membanggakan ini.
Beberapa minggu terakhir saya mencoba secara penuh suatu sistem online yang diberi nama SNMPTN Online Jalur Undangan untuk penerimaan tahun 2011. Ini adalah suatu sistem aplikasi online yang dibuat untuk melayani penerimaan mahasiswa baru di PTN. Puluhan PTN bersatu membuat semacam konsorsium untuk penerimaan mahasiswa baru secara terpadu dan berskala nasional. Salah satu bagian dari sistem itu adalah suatu jalur yang dahulu disebut PMDK atau PBUD, saat ini namanya dirubah menjadi Jalur Undangan. Prinsipnya adalah penjaringan siswa kelas 3 dari SMA/SMK/MA seluruh negeri untuk diseleksi tanpa melalui tes tertulis.
Beberapa minggu terakhir saya mencoba secara penuh suatu sistem online yang diberi nama SNMPTN Online Jalur Undangan untuk penerimaan tahun 2011. Ini adalah suatu sistem aplikasi online yang dibuat untuk melayani penerimaan mahasiswa baru di PTN. Puluhan PTN bersatu membuat semacam konsorsium untuk penerimaan mahasiswa baru secara terpadu dan berskala nasional. Salah satu bagian dari sistem itu adalah suatu jalur yang dahulu disebut PMDK atau PBUD, saat ini namanya dirubah menjadi Jalur Undangan. Prinsipnya adalah penjaringan siswa kelas 3 dari SMA/SMK/MA seluruh negeri untuk diseleksi tanpa melalui tes tertulis.
21 September 2010
Khan Academy, Teknologi "Biasa" untuk Pendidikan Digital yang Berhasil Guna
Berikut saya copy-paste kan tulisan yang sangat bagus dari Iwan Piliang tentang Salman Khan yang membuat layanan online Khan Academy di http://www.khanacademy.org. Tulisan tentang pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi bagi dunia pendidikan. Kisah bagaimana penggunaan TIK tidak harus terjebak pada metode dan teknologi yang rumit. Justru kisah-kisah sukses yang bermunculan datang dari kreatifitas tanpa penggunaan teknologi yang kompleks. Simplicity is the key... Kesederhanaanlah kuncinya. Sederhana tapi berhasil guna dan memang "BISA DITERAPKAN". Semoga bermanfaat.
Mohon jangan terjebak pada titik-titik bernuansa politis di tulisan ini. Lihatlah tulisan ini secara jernih dari sisi kehebatan (dan juga kesiapan) teknologi yang ada saat ini untuk dimanfaatkan bagi dunia pendidikan.
Mohon jangan terjebak pada titik-titik bernuansa politis di tulisan ini. Lihatlah tulisan ini secara jernih dari sisi kehebatan (dan juga kesiapan) teknologi yang ada saat ini untuk dimanfaatkan bagi dunia pendidikan.
30 August 2010
Pemanfaatan Smartphone di Pendidikan
Smartphone (ponsel pintar) semakin hari semakin tinggi penetrasinya ke masyarakat kita. BlackBerry, Nokia versi smartphone, iPhone dan berbagai versi ponsel dengan OS Android sudah mulai dikenal dan tampaknya memiliki potensi besar untuk masuk lebih jauh ke masyarakat. Terakhir, Telkom Flexi baru saja mencanangkan peluncuran smartphone lokal/Cina berbasis OS Android seharga Rp 1,5 jutaan. Target dalam waktu singkat akan laku 100 ribu unit.
Kemudian saat ini juga marak istilah "app store" alias application store yang digagas para operator seperti Telkomsel, Indosat dll. Terakhir tentu saja Telkom Flexi yang juga berjanji akan menyediakan app store khusus Android bagi pelanggannya. App store yang berkembang baik akan bisa menjadi pemicu laju pertumbuhan penggunaan dan pemanfaatan smartphone. Ini sudah dibuktikan oleh Apple iPhone/iPad, Google Android dan RIM BlackBerry. Nokia yang lama terlena pun akhirnya juga buru-buru menyediakan app store untuk handsetnya.
Kenapa app store penting? Kelemahan utama ponsel dan smartphone "jadul" adalah ketiadaan, atau jikapun ada, begitu sulitnya memasang atau menginstal aplikasi tambahan di ponsel. PS atau komputer biasa daoat berkembang karena didukung berbagai aplikasi tambahan yang dapat memperkaya dan menambah manfaat PC bagi penggunanya. Jika Indonesia punya tekad, bisa saja dana pendidikan pemerintah diarahkan untuk membangun aplikasi-aplikasi pendidikan untuk smartphone. Menarik untuk dikaji lebih jauh.
Lihat tulisan berikut yang menggambarkan potensi penggunaan Apple iPod/iPhone dalam pendidikan, klik disini. Jangan lupa bahwa harga Apple iPod standard (minus fitur telepon dibanding iPhone) sudah mencapai harga Rp 1,8 juta.
Kemudian saat ini juga marak istilah "app store" alias application store yang digagas para operator seperti Telkomsel, Indosat dll. Terakhir tentu saja Telkom Flexi yang juga berjanji akan menyediakan app store khusus Android bagi pelanggannya. App store yang berkembang baik akan bisa menjadi pemicu laju pertumbuhan penggunaan dan pemanfaatan smartphone. Ini sudah dibuktikan oleh Apple iPhone/iPad, Google Android dan RIM BlackBerry. Nokia yang lama terlena pun akhirnya juga buru-buru menyediakan app store untuk handsetnya.
Kenapa app store penting? Kelemahan utama ponsel dan smartphone "jadul" adalah ketiadaan, atau jikapun ada, begitu sulitnya memasang atau menginstal aplikasi tambahan di ponsel. PS atau komputer biasa daoat berkembang karena didukung berbagai aplikasi tambahan yang dapat memperkaya dan menambah manfaat PC bagi penggunanya. Jika Indonesia punya tekad, bisa saja dana pendidikan pemerintah diarahkan untuk membangun aplikasi-aplikasi pendidikan untuk smartphone. Menarik untuk dikaji lebih jauh.
Lihat tulisan berikut yang menggambarkan potensi penggunaan Apple iPod/iPhone dalam pendidikan, klik disini. Jangan lupa bahwa harga Apple iPod standard (minus fitur telepon dibanding iPhone) sudah mencapai harga Rp 1,8 juta.
14 August 2010
Elevo R7 dan R10, Netbook Lokal Rp 1 Jutaan
PT. Elevo Technologies Indonesia (ETI) akan merilis laptop (tepatnya netbook) untuk konsumer seharga Rp 1 jutaan. Ada dua tipe netbook yang dikeluarkan Agustus 2010 ini. Masing-masing Elevo R7 (layar 7 inci) dibanderol dengan harga Rp 998.000 dan Elevo R10 (layar 10 inci) dilego dengan harga Rp 1.398.000. Yang menarik, keduanya bisa dipesan dengan OS Google Android yang saat ini berkembang sangat pesat di dunia smartphone dan tablet PC. Lihat detail di situs resmi Elevo di www.elevo.co.id.
Dengat tingkat harga seperti ini, tentu saja bisa membuka berbagai kemungkinan untuk pengembangan dan implementasinya di bidang pendidikan. Ini dimimpikan oleh proyek OLPC (One Laptop Per Child) yang digagas Profesor Negroponte dari Institut Teknologi Massachussets (MIT), AS. Lihat juga tulisan saya sebelumnya tentang kemungkinan implementasi Amazon Kindle dalam dunia pendidikan.
Dengan dana 20% APBN dan APBD saat ini, bukan tidak mungkin Indonesia melakukan lompatan signifikan pemanfaatan teknologi informasi dalam pendidikan, dengan menggunakan produk semacam ini sebagai bagian dari strategi "satu guru satu laptop" dan "satu siswa satu laptop". Jika direncanakan dan dilaksanakan dengan baik, siapa tahu kita bisa seperti Korea Selatan yang menjadi sangat maju karena tingkat literasi TI yang sangat tinggi di masyarakatnya.
Dengan dana 20% APBN dan APBD saat ini, bukan tidak mungkin Indonesia melakukan lompatan signifikan pemanfaatan teknologi informasi dalam pendidikan, dengan menggunakan produk semacam ini sebagai bagian dari strategi "satu guru satu laptop" dan "satu siswa satu laptop". Jika direncanakan dan dilaksanakan dengan baik, siapa tahu kita bisa seperti Korea Selatan yang menjadi sangat maju karena tingkat literasi TI yang sangat tinggi di masyarakatnya.
13 November 2009
Cerita Hotspot di Sebuah Sekolah Elite
Kemarin saya mendapat pengalaman menarik saat masuk ke kawasan suatu sekolah elit di kota saya. Saya sempat menunggu cukup lama untuk suatu urusan sehingga sempat menggunakan hotspot di sekolah tersebut. Saya dengan cepat masuk ke Gmail untuk memeriksa email saya. Kemudian dengan mudah juga masuk Facebook untuk menjawab beberapa comment teman. Namun yang menarik adalah saat saya harus memeriksa salah satu blog saya di blogspot.com. Ternyata domain ini diblokir oleh admin jaringan di sekolah elit ini. Hmmm... penasaran, saya kemudian langsung masuk ke blogger.com untuk mengedit blog saya tersebut, ternyata bisa masuk. Aneh juga, apa alasan admin memblokir blogspot.com.
Saya yakin sekolah ini ingin membatasi akses para siswa dan guru untuk masuk ke situs-situs yang "mengganggu" proses belajar. Yang menarik, hampir semua guru sekolah tersebut memiliki account Facebook dan aktif di situs jejaring sosial ini. Di lab komputer, di kantor staf dan guru, hampir semua bisa akses Facebook. Padahal persepsi di banyak institusi pendidikan selalu menyudutkan Facebook sebagai salah satu tempat negatif di Internet yang membuat orang kecanduan dan cenderung tidak produktif saat terkoneksi ke Internet. Bagi saya, sekolah ini tergolong "modern" karena tetap mengijinkan Facebook masuk sekolah. Salut...!
Namun kenapa mereka menghadang blogspot.com? Padahal, blogspot.com adalah salah satu domain dengan isi/content paling kaya di Internet. Kaya ilmu, kaya variasi, kaya kontributor, kaya content pendidikan, kaya segalanya. Tentu saja banyak juga penggunaan yang tidak benar di blogspot.com, namun akan terlalu naif memblokir blogspot.com di sekolah karena kekayaan konten yang ada didalamnya.
Tapi saya yakin pasti ada alasan tersendiri mengapa mereka memblokir blogpot.com.
Di masa kini, hotspot bebas di sekolah, baik sekolah tinggi hingga ke sekolah dasar, sudah sangat luas diimplementasikan. Sungguh menarik untuk mengamati fenomena ini dan mencari terobosan-terobosan kreatif khas Indonesia. Terobsan yang paling pas untuk budaya kita.
Bagaimana cerita di tempat anda?
Saya yakin sekolah ini ingin membatasi akses para siswa dan guru untuk masuk ke situs-situs yang "mengganggu" proses belajar. Yang menarik, hampir semua guru sekolah tersebut memiliki account Facebook dan aktif di situs jejaring sosial ini. Di lab komputer, di kantor staf dan guru, hampir semua bisa akses Facebook. Padahal persepsi di banyak institusi pendidikan selalu menyudutkan Facebook sebagai salah satu tempat negatif di Internet yang membuat orang kecanduan dan cenderung tidak produktif saat terkoneksi ke Internet. Bagi saya, sekolah ini tergolong "modern" karena tetap mengijinkan Facebook masuk sekolah. Salut...!
Namun kenapa mereka menghadang blogspot.com? Padahal, blogspot.com adalah salah satu domain dengan isi/content paling kaya di Internet. Kaya ilmu, kaya variasi, kaya kontributor, kaya content pendidikan, kaya segalanya. Tentu saja banyak juga penggunaan yang tidak benar di blogspot.com, namun akan terlalu naif memblokir blogspot.com di sekolah karena kekayaan konten yang ada didalamnya.
Tapi saya yakin pasti ada alasan tersendiri mengapa mereka memblokir blogpot.com.
Di masa kini, hotspot bebas di sekolah, baik sekolah tinggi hingga ke sekolah dasar, sudah sangat luas diimplementasikan. Sungguh menarik untuk mengamati fenomena ini dan mencari terobosan-terobosan kreatif khas Indonesia. Terobsan yang paling pas untuk budaya kita.
Bagaimana cerita di tempat anda?
12 October 2008
The Amazing Google Translate Bahasa Indonesia
Terus terang ini adalah layanan online yang saya tunggu-tunggu selama bertahun-tahun. Layanan ini baru muncul beberapa hari lalu dalam bentuk beta. Sulit menerangkan betapa bahagianya saya menyaksikan layanan baru ini, layanan translate (penterjemahan) dari Bahasa Indonesia ke bahasa lain yang disediakan Google Inc. Walau masih dalam tahap beta (percobaan), namun layanan ini sudah sangat menjanjikan dan menyediakan berbagai fitur layanan yang sangat baik. Selama ini Google Translate belum menyediakan versi Bahasa Indonesia, padahal bahasa lain seperti Prancis, Arab, Cina dll sudah ada duluan. Munculnya versi Bahasa Indonesia juga diikuti dengan berbagai perbaikan teknologi Google Translate seperti fitur "usulan perbaikan" dimana anda bisa mengusulkan perbaikan hasil terjemahan serta juga widget "Translate Web" yang bisa langsung diletakkan di halaman web manapun (seperti yang ada di blog saya ini).
Mau coba? Langsung coba widget "Translate This Blog" di bagian tengah atas blog ini. Blog ini langsung berubah menjadi blog berbahasa lain tapi desain nya tetap. Gila... Terjemahan bahasa Inggris nya lumayan bagus lagi... (Note: tidak berjalan dengan baik di browser Opera).
Saya sungguh bahagia karena layanan ini saya yakini 1000% akan mampu membuat keterlibatan bangsa Indonesia dalam kancah ilmu pengetahuan dunia akan semakin berkembang dengan sangat pesat. Kelemahan utama bangsa Indonesia selama ini adalah pada kemampuan yang sangat minim dalam penguasaan bahasa pengantar utama dunia. Terima kasih pada kemajuan teknologi informasi. Dengan adanya teknologi semacam ini paling tidak ada dua hal yang akan langsung bisa dirasakan manfaatnya. Satu, informasi bangsa kita dalam Bahasa Indonesia akan dengan mudah dibaca dan dimengerti oleh bangsa lain di dunia. Kedua, milyaran (bahkan triliunan) halaman web berbahasa non-Indonesia akan bisa diakses oleh bangsa kita tanpa harus menguasai bahasanya aslinya terlebih dahulu. Luar biasa...!
Terima kasih pada Google Inc. yang telah menyediakan teknologi canggih ini secara gratis, dan tentu saja pesan bagi bangsa kita: Manfaatkan teknologi yang luar biasa ini...!
Layanan ini bisa langsung diakses di web resmi Google Translate Bahasa Indonesia di http://translate.google.co.id atau anda bisa langsung masuk ke www.google.com atau www.google.co.id dan menemukan link [translate this] atau [terjemahkan laman ini] dari hasil pencarian anda yang berbahasa lain.
Hasil Terjemahan
Berikut adalah contoh bagaimana Google Translate menterjemahkan teks bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Secara umum sangat baik.
Technology education is a study of technology, which provides an opportunity for students to learn about the processes and knowledge related to technology.
Teknologi pendidikan adalah studi teknologi, yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar mengenai proses yang berkaitan dengan pengetahuan dan teknologi.
Beberapa "kesalahan" kecil terjadi, misalnya Google menghindari menterjemahkan kata "a" dan "an" dan membiarkannya blank. Contoh diatas adalah dari "a study" yang diterjemahkan hanya sebagai "studi", dan "an opportunity" yang dibiarkan sebagai "kesempatan" saja. Bayangan saya, Google mengambil jalan itu untuk menghindari kesalahan pemilihan kata "se-" dalam bahasa Indonesia yang penggunaannya bermacam-macam seperti suatu, sesuatu, sebuah, dan banyak lagi "se-" yang bisa menggantikan "a" dan "an". Dari pada salah, biarkan blank saja. Lucu juga kalau "a study" oleh komputer Google kemudian diartikan sebagai setangkup studi misalnya :-)
Lihat juga satu lagi kelemahan Google dalam menterjemahkan "the processes and knowledge related to technology" menjadi "proses yang berkaitan dengan pengetahuan dan teknologi". Lihat kesalahannya? Cukup fatal. Google gagal mengidentifikasi "process and knowledge" sebagai suatu kesatuan obyek dan malah memecahnya menjadi "pengetahuan dan teknologi". Perbaikannya, komputer penterjemah otomatis Google harus mampu mengindetifikasi berbagai fungsi "dan" agar tidak terpeleset dengan kesalahan seperti ini.
Kemudian contoh satu lagi masih dalam topik yang sama mengenai technology education yang saya ambil dari Wikipedia.
The term "technology education" is frequently shortened to "tech ed".
Istilah "teknologi pendidikan" sering diperpendek menjadi "tech ed".
Tampaknya Google juga gagal membedakan prinsip DM (diterangkan-menerangkan) dalam bahasa Indonesia versus MD (menerangkan-diterangkan) di bahasa Inggris. Dan dalam kasus diatas dimana "technology education" diterjemahkan menjadi "teknologi pendidikan", makna yang berbeda jauh dan cukup fatal. Harusnya, dengan memasukkan prinsip DM dalam algoritma penterjemahannya, hasilnya bisa berbeda jauh dan menjadi "pendidikan teknologi" (yang benar).
Atau mungkin karena ada tanda petik dalam kata diatas, sehingga Google menganggap semua yang ada didalam tanda petik adalah sesuatu yang fixed?
Ternyata tidak juga, dalam lanjutan teks diatas, bisa dilihat dimana Google menterjemahkan "bringing laboratory activities to students" menjadi "membawa laboratorium untuk kegiatan siswa". Laboratory activities adalah istilah berbasis MD, harusnya diterjemahkan "kegiatan laboratorium" (prinsip DM), namun malah hasil olahan Google menjadi semakin jauh :-(
Namun jangan kecil hati dengan ulasan saya diatas. Google menyediakan ruang perbaikan yang sangat lebar untuk aplikasi baru mereka ini. Pembaca bisa memberikan masukan atas hasil terjemahan yang dianggap tidak tepat. Adalah peran kita bersama (orang Indonesia yang peduli) untuk memperbaiki aplikasi ini untuk kebaikan kita bersama, untuk kemajuan bangsa Indonesia. Jadi, bila anda menemukan kesalahan-kesalahan, luangkanlah waktu anda untuk memberi usulan perbaikan. Kemudian, biarkan tim orang-orang pintar yang sudah dibayar mahal oleh Google untuk memperbaikinya. Setuju?
Terjemahan Berbasis Statistik?
Mungkin inilah yang menjadi sebab terjadinya banyak kesalahan (lihat bagian Tentang Google Translate dibawah ini). Karena teknologi ini menggunakan analisis statistik yang didasarkan pada database perbandingan 2 teks bahasa. Jadi Google akan menelaah 2 teks berbahasa berbeda yang merupakan terjemahan satu sama lain. Berdasar hasil telaahannya, maka Google memakai algoritma yang didapat dari "rule" yang didapat dari berbagai tulisan tadi. Bisa jadi teks yang dijadikan database dalam telaahan statistik tadi adalah terjemahan yang tidak baik.
Disini Google mengundang siapa saja untuk men-submit teks 2 bahasa, dalam hal ini bahasa Indonesia dan terjemahannya dalam bahasa lain ke database Google untuk ditelaah. Ada baiknya Kantor Bahasa Indonesia di Jakarta mengirimkan sebanyak-banyaknya contoh ke Google untuk ikut secara aktif menyempurnakan layanan ini.
Tentang Google Translate
Teknologi ini menggunakan metode "terjemahan otomatis". Terjemahan otomatis adalah terjemahan yang dihasilkan oleh teknologi canggih tanpa keterlibatan penerjemah manusia. Terjemahan otomatis juga sering disebut terjemahan komputer. Grup riset Google telah mengembangkan sistem terjemahan berdasarkan statistik untuk pasangan bahasa yang kini tersedia di Google Translate.
Berdasar statistik?
Sebagian besar sistem terjemahan komputer komersial canggih yang kini digunakan dikembangkan menggunakan pendekatan berbasis peraturan dan memerlukan upaya keras untuk menentukan kosa kata dan tata bahasa. Sistem ini menggunakan pendekatan lain yakni dengan memasukkan miliaran kata, teks satu bahasa dalam bahasa target, dan teks yang sama berisi contoh terjemahan dari penerjemah bahasa tersebut ke komputer. Setelah itu, kami menerapkan teknik pembelajaran statistik untuk membuat model terjemahan. Kami telah mencapai hasil yang sangat baik dalam evaluasi riset.
Kualitas terjemahan tidak sebaik yang saya inginkan. Apa tak bisa dibuat lebih akurat? (berikut jawaban dari Google)
Kami terus berupaya menyempurnakannya. Namun, perangkat lunak tercanggih saat ini pun tidak mendekati kemahiran penutur asli atau memiliki keahlian penerjemah profesional. Terjemahan otomatis sangat sulit karena arti kata yang digunakan tergantung pada konteks. Sewaktu kami mengatasi masalah tersebut, diperlukan beberapa waktu sebelum siapapun menawarkan terjemahan berkualitas penerjemah. Sementara itu, kami berharap layanan yang kami berikan dapat bermanfaat untuk berbagai tujuan.
Untuk meningkatkan kualitas, kami juga memerlukan sejumlah besar teks dua bahasa. Jika Anda memiliki sejumlah besar teks dua atau multibahasa yang ingin dikontribusikan, beritahukan kami.
Saya akan terus meng-update halaman blog ini untuk info lebih lanjut.
Baca juga ulasan lama tahun 2007 saya tentang Kamus.net yang jadi barang antik bila dibandingkan layanan terbaru Google ini.
Tulisan ini juga muncul di Kompas.com, klik disini.
Update 24 Juli 2009:
Microsoft pun akhirnya terjun juga ke bidang yang sama, yang saat tulisan ini dibuat diberi nama Bing Translator. Lihat langsung layanan ini di http://www.microsofttranslator.com.
Mau coba? Langsung coba widget "Translate This Blog" di bagian tengah atas blog ini. Blog ini langsung berubah menjadi blog berbahasa lain tapi desain nya tetap. Gila... Terjemahan bahasa Inggris nya lumayan bagus lagi... (Note: tidak berjalan dengan baik di browser Opera).
Saya sungguh bahagia karena layanan ini saya yakini 1000% akan mampu membuat keterlibatan bangsa Indonesia dalam kancah ilmu pengetahuan dunia akan semakin berkembang dengan sangat pesat. Kelemahan utama bangsa Indonesia selama ini adalah pada kemampuan yang sangat minim dalam penguasaan bahasa pengantar utama dunia. Terima kasih pada kemajuan teknologi informasi. Dengan adanya teknologi semacam ini paling tidak ada dua hal yang akan langsung bisa dirasakan manfaatnya. Satu, informasi bangsa kita dalam Bahasa Indonesia akan dengan mudah dibaca dan dimengerti oleh bangsa lain di dunia. Kedua, milyaran (bahkan triliunan) halaman web berbahasa non-Indonesia akan bisa diakses oleh bangsa kita tanpa harus menguasai bahasanya aslinya terlebih dahulu. Luar biasa...!
Terima kasih pada Google Inc. yang telah menyediakan teknologi canggih ini secara gratis, dan tentu saja pesan bagi bangsa kita: Manfaatkan teknologi yang luar biasa ini...!
Layanan ini bisa langsung diakses di web resmi Google Translate Bahasa Indonesia di http://translate.google.co.id atau anda bisa langsung masuk ke www.google.com atau www.google.co.id dan menemukan link [translate this] atau [terjemahkan laman ini] dari hasil pencarian anda yang berbahasa lain.
Hasil Terjemahan
Berikut adalah contoh bagaimana Google Translate menterjemahkan teks bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Secara umum sangat baik.
Technology education is a study of technology, which provides an opportunity for students to learn about the processes and knowledge related to technology.
Teknologi pendidikan adalah studi teknologi, yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar mengenai proses yang berkaitan dengan pengetahuan dan teknologi.
Beberapa "kesalahan" kecil terjadi, misalnya Google menghindari menterjemahkan kata "a" dan "an" dan membiarkannya blank. Contoh diatas adalah dari "a study" yang diterjemahkan hanya sebagai "studi", dan "an opportunity" yang dibiarkan sebagai "kesempatan" saja. Bayangan saya, Google mengambil jalan itu untuk menghindari kesalahan pemilihan kata "se-" dalam bahasa Indonesia yang penggunaannya bermacam-macam seperti suatu, sesuatu, sebuah, dan banyak lagi "se-" yang bisa menggantikan "a" dan "an". Dari pada salah, biarkan blank saja. Lucu juga kalau "a study" oleh komputer Google kemudian diartikan sebagai setangkup studi misalnya :-)
Lihat juga satu lagi kelemahan Google dalam menterjemahkan "the processes and knowledge related to technology" menjadi "proses yang berkaitan dengan pengetahuan dan teknologi". Lihat kesalahannya? Cukup fatal. Google gagal mengidentifikasi "process and knowledge" sebagai suatu kesatuan obyek dan malah memecahnya menjadi "pengetahuan dan teknologi". Perbaikannya, komputer penterjemah otomatis Google harus mampu mengindetifikasi berbagai fungsi "dan" agar tidak terpeleset dengan kesalahan seperti ini.
Kemudian contoh satu lagi masih dalam topik yang sama mengenai technology education yang saya ambil dari Wikipedia.
The term "technology education" is frequently shortened to "tech ed".
Istilah "teknologi pendidikan" sering diperpendek menjadi "tech ed".
Tampaknya Google juga gagal membedakan prinsip DM (diterangkan-menerangkan) dalam bahasa Indonesia versus MD (menerangkan-diterangkan) di bahasa Inggris. Dan dalam kasus diatas dimana "technology education" diterjemahkan menjadi "teknologi pendidikan", makna yang berbeda jauh dan cukup fatal. Harusnya, dengan memasukkan prinsip DM dalam algoritma penterjemahannya, hasilnya bisa berbeda jauh dan menjadi "pendidikan teknologi" (yang benar).
Atau mungkin karena ada tanda petik dalam kata diatas, sehingga Google menganggap semua yang ada didalam tanda petik adalah sesuatu yang fixed?
Ternyata tidak juga, dalam lanjutan teks diatas, bisa dilihat dimana Google menterjemahkan "bringing laboratory activities to students" menjadi "membawa laboratorium untuk kegiatan siswa". Laboratory activities adalah istilah berbasis MD, harusnya diterjemahkan "kegiatan laboratorium" (prinsip DM), namun malah hasil olahan Google menjadi semakin jauh :-(
Namun jangan kecil hati dengan ulasan saya diatas. Google menyediakan ruang perbaikan yang sangat lebar untuk aplikasi baru mereka ini. Pembaca bisa memberikan masukan atas hasil terjemahan yang dianggap tidak tepat. Adalah peran kita bersama (orang Indonesia yang peduli) untuk memperbaiki aplikasi ini untuk kebaikan kita bersama, untuk kemajuan bangsa Indonesia. Jadi, bila anda menemukan kesalahan-kesalahan, luangkanlah waktu anda untuk memberi usulan perbaikan. Kemudian, biarkan tim orang-orang pintar yang sudah dibayar mahal oleh Google untuk memperbaikinya. Setuju?
Terjemahan Berbasis Statistik?
Mungkin inilah yang menjadi sebab terjadinya banyak kesalahan (lihat bagian Tentang Google Translate dibawah ini). Karena teknologi ini menggunakan analisis statistik yang didasarkan pada database perbandingan 2 teks bahasa. Jadi Google akan menelaah 2 teks berbahasa berbeda yang merupakan terjemahan satu sama lain. Berdasar hasil telaahannya, maka Google memakai algoritma yang didapat dari "rule" yang didapat dari berbagai tulisan tadi. Bisa jadi teks yang dijadikan database dalam telaahan statistik tadi adalah terjemahan yang tidak baik.
Disini Google mengundang siapa saja untuk men-submit teks 2 bahasa, dalam hal ini bahasa Indonesia dan terjemahannya dalam bahasa lain ke database Google untuk ditelaah. Ada baiknya Kantor Bahasa Indonesia di Jakarta mengirimkan sebanyak-banyaknya contoh ke Google untuk ikut secara aktif menyempurnakan layanan ini.
Tentang Google Translate
Teknologi ini menggunakan metode "terjemahan otomatis". Terjemahan otomatis adalah terjemahan yang dihasilkan oleh teknologi canggih tanpa keterlibatan penerjemah manusia. Terjemahan otomatis juga sering disebut terjemahan komputer. Grup riset Google telah mengembangkan sistem terjemahan berdasarkan statistik untuk pasangan bahasa yang kini tersedia di Google Translate.
Berdasar statistik?
Sebagian besar sistem terjemahan komputer komersial canggih yang kini digunakan dikembangkan menggunakan pendekatan berbasis peraturan dan memerlukan upaya keras untuk menentukan kosa kata dan tata bahasa. Sistem ini menggunakan pendekatan lain yakni dengan memasukkan miliaran kata, teks satu bahasa dalam bahasa target, dan teks yang sama berisi contoh terjemahan dari penerjemah bahasa tersebut ke komputer. Setelah itu, kami menerapkan teknik pembelajaran statistik untuk membuat model terjemahan. Kami telah mencapai hasil yang sangat baik dalam evaluasi riset.
Kualitas terjemahan tidak sebaik yang saya inginkan. Apa tak bisa dibuat lebih akurat? (berikut jawaban dari Google)
Kami terus berupaya menyempurnakannya. Namun, perangkat lunak tercanggih saat ini pun tidak mendekati kemahiran penutur asli atau memiliki keahlian penerjemah profesional. Terjemahan otomatis sangat sulit karena arti kata yang digunakan tergantung pada konteks. Sewaktu kami mengatasi masalah tersebut, diperlukan beberapa waktu sebelum siapapun menawarkan terjemahan berkualitas penerjemah. Sementara itu, kami berharap layanan yang kami berikan dapat bermanfaat untuk berbagai tujuan.
Untuk meningkatkan kualitas, kami juga memerlukan sejumlah besar teks dua bahasa. Jika Anda memiliki sejumlah besar teks dua atau multibahasa yang ingin dikontribusikan, beritahukan kami.
Saya akan terus meng-update halaman blog ini untuk info lebih lanjut.
Baca juga ulasan lama tahun 2007 saya tentang Kamus.net yang jadi barang antik bila dibandingkan layanan terbaru Google ini.
Tulisan ini juga muncul di Kompas.com, klik disini.
Update 24 Juli 2009:
Microsoft pun akhirnya terjun juga ke bidang yang sama, yang saat tulisan ini dibuat diberi nama Bing Translator. Lihat langsung layanan ini di http://www.microsofttranslator.com.
09 September 2008
Intel Atom Dual Core, Bisakah Netbook Turun ke USD 100?
Namun, belum beberapa bulan menikmati Atom fase awal ini, kita sudah akan disodori dengan produk baru Intel Atom Dual Core, yaitu Atom single prosesor yang "dijejer" untuk menghasilkan produk baru yang mampu meng-handle "multi threaded task". Prinsipnya sama dengan Intel dual core yang lain, suatu prosesor baru yang diarahkan untuk mampu mendukung penggunaan yang memakai berbagai aplikasi sekaligus tanpa mengurangi performance. Sederhananya, dengan teknologi dual/multi core anda bisa menggunakan Microsoft Office, Adobe Photoshop sekaligus sambil main game 3D pada saat bersamaan. Mau?
Untuk produk komputer desktop atau laptop yang memang dibuat untuk para pengguna "berat" yang banyak menggunakan aplikasi kompleks, rasanya teknologi dual core masuk akal. Tetapi untuk netbook atau smartphone, apakah memang diperlukan adanya penggunaaan aplikasi kompleks secara bersamaan? Produk-produk ini memang dari awal didesain untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang sederhana, karena sebagian besar menggunakan mobile device di "jalanan" dan bukan di suatu lingkungan yang mendukung pekerjaan kompleks. Jadi, kalau bicara kebutuhan pasar riil, rasanya tidak akan banyak yang memerlukan mobile device yang menggunakan dual core. Kalaupun ada, ybs harus memilih untuk membeli produk mini laptop lain yang lebih tinggi spesifikasinya dengan konsekuensi harga yang lebih mahal.
Nah, pendapat saya... bila Intel tetap mendorong Intel Atom Dual Core ini ke pasar dan seperti kejadian Intel Pentium 4 dan Celeron, produk lama single core ditinggalkan dan Intel fokus hanya menyediakan produk baru yang multi core, maka saya pikir yang akan terbebani adalah customer. Harga netbook tidak akan pernah menyentuh harga USD 100. Terus akan "dimainkan" mengambang di angka USD 300an. Karena apa? Karena perusahaan seperti Intel "tidak rela" melepaskan margin keuntungan besar yang biasanya hanya ada di produk generasi baru dimana customer harus selalu membayar "premium price" untuk teknologi barunya dan bukan untuk kegunaannya.
Bayangkan jika Intel mau cukup rela mendapat untung lebih sedikit dengan secara agak lama memproduksi Atom single core, terus mensuplai kebutuhan pasar dengan pasokan Atom yang cukup, maka industri mobile device seperti netbook dan smartphone akan bisa memproduksi produk yang semakin murah bagi masyarakat... Bukannya malah maju dan "memaksa" pasar menerima produk baru dual core yang sebenarnya tidak dibutuhkan pasar, namun malah mendorong harga tetap tinggi bahkan semakin tinggi.
Kasus terakhir yang relevan adalah kesediaan Microsoft untuk tidak memutuskan produksi Windows XP khusus untuk netbook/UMPC. Microsoft cukup realistis dan rela mensuplai pasokan Windows XP ke produsen netbook dan tidak memaksa dengan Vista. Kenapa? Karena Atom single core dan teknologi lain di netbook seperti SSD (solid state disk) tidak mendukung Vista. Bayangkan bila Atom baru muncul, SSD baru muncul, akhirnya pengguna "dipaksa" membeli netbook berbasis Atom dual core dengan Windows Vista...
Pasti harga tidak akan pernah turun... Poor customer di era globalisasi...
Dunia saat ini butuh netbook setara Asus Eee PC, Acer Aspire One, Dell Mini Inspiron dengan harga USD 100-200... Untuk dunia pendidikan, untuk jutaan siswa dan guru, untuk memajukan dunia... Kenapa susah sekali tercapai? Siapa penghalang utamanya? Saya tidak tahu...
Pendapat anda sekalian?
Detail Atom Dual Core, gosip dari Engadget:
We'd already heard that Intel planned to trot out some dual-core Atom processors sooner or later, and the Fudzilla website has now turned up a few more details on 'em courtesy of a supposedly legitimate leak. According to it, the first dual-core processor will be dubbed the Atom 330, and will clock in at the same 1.6GHz as the current single-core Atom 230 (no word on that 1.87GHz version we heard about previously). What's more, the processor will supposedly pack 1MB cache memory (twice the amount of the current single-core processor), and boast a TDP rating of just 8W, which is a good deal more than the 2W rating the current Atom 230 has, but still far less than any of Intel's other low-voltage processors. Still no word on a price for it, unfortunately, but it's said to be on track for a release sometime in the third quarter of this year.
Keterengan: Gambar Atom Dual Core dari Tranquil PC
04 September 2008
Dell Inspiron 910, Killer Netbook Dibawah Rp 3 Juta
Update 4 September 2008 (siang): Akhirnya Dell Inspiron 910 muncul juga, namanya jadi Inspiron Mini 9, versi terbawah dengan OS Ubuntu ini dilempar dengan harga USD 349. Melesetlah isu dan harapan bisa muncul dengan harga USD 299. Detail dibagian bawah tulisan ini. Update 4 September 2008 (subuh): Isu yang beredar, Dell Inspiron 910 akan segera di launching dalam beberapa hari ini. Harga akan berada di kisaran USD 300-400, kemungkinan besar yang termurah akan menggunakan versi OS Linux. Kita tunggu, jika benar maka harga akan bisa sangat rendah.
Persaingan UMPC (ultra mobile PC) atau sering juga disebut "netbook" semakin panas. Mudah-mudahan itu semua membawa keuntungan bagi masyarakat. Kali ini yang sembunyi-sembunyi menyiapkan produk unggulannya adalah Dell. Perusahaan komputer asal USA ini sudah siap meluncurkan netbook terbarunya segera. Isu dan rumornya, akan meluncur 22 Agustus 2008 ini, belum ada kabar resmi dari Dell, baru seliweran isu yang hampir pasti benar di Internet. Isu sangat kuat mengatakan bahwa harganya akan ada di USD 299. Wow... jauh lebih rendah dibanding Asus Eee PC dan Acer Aspire One pada spesifikasi yang mirip. Artinya kurang dari Rp 3 juta. Dan OS yang dipakai adalah Ubuntu, berita sangat baik karena Ubuntu adalah salah satu OS open source yang paling komplit dan stabil setara Windows Vista.
Namanya Dell Inspiron 910 (Mini Note). Isu awalnya akan diberi nama Mini Inspiron atau Inspiron Mini. Inspiron 910 akan pakai SSD hingga 16 GB, layar 8,9 inch 1024 x 600 (sama dengan UMPC lain, layar tidak penuh), prosesor Intel Atom N270 1.6 GHz, 533 GHz, 512 K single core, memory DDR 2 512 MB/1024 MB, OS Ubuntu 8.04 atau Windows XP SP2. Yang lain mirip dengan pesaingnya.
Kita tunggu... mudah-mudahan info ini benar.
Kenapa saya begitu bersemangat meliput perkembangan UMPC atau netbook ini? Karena segmen komputer inilah yang saya yakini 100% akan mampu membawa dunia pemanfaatan teknologi informasi bisa sangat cepat melaju. Bayangkan jutaan anak sekolah Indonesia menggunakan netbook murah yang canggih, terkoneksi ke Internet, dijamin bangsa kita akan bisa lebih cepat lagi melaju bersaing dengan bangsa lain... Ini sangat bisa tercapai dengan APBN pendidikan yang sudah 20%. Tinggal mencari strategi yang tepat untuk memanfaatkannya. Ikuti terus perkembangan UMPC/netbook ini di tulisan blog Hikmah Teknologi.
Update 4 September 2008:
Akhirnya muncul juga, resmi di website Dell USA:
Inspiron Mini 9 (basic dengan harga USD 349), tanpa kamera, SSD 4 GB, DDR2 512 MB, dst... Secara umum mengecewakan. Mending Acer Aspire One, dengan harga mirip bisa dapat spec lebih tinggi.
Obsidian Black
Ubuntu 8.04 with custom Dell interface
512MB DDR2 at 533MHz
4GB Solid State Drive
No Camera Option
Intel® Atom Processor® N270 (1.6GHz/533Mhz FSB/512K cache)
Glossy 8.9 inch LED display (1024X600)
Intel Graphics Media Accelerator (GMA) 950
Wireless 802.11g Mini Card
32WHr Battery (4 cell)
No WWAN Option
Berikut beberapa screen shot dari data-data dan foto-foto Dell Inspiron 910 yang beredar di Internet dan diyakini berasal dari sumber internal di Dell (klik langsung di gambar untuk memperbesar tampilan gambar agar bisa terlihat lebih jelas).


03 September 2008
Ide Dakwah Islam Secara Digital
Saat ini saya cukup beruntung dapat melakukan implementasi dari ide-ide saya secara cepat tanpa terkendala banyak hal. Salah satu ide fresh saya adalah menyediakan materi digital (berbentuk MP3 file) berisi dakwah Islami. Jadi berupa ayat-ayat, hadis-hadis, doa-doa, tauziyah pendek dan terjemahannya yang bisa dengan mudah dimasukkan ke gadget apapun yang bisa memutar MP3 file.
Ide awalnya, yang dibidik adalah agar materi-materi ini bisa segera masuk ke ponsel dan MP3 player kaum muda terutama siswa-siswa di sekolah saya. Sedih memikirkan bahwa orang-orang muda "generasi iPod" ini setiap hari hanya punya lagu-lagu bajakan yang diputar tanpa henti di play list mereka. Saya ingin agar di play list mereka, setiap 3-4 lagu bajakan selalu diselingi dengan file dakwah Islami tadi. Saya yakin ini bisa dilakukan karena biar bagaimanapun sebagian dari mereka membutuhkannya, apalagi kalau materi-materi tersebut bisa dibuat "gaul" dan menarik.
Tadi siang proyek ini telah dimulai. Tim Rohis SMK TI Airlangga Samarinda yang saya pimpin mulai melakukan rekaman dan editing materi ini. Dalam waktu sangat singkat selesai 5 file MP3 siap edar, namun masih perlu final check agar betul-betul mulus...
Kelima file tersebut adalah 2 hadis pendek, 2 doa pendek dan 1 tauziyah pendek mengharukan mengenai jasa orangtua. Bagus sekali... Rekaman dan editing dilakukan sepenuhnya oleh anak-anak Rohis tadi, narasi dan materi dibawakan oleh Bp. Nanang Supratmanm guru Agama Islam sekolah kami.
Saya dengan menggebu-gebu menyampaikan kepada mereka bahwa materi seperti ini sangat mudah dibuat dan mereka telah membuktikannya langsung. Bayangkan kalau kita bisa membuat 100 file dalam beberapa bulan kedepan ini, kemudian semua file menyebar cepat melalui Internet dan jaringan bluetooth antar ponsel, berapa besar amal jariyah kita semua hanya dengan melakukan hal kecil seperti itu?
File-file yang sudah jadi akan saya pajang di blog saya ini. Namun saat ini belum bisa karena masih perlu final check.
Insya Allah diberi kelancaran oleh Allah dalam proses produksinya serta bisa menjadi hal bermanfaat bagi ummat. Amin...
Update:
File-file tersebut telah diproduksi oleh Tim ROHIS SMK TI Airlangga Samarinda. Lihat website asalnya disini. Silahkan download dan sebarkan seluas-luasnya...
- Doa 1
- Doa 2
- Hadis 1
- Hadis 2
- Cerita
Klik kanan dan "Save Target As..." untuk men-download file format MP3 tersebut.
Tulisan asli blog ini dibuat 15 Desember 2007 di blog "The World Viewed from Samarinda".
Keywords: mp3 dakwah, mp3 da'wah, mp3 hadis, mp3 hadits, mp3 ayat al-qur'an, mp3 quran, mp3 ceramah agama islam, mp3 doa, mp3 do'a, file audio dakwah, file audio da'wah, file audio hadis, file audio hadits, file audio ayat al-qur'an, file audio quran, file audio ceramah agama islam, file audio doa, file audio do'a, digital dakwah, digital da'wah, kegiatan program rohis smk, kegiatan program rohis smk ti airlangga samarinda, kegiatan program rohis sekolah
Ide awalnya, yang dibidik adalah agar materi-materi ini bisa segera masuk ke ponsel dan MP3 player kaum muda terutama siswa-siswa di sekolah saya. Sedih memikirkan bahwa orang-orang muda "generasi iPod" ini setiap hari hanya punya lagu-lagu bajakan yang diputar tanpa henti di play list mereka. Saya ingin agar di play list mereka, setiap 3-4 lagu bajakan selalu diselingi dengan file dakwah Islami tadi. Saya yakin ini bisa dilakukan karena biar bagaimanapun sebagian dari mereka membutuhkannya, apalagi kalau materi-materi tersebut bisa dibuat "gaul" dan menarik.
Tadi siang proyek ini telah dimulai. Tim Rohis SMK TI Airlangga Samarinda yang saya pimpin mulai melakukan rekaman dan editing materi ini. Dalam waktu sangat singkat selesai 5 file MP3 siap edar, namun masih perlu final check agar betul-betul mulus...
Kelima file tersebut adalah 2 hadis pendek, 2 doa pendek dan 1 tauziyah pendek mengharukan mengenai jasa orangtua. Bagus sekali... Rekaman dan editing dilakukan sepenuhnya oleh anak-anak Rohis tadi, narasi dan materi dibawakan oleh Bp. Nanang Supratmanm guru Agama Islam sekolah kami.
Saya dengan menggebu-gebu menyampaikan kepada mereka bahwa materi seperti ini sangat mudah dibuat dan mereka telah membuktikannya langsung. Bayangkan kalau kita bisa membuat 100 file dalam beberapa bulan kedepan ini, kemudian semua file menyebar cepat melalui Internet dan jaringan bluetooth antar ponsel, berapa besar amal jariyah kita semua hanya dengan melakukan hal kecil seperti itu?
File-file yang sudah jadi akan saya pajang di blog saya ini. Namun saat ini belum bisa karena masih perlu final check.
Insya Allah diberi kelancaran oleh Allah dalam proses produksinya serta bisa menjadi hal bermanfaat bagi ummat. Amin...
Update:
File-file tersebut telah diproduksi oleh Tim ROHIS SMK TI Airlangga Samarinda. Lihat website asalnya disini. Silahkan download dan sebarkan seluas-luasnya...
- Doa 1
- Doa 2
- Hadis 1
- Hadis 2
- Cerita
Klik kanan dan "Save Target As..." untuk men-download file format MP3 tersebut.
Tulisan asli blog ini dibuat 15 Desember 2007 di blog "The World Viewed from Samarinda".
Keywords: mp3 dakwah, mp3 da'wah, mp3 hadis, mp3 hadits, mp3 ayat al-qur'an, mp3 quran, mp3 ceramah agama islam, mp3 doa, mp3 do'a, file audio dakwah, file audio da'wah, file audio hadis, file audio hadits, file audio ayat al-qur'an, file audio quran, file audio ceramah agama islam, file audio doa, file audio do'a, digital dakwah, digital da'wah, kegiatan program rohis smk, kegiatan program rohis smk ti airlangga samarinda, kegiatan program rohis sekolah
23 August 2008
Acer Aspire One Turun Harga Menjadi USD 329 (Rp 3 Juta)
Saya masih sangat yakin bahwa netbook akan terus turun hingga ke tingkat yang sangat rendah. Negroponte yang menggagas program OLPC (one laptop per child) pernah menargetkan harga dibawah USD 100 pada saat produksi bisa dilakukan massal dan sebagian besar suku cadang bisa dibuat massal juga sehingga harga jual ke konsumen bisa ditekan serendah mungkin. Beberapa waktu lalu saya sampaikan isu yang mengatakan bahwa Dell Mini Netbook terbaru akan dijual di harga USD 299, ini akan jadi penawaran terendah bagi netbook UMPC standard. Mudah-mudahan benar. Baca terus perkembangan netbook atau UMPC di blog ini.Ternyata Acer Aspire One, saya saya prediksi akan menjadi rajanya netbook di masa depan, baru saja mengumumkan secara resmi penurunan harga produknya. Sesuatu yang sangat positif walau belum bisa menembus angka psikologis dibawah USD 300. Versi 8 GB Windows XP akan turun ke USD 349 (dari USD 399), versi Linpus Linux Lite jadi USD 329 (dari USD 379). Versi batere tahan lama dengan six-cell battery pack jadi USD 399. Sebagai raja laptop murah, Acer saya yakini akan terus mampu menekan harga, baik dengan cara efisiensi produksi maupun juga di distribusi.
Sekali para produsen akhirnya menembus batas dibawah USD 300, saya pikir dalam 1 tahun kedepan harga akan sangat bersaing dan bermain di kisaran USD 200-an (artinya sekitar Rp 2 jutaan, hebat kan?). Kalau dibawah USD 100 mungkin masih perlu waktu paling cepat 1 tahun kedepan.
Update 30 Agustus 2008:
Sebuah toko di Harco Mangga Dua Jakarta menawarkan ke saya via email ACER ASPIRE ONE (Intel Atom 1.6GHz, RAM 1GB, 8GB SSD, layar 8.9 inch) HANYA Rp. 3.520.825. Tampaknya harga terus turun di Indonesia, namun apakah akan sampai di "titik psikologis" Rp 3 juta? Masih terus kita tunggu...
Saya membayangkan, dengan APBN pendidikan hingga Rp 200-300 triliun, maka katakanlah memberikan gratis netbook UMPC seharga Rp 3 juta saja, maka uang Rp 3 triliun akan dapat mencakup 1 juta anak sekolah. Apalagi kalau harga memang bisa turung hingga Rp 2 jutaan. Belum diskon dan efek produksi massal nya yang justru akan semakin membawa harga semakin turun... Hanya berandai-andai...
Berikut saya sampaikan sumber info asli yang saya kutip di blog Hikmah Teknologi ini:
Acer Lowers Prices on Aspire one, Releases Version with Six-Cell Battery
August 22nd, 2008 by Joanna Stern
http://blog.laptopmag.com/acer-lowers-prices-on-aspire-one
Unlike some other netbook manufacturers (eh hem, MSI), Acer is driving the cost of its mini-notebook down. Today the company announced that the U.S. prices on its Aspire one are being lowered by as much as $50.
The Windows XP Home version, with a 120GB hard drive and 1GB or RAM, originally $399 will now retail for $349. The Linpus Linux Lite version (full review here), with an 8GB SSD and 512 MB of RAM, will now retail for $329, down from $379.
Saving the best for last, Acer is also introducing the $399 Aspire one AOA150-1447. Aimed at business professionals, this one features the six-cell battery we have all been waiting for. It also sports a 160GB hard drive and Windows XP Home.
Our reaction: Swweeeet!
Why the price cut? Well our press representative tells us that the “Aspire one is the must-have back-to-school supply for students.” But playing devil’s advocate we really have to wonder if Acer is feeling the pressure from the upcoming Dell Inspiron Mini.
Either way, this price drop and the avilablity of a sku with a six-cell battery makes the Acer Aspire one the favored 8.9-inch netbooks on the market. Stay tuned for our review of the XP version with the three-cell battery.
Lihat juga forum pengguna Acer Aspire One di CHIP yang sangat ramai diskusinya, click here.
15 August 2008
Nintendo Wii, Game Paling Populer, Paling Laris dan Paling Bersahabat untuk Keluarga
Nintendo benar-benar membuktikan bahwa mereka adalah rajanya dunia game berbasis console. Nintendo Wii, concole game paling populer saat ini membukukan jumlah penjualan yang jauh melampaui 2 saingan abadinya: Microsoft Xbox 360 dan Sony Playstation 3. Bulan Juli ini PS3 akhirnya menyalip Xbox. PS3 terjual 224.900 unit sementara Xbox 204.800 unit, semuanya adalah data bukan Juli 2008 menurut hasil riset pasar NPD Group? Hebatnya lagi, berdasar laporan CNET News, saat game lain seperti PS3, Xbox dan PC berlomba membuat game-game penuh kekerasan, Wii justru malah masuk ke game non-kekerasan yang terbukti malah laku keras. Wii semakin kokoh menjadi game console paling "ramah keluarga" dan paling inovatif dengan terobosan sensor geraknya. Lihat foto ini untuk merasakan kehebatan Wii dalam "masuk" dan memberi nilai lebih dalam keluarga. Hebat... salut... Kapan saya bisa punya ya? Baca juga tulisan saya sebelumnya "Gilanya Bisnis Game Software", "Peranan Game Dalam Memacu Kecerdasan Anak" dan "Playstation Vs. Xbox, iPod Vs. Zune".Hikmahnya bagi kita?
Ditengah semakin banyak orangtua yang sadar betapa dahsyatnya "daya rusak" game semacam ini bagi anak-anaknya, ternyata bisnis ini adalah bisnis yang luar biasa besar. Dengan kekuatan bisnis yang sedemikian besar, perusahaan seperti Nintendo dapat melakukan apa saja untuk "menarik" anak-anak kita dalam pusaran kegilaan terhadap game seperti tercermin dari angka-angka diatas. Bisakah kita menghindarkan anak-anak kita dari pusaran itu dan mengarahkannya ke arah yang positif?
Data yang lebih gila datang dari Microsoft. Sejak tahun 2005 Xbox 360 (hanya seri ini saja, tidak termasuk Xbox versi awal) diluncurkan, pasar telah membelanjakan uang sebesar USD 10,4 milyar (setara Rp 100 triliun) untuk membeli unit-unit console game ini. Edan...! Padahal salah satu game yang paling laku dari Xbox adalah game penuh adegan kekerasan yaitu game berjudul Halo. Bandingkan dengan game dari Wii yang sangat populer seperti Wii Fit (lihat gambar dibawah) yang diperuntukkan untuk keluarga.



Saya akan meng-update anda terus dengan berita-berita lanjutan dari perang bisnis game ini. Sangat menarik karena banyak sekali korelasinya dengan kehidupan kita sehari-hari.
Beberapa Alternatif Penerapan BSE (Buku Sekolah Elektronik)
Semakin banyak sekolah "ngambek" karena kebijakan BSE yang dikeluarkan sangat mepet dengan awal tahun pendidikan tahun 2008/2009 ini. Mereka "membiarkan" saja proses belajar tanpa buku pegangan di sekolah (termasuk di sekolah anak saya). Semakin banyak komplain bahwa file-file BSE sangat sulit dan lambat diakses dari server yang telah disediakan di http://bse.depdiknas.go.id. Belum terdengar satupun penerbit besar buku sekolah yang menyediakan BSE dalam bentuk cetakan resmi dengan HTE (harga terendah eceran) yang sudah ditetapkan Depdiknas. Padahal selama bertahun-tahun belakangan, mereka ini gentayangan di sekolah-sekolah seluruh penjuru nusantara jualan buku dan meraup untung yang tidak sedikit.Ini adalah contah paling gres dari rumit dan kusutnya dunia pengelolaan pendidikan di negeri kita.
Mendiknas membalas berbagai keluhan dengan menegaskan bahwa BSE bukan ditujukan untuk sekolah, guru dan siswa, tapi untuk penerbit buku pendidikan. Jadi BSE disediakan sebagai bentuk "subsidi" langsung pemerintah terhadap harga buku pelajaran yang harus dibayar siswa. Selama ini buku disediakan oleh penerbit swasta (kurikulum disediakan oleh pemerintah). Penerbit yang menulis buku, mencetaknya dan mendistribusikannya. Satu biaya terbesar dipotong yaitu penulisan bukunya, sehingga penerbit tinggal keluar biaya pencetakan dan distribusi saja. Ujungnya biaya buku yang harus ditanggung masyarakat akan berkurang signifikan. Ide bagus yang menurut saya sangat perlu didukung.
Namun, bagaimana pelaksanaannya?
Satu hal paling kacau dari implementasi kebijakan BSE ini adalah adalah sosialisasinya yang sangat mepet, tidak jelas dan membuat timbulnya multi interpretasi di kalangan masyarakat. Lihat saja perbincangan guru-guru dibagian bawah tulisan ini yang saya dengar tidak hanya di milis-milis seperti di CFBE, tapi di hampir setiap sekolah di kota saya.
Bagaimana tidak? Guru-guru yang sekian lama telah dimanjakan oleh para penerbit akan kehilangan "pemasukan" tradisional mereka yang selama ini didapatkan di awal tahun ajaran baru. Guru dan sekolah tinggal "merekomendasikan" buku penerbit tertentu ke siswanya, dan mereka akan mendapat porsi "bagi hasil" yang sangat menggiurkan. Ini sudah rahasia umum yang biar digugat seperti apapun di rapat-rapat Komite Sekolah tetap saja berlangsung. Tentu saja hal ini sangat negatif dan sangat merugikan para siswa yang harus membayar komponen biaya "siluman" ini ke guru-gurunya.
Jadi faktor penting dari penerapan kebijakan ini adalah faktor "social enginering" nya. Penerapan BSE ini jelas "mengancam" suatu sistem status quo yang sudah berjalan sekian lama dan menyangkut periuk nasi ribuan orang di republik ini yang memanfaatkan situasi kebijakan pendidikan Indonesia yang kacau.
Pasti akan timbul resistensi dari elemen-eleman yang selama ini sudah nyaman menikmati keuntungan dari sistem lama. Kedatangan sistem baru yang hanya berhenti di tataran pembuatan kebijakan dan implementasi lapangan setengah hati (berupa penyediaan mekanisme download via Internet) ternyata TIDAK CUKUP. Dibutuhkan upaya lebih kuat lagi dari Depdiknas untuk memuluskan program mulia ini agar jalan di lapangan. Upaya agar tidak mengorbankan jutaan siswa Indonesia yang terlantar belajar tanpa buku pegangan yang memadai karena para guru dan penerbit "ngambek".
Jadi, bagi saya, problemnya terletak pada bagaimana "distribusi" buku-buku baru ini bisa sampai ke tangan para siswa secepat mungkin, semurah mungkin dan dalam kualitas buku yang tetap standar. Mengharapkan guru dan penerbit existing? Rasanya sulit.
Bagaimana caranya? Saya juga tidak tahu...
Namun beberapa pemikiran sederhana muncul, jalur distribusi harus dipotong. Bagi saya dan anak saya yang bisa download BSE dengan mudah dan sangat cepat, saya tidak punya banyak masalah, keluar uang sedikit lebih, saya download file-filenya (sangat cepat melalui situs http://bse.depdiknas.go.id dengan memilih server Telkom Speedy), kemudian saya print sendiri. Mahal? Tentu saja. Namun sebanding lah biayanya dibanding harga buku-buku tahun sebelumnya. Namun ternyata problemnya ada di guru sekolahnya yang tidak menggunakannya. Nah???
Pemecahan kedua adalah dengan menggunakan penerbit-penerbit "non-existing" yang bisa dikerahkan untuk mecetak massal buku-buku baru ini dan menjualnya melalui upaya "normalisasi pasar" di tempat-tempat strategis dengan harga HET.
Salah satu contoh yang sudah diupayakan adalah oleh sebuah penerbit dari Surabaya bernama PT. Bina Ilmu. Perusahaan penerbitan dan percetakan ini menawarkan buku BSE cetakan dengan harga murah kepada sekolah manapun yang mau mencetaknya disana. Bahkan mereka menawarkan cover yang bisa ditambahkan nama dan logo sekolah masing-masing. Sekolah (atau koperasi sekolah) katanya bisa ikut langsung mendistribusikan buku BSE harga HET ini langsung ke siswa mereka.
Pemecahan lain? Akan saya upayakan ikut kontribusi terus melalui blog ini.
Sedikit tips bagi yang ingin men download BSE secara mudah dan cepat melalui http://bse.depdiknas.go.id:
- Pilih server Telkom Speedy (bukan Jardiknas, UI atau ITS)
- Lakukan malam hari untuk menghindari kepadatan lalu lintas Internet
- Beli DVD lengkapnya di http://juragan.kambing.ui.edu (harga total semua file sekitar Rp 100 ribuan)
Sebuah posting di milis terbesar mengenai pendidikan di Indonesia, CFBE di Yahoogroups.
BSE - dirasani
Posted by: hidden
Wed Aug 13, 2008 8:31 am (PDT)
Pagi itu guru2 ngumpul, dan hari itu memang tak ada pelajaran karena siangnya kita akan karnaval menyambut hari kemerdekaan. Ibu2 guru pada ngrumpi soal BSE.
"Dasar Orang pusat gak ngerti, emangnya gampang donlot buku sebesar itu. Saya sudah coba di rumah jeng, gak selesai2 jam-jam an. Mana pakai telkomnet instant, ndak tahu berapa saya musti bayar telpon bulan ini".
"Iya ya, bagaimana dengan daerah pinggiran kabupaten, di tengah hutan sana, apa mereka sudah punya internet??".
"Iya nih, gak tahu mikirnya gimana orang2 diatas sana. Apa dipikir disini keadaan seperti mereka ? internet mudah diakses".
"Iya jeng, mana isunya kita gak boleh jualan buku. Kalau jualan buku bisa masuk penjara".
"Waduh .... lha saya sudah buka http://www.bse.depdiknas.go.id gak ada buku saya, saya ngajar kimia padahal. Adanya cuman matematika, bahasa inggris dan bahasa indonesia!".
"Enak aja... kita2 khan harus ngajar sekarang. Kalau gak ada buku pegangan gimana? Anak2 juga pada resah gak jelas proses belajar mengajarnya. Harusnya mereka tuh para petinggi disana yang bertanggung jawab, mereka yang harusnya masuk penjara. Enak aja ngomongnya mereka!".
24 July 2008
Google Knol Akhirnya Diluncurkan
Akhir 2007 lalu, saya menulis tentang "Google Knol, Initial Review", produk terbaru Google Inc. yang terbaru saat itu, status masih belum exist. Silahkan baca untuk melihat lebih jauh apa yang dimaksud dengan Knol milik Google itu. Malam ini saya dapat email bahwa layanan ini sudah resmi di-launch. Silahkan masuk ke versi Beta di http://knol.google.com. Tampilannya sangat sederhana, tidak ada tanda apa-apa bahwa situs ini baru diluncurkan. Atau info tanggal launching yang saya dapat salah?
Saat saya review akhir tahun 2007 itu, situsnya belum ada, baru sekilas info tentang layanannya serta beberapa ahli yang sudah ikut menulis untuk edisi perdananya. Di situs resmi edisi terakhir ini, muncul statement bahwa layanan ini lebih luas dari hanya sekedar sebuah "ensiklopedia online yang terbuka". Ada nuansa kolaborasi online yang sangat kuat disana. Tentu saja belum ada versi Bahasa Indonesia. Selamat menikmati dan selamat ikut berkontribusi.
Mudah-mudahan saya segera punya cukup waktu untuk memberikan review lebih lanjut atas layanan ini... bakal heboh dan hebat.
Sekilas apa itu Knol dari situsnya:
Saat saya review akhir tahun 2007 itu, situsnya belum ada, baru sekilas info tentang layanannya serta beberapa ahli yang sudah ikut menulis untuk edisi perdananya. Di situs resmi edisi terakhir ini, muncul statement bahwa layanan ini lebih luas dari hanya sekedar sebuah "ensiklopedia online yang terbuka". Ada nuansa kolaborasi online yang sangat kuat disana. Tentu saja belum ada versi Bahasa Indonesia. Selamat menikmati dan selamat ikut berkontribusi.
Mudah-mudahan saya segera punya cukup waktu untuk memberikan review lebih lanjut atas layanan ini... bakal heboh dan hebat.
Sekilas apa itu Knol dari situsnya:
Knol offers:
* Ease of use
All you need is an account, a name and a desire to write and we'll take care of the rest.
* Control
You specify the level of collaboration you want with the community. Your knol, your voice.
* Community
You can connect with other experts in your area of interest to share and grow knowledge.
* Visibility
We value and promote authorship. Great content will be visible on any search engine.
* Growth
Sharing your knowledge with the world is rewarding for everyone.
22 July 2008
Download Kurikulum SMK Teknologi Informasi 2004
Tidak gampang mencari informasi mengenai kurikulum sekolah di Indonesia. Ada banyak website, ada banyak proyek Diknas yang menyediakannya secara online. Tapi pada saat kita membutuhkannya, sangat sulit dilacak, terutama via Google. Biasanya karena server sudah tidak aktif. Hingga hari ini masih banyak rekan-rekan yang meminta kepada saya dokumen kurikulum SMK teknologi informasi (SMK TI). Bersama ini saya share saja file yang saya miliki, kebetulan yang saya miliki adalah file kurikulum SMK versi tahun 2004.
Saat tulisan ini dibuat, sekolah diwajibkan membuat sendiri kurikulum SMK berbentuk KTSP. Prinsipnya pada saat anda ingin membuat KTSP untuk sekolah anda, gunakan Kurikulum 2004 sebagai dasar, kembangkan atau kurangi sesuai kebutuhan anda. Bersama ini saya sampaikan juga contoh KTSP SMK program keahlian Multimedia dari SMKN 4 Malang yang sering dijadikan acuan (terima kasih pada pak Kwarta Adiprama yang membaginya). Anda tinggal menggunakan format contoh tersebut, dan memasukkan kebutuhan sesuai daerah anda dengan mengacu pada kurikulum 2004. Saya sertakan juga file presentasi lengkap bagaimana membuat KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) SMK yang saya lupa didapat dari sumber mana (mohon maaf bagi pembuatnya).
Kemudian saya sertakan juga overview dari kurikulum SMK TI yang terdiri dari 3 program keahlian yaitu multimedia (MM), rekayasa perangkat lunak (RPL) dan teknik komputer jaringan (TKJ). File-file ini kami gunakan di SMK Teknologi Informasi (SMK TI) Airlangga Samarinda sebagai dasar bekerja. Silahkan langsung download dibawah ini.
File-file ini saya simpan di Google Pages dan tulisan blog ini ada di Google Blogspot. Mudah-mudahan tetap exist selamanya kecuali Google bankrut. Semoga bermanfaat untuk yang memerlukannya.
Saat tulisan ini dibuat, sekolah diwajibkan membuat sendiri kurikulum SMK berbentuk KTSP. Prinsipnya pada saat anda ingin membuat KTSP untuk sekolah anda, gunakan Kurikulum 2004 sebagai dasar, kembangkan atau kurangi sesuai kebutuhan anda. Bersama ini saya sampaikan juga contoh KTSP SMK program keahlian Multimedia dari SMKN 4 Malang yang sering dijadikan acuan (terima kasih pada pak Kwarta Adiprama yang membaginya). Anda tinggal menggunakan format contoh tersebut, dan memasukkan kebutuhan sesuai daerah anda dengan mengacu pada kurikulum 2004. Saya sertakan juga file presentasi lengkap bagaimana membuat KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) SMK yang saya lupa didapat dari sumber mana (mohon maaf bagi pembuatnya).
Kemudian saya sertakan juga overview dari kurikulum SMK TI yang terdiri dari 3 program keahlian yaitu multimedia (MM), rekayasa perangkat lunak (RPL) dan teknik komputer jaringan (TKJ). File-file ini kami gunakan di SMK Teknologi Informasi (SMK TI) Airlangga Samarinda sebagai dasar bekerja. Silahkan langsung download dibawah ini.
- Download Kurikulum SMK 2004 Multimedia (MM)
- Download Kurikulum SMK 2004 Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)
- Download Kurikulum SMK 2004 Teknik Komputer Jaringan (TKJ)
- Download Overview Kurikulum SMK 2004 Teknologi Informasi atau Teknik Informatika
- Download Dokumen Contoh KTSP SMK Multimedia SMKN 4 Malang (2006)
- Download File Presentasi Cara Penyusunan KTSP SMK
File-file ini saya simpan di Google Pages dan tulisan blog ini ada di Google Blogspot. Mudah-mudahan tetap exist selamanya kecuali Google bankrut. Semoga bermanfaat untuk yang memerlukannya.
06 June 2008
Guru Kita & Implementasi Komputer Sederhana
Selasa 3 Juni 2008 lalu saya mendapat kesempatan cukup berharga memberikan pelatihan kepada sekitar 60 orang guru SD dan SMP Kota Bontang, Kalimantan Timur. Training yang diselenggarakan selama 4 hari itu berjudul "Pembuatan Materi Belajar Berbasis Multimedia". Training digagas dan dijalankan oleh Bp. Nanang Rijono (Dosen Pasca Sarjana unmul) dan Dinas Pendidikan Kota Bontang.
Saya dijatah untuk mengarahkan sesi hari ke-2 tentang Internet untuk Pendidikan. Hari ke-3 diisi dengan pelatihan untuk menggunakan MS PowerPoint dan hari ke-3 sedikit praktek Macromedia Flash. Di hari terakhirnya setiap peserta diwajibkan untuk memberikan presentasi materi belajar berbasis multimedia di hari terakhir. Sangat menarik... Kenapa? Training ini dirancang dengan muatan sangat sederhana namun dimaksudkan untuk mampu memberikan bekal praktis bagi para guru untuk kembali ke sekolah masing-masing dan memprtaktekkannya di dunia nyata. Ditengah banyaknya konsep dan tawaran implementasi teknologi informasi untuk pendidikan yang serba canggih, training ini muncul dengan kesederhanaan yang membumi.
Di tempat lain mungkin akan banyak pihak mencemooh... PowerPoint? Kuno...
Namun saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri betapa sederhananya para guru kita. Sederhana dalam hampir segala hal. Wawasan, pengalaman, gaya hidup, kemampuan finansial, dst... Sulit membayangkan bahwa komunitas seperti ini harus "diguyur" dengan materi-materi belajar canggih yang kemudian malah terlalu sulit bahkan tidak mungkin dibawa pulang ke sekolah mereka untuk diterapkan.
MS PowerPoint adalah aplikasi favorit andalan saya selama hampir 15 tahun bergelut di bidang pelatihan dan pendidikan. Ini adalah aplikasi "silver bullet" saya. Aplikasi yang bisa menjawab hampir 80-90% dan segala kebutuhan pembuatan materi belajar yang saya buat. Aplikasi yang sangat "straight forward", bisa dipakai bagi orang yang betul-betul pemula hingga yang sangat advance. Sangat "bersahabat" dengan komputer jenis apapun, sangat mudah digandengkan dengan LCD projector apapun, kalau tidak ada projector juga sangat mudah dicetak dengan printer apapun dengan hasil yang sangat baik. Bisa "ditempel" apapun (teks, audio, image, video, animasi, dll). Learning curve yang sangat landai, artinya sangat mudah dipelajari. Seorang pemula dalam beberapa jam saja sudah bisa memakai berbagai fitur basic nya. Amazing bukan?
Sebuah sekolah favorit di kota saya menolak untuk diberikan pelatihan MS PowerPoint karena bilang bahwa ini sudah pernah dilaksanakan sebelumnya dan saya menangkap kesan "merendahkan" aplikasi hebat ini. Ya sudahlah...
Bp. Nanang Rijono yang merancang pelatihan ini adalah juga orang sederhana dari sisi teknologi, bukan ahli teknologi, beliau setiap saat selalu bilang kepada orang lain bahwa ybs punya kemampuan komputer terbatas, bahkan blog ybs pun dibuatkan oleh anaknya :-) Dibalik kesederhanaan cara pandang ybs, lahirlah pelatihan sederhana tapi membumi ini. Saya yakin bahwa akan banyak hal praktis yang akan bisa langsung dipraktekkan para peserta saat kembali ke tempat kerjanya masing-masing.
Saya pun berusaha keras mendukung "pathway" training yang dibuat ybs dengan memberikan materi-materi dan latihan-latihan yang membumi di sesi saya. Saya fokus pada pengenalan mendasar Internet dan memberikan bukti langsung kepada para peserta betapa powerful nya Internet.
Didepan PC dan laptopnya yang terkoneksi ke Internet, peserta saya berikan lomba cepat-cepatan mencari jawaban pertanyaan saya seperti:
"Tanggal berapa Olimpiade Beijing 2008 dilaksanakan?"
"Dimanakah kota kelahiran Barack Obama?"
"Apakah ibukota negara Mauritius?"
Pertanyaan-pertanyaan yang bisa mereka jawab secara akurat dalam waktu kurang dari 1 menit. Bahkan mereka sendiri tampak kaget tapi excited menghadapi kenyataan itu ...
Mereka juga selanjutnya merasakan langsung betapa hebatnya Internet yang bisa memberikan jawaban atas "apapun" yang mereka butuhkan... Terutama yang berhubungan dengan tugas pembuatan materi ajar digital yang akan mereka kerjakan.
Saya pribadi puas bisa memberikan sesuatu yang mudah-mudahan bisa bermanfaat, tidak hanya bagi para peserta, tetapi juga bagi orang lain yang akan mendapat dampak ikutan dari mereka yang ikut kali ini...
Update:
Sebuah cerita lain yang saya dapat dari mahasiswa saya...
Seorang guru di salah satu lokasi cukup terpencil di Kalimantan Timur memiliki suatu terobosan sederhana dalam memanfaatkan peralatan sederhana tanpa harus menunggu pembelian alat baru yang canggih dan mahal. Karena yakin dengan kehandalan Microsoft PowerPoint, dia mencari cara untuk dapat menayangkan materi ajar yang dia buat didepan kelas. Pakai LCD projector? Jangan mimpi... walau harganya sudah sampai Rp 5-6 juta, barang ini tidak tersedia dan kalaupun dia ajukan anggarannya, dipastikan akan susah terealisasi.
Akhirnya dia sampai pada solusi sederhana namun kreatif dan hasilnya sungguh bermanfaat. Dia beli sebuah TV tuner PCI card yang banyak tersedia di toko-toko komputer di kotanya dengan harga sudah sangat murah berkisar Rp 175 ribu keatas. Dengan alat ini, dia bisa men-display layar komputernya pada sebuah TV analog biasa. TV set hampir pasti dimiliki oleh hampir setiap sekolah di Indonesia.
Dengan komputer desktop tua yang dimiliki sekolah, sebuah TV tuner PCI card dan TV 21 inch biasa, guru super kreatif ini bisa terus berkreasi dengan PowerPoint-nya dan menggunakannya sebagai alat bantu yang sangat efektif didepan anak didiknya di sekolah sederhana di pelosok belantara Kalimantan Timur.
Bravo...!
Saya dijatah untuk mengarahkan sesi hari ke-2 tentang Internet untuk Pendidikan. Hari ke-3 diisi dengan pelatihan untuk menggunakan MS PowerPoint dan hari ke-3 sedikit praktek Macromedia Flash. Di hari terakhirnya setiap peserta diwajibkan untuk memberikan presentasi materi belajar berbasis multimedia di hari terakhir. Sangat menarik... Kenapa? Training ini dirancang dengan muatan sangat sederhana namun dimaksudkan untuk mampu memberikan bekal praktis bagi para guru untuk kembali ke sekolah masing-masing dan memprtaktekkannya di dunia nyata. Ditengah banyaknya konsep dan tawaran implementasi teknologi informasi untuk pendidikan yang serba canggih, training ini muncul dengan kesederhanaan yang membumi.
Di tempat lain mungkin akan banyak pihak mencemooh... PowerPoint? Kuno...
Namun saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri betapa sederhananya para guru kita. Sederhana dalam hampir segala hal. Wawasan, pengalaman, gaya hidup, kemampuan finansial, dst... Sulit membayangkan bahwa komunitas seperti ini harus "diguyur" dengan materi-materi belajar canggih yang kemudian malah terlalu sulit bahkan tidak mungkin dibawa pulang ke sekolah mereka untuk diterapkan.
MS PowerPoint adalah aplikasi favorit andalan saya selama hampir 15 tahun bergelut di bidang pelatihan dan pendidikan. Ini adalah aplikasi "silver bullet" saya. Aplikasi yang bisa menjawab hampir 80-90% dan segala kebutuhan pembuatan materi belajar yang saya buat. Aplikasi yang sangat "straight forward", bisa dipakai bagi orang yang betul-betul pemula hingga yang sangat advance. Sangat "bersahabat" dengan komputer jenis apapun, sangat mudah digandengkan dengan LCD projector apapun, kalau tidak ada projector juga sangat mudah dicetak dengan printer apapun dengan hasil yang sangat baik. Bisa "ditempel" apapun (teks, audio, image, video, animasi, dll). Learning curve yang sangat landai, artinya sangat mudah dipelajari. Seorang pemula dalam beberapa jam saja sudah bisa memakai berbagai fitur basic nya. Amazing bukan?
Sebuah sekolah favorit di kota saya menolak untuk diberikan pelatihan MS PowerPoint karena bilang bahwa ini sudah pernah dilaksanakan sebelumnya dan saya menangkap kesan "merendahkan" aplikasi hebat ini. Ya sudahlah...
Bp. Nanang Rijono yang merancang pelatihan ini adalah juga orang sederhana dari sisi teknologi, bukan ahli teknologi, beliau setiap saat selalu bilang kepada orang lain bahwa ybs punya kemampuan komputer terbatas, bahkan blog ybs pun dibuatkan oleh anaknya :-) Dibalik kesederhanaan cara pandang ybs, lahirlah pelatihan sederhana tapi membumi ini. Saya yakin bahwa akan banyak hal praktis yang akan bisa langsung dipraktekkan para peserta saat kembali ke tempat kerjanya masing-masing.
Saya pun berusaha keras mendukung "pathway" training yang dibuat ybs dengan memberikan materi-materi dan latihan-latihan yang membumi di sesi saya. Saya fokus pada pengenalan mendasar Internet dan memberikan bukti langsung kepada para peserta betapa powerful nya Internet.
Didepan PC dan laptopnya yang terkoneksi ke Internet, peserta saya berikan lomba cepat-cepatan mencari jawaban pertanyaan saya seperti:
"Tanggal berapa Olimpiade Beijing 2008 dilaksanakan?"
"Dimanakah kota kelahiran Barack Obama?"
"Apakah ibukota negara Mauritius?"
Pertanyaan-pertanyaan yang bisa mereka jawab secara akurat dalam waktu kurang dari 1 menit. Bahkan mereka sendiri tampak kaget tapi excited menghadapi kenyataan itu ...
Mereka juga selanjutnya merasakan langsung betapa hebatnya Internet yang bisa memberikan jawaban atas "apapun" yang mereka butuhkan... Terutama yang berhubungan dengan tugas pembuatan materi ajar digital yang akan mereka kerjakan.
Saya pribadi puas bisa memberikan sesuatu yang mudah-mudahan bisa bermanfaat, tidak hanya bagi para peserta, tetapi juga bagi orang lain yang akan mendapat dampak ikutan dari mereka yang ikut kali ini...
Update:
Sebuah cerita lain yang saya dapat dari mahasiswa saya...
Seorang guru di salah satu lokasi cukup terpencil di Kalimantan Timur memiliki suatu terobosan sederhana dalam memanfaatkan peralatan sederhana tanpa harus menunggu pembelian alat baru yang canggih dan mahal. Karena yakin dengan kehandalan Microsoft PowerPoint, dia mencari cara untuk dapat menayangkan materi ajar yang dia buat didepan kelas. Pakai LCD projector? Jangan mimpi... walau harganya sudah sampai Rp 5-6 juta, barang ini tidak tersedia dan kalaupun dia ajukan anggarannya, dipastikan akan susah terealisasi.
Akhirnya dia sampai pada solusi sederhana namun kreatif dan hasilnya sungguh bermanfaat. Dia beli sebuah TV tuner PCI card yang banyak tersedia di toko-toko komputer di kotanya dengan harga sudah sangat murah berkisar Rp 175 ribu keatas. Dengan alat ini, dia bisa men-display layar komputernya pada sebuah TV analog biasa. TV set hampir pasti dimiliki oleh hampir setiap sekolah di Indonesia.
Dengan komputer desktop tua yang dimiliki sekolah, sebuah TV tuner PCI card dan TV 21 inch biasa, guru super kreatif ini bisa terus berkreasi dengan PowerPoint-nya dan menggunakannya sebagai alat bantu yang sangat efektif didepan anak didiknya di sekolah sederhana di pelosok belantara Kalimantan Timur.
Bravo...!
28 May 2008
Peranan Game Dalam Memacu Kecerdasan Anak
Beberapa tahun lalu saya sempat menulis pandangan saya mengenai game komputer yang saya anggap bisa meningkatkan kemampuan logika berpikir anak-anak serta berdampak positif dalam mengembangkan kecerdasan mereka. Silahkan baca posting tersebut disini.
Kemudian beberapa hari lalu saya sempat membaca artikel berita "Peranan Game Dalam Memacu Kecerdasan Anak" di Detikinet dan saya copy and save. Judulnya mirp dengan tulisan saya, namun point yang dibahas berbeda. Saya fokus pada pengembangan logika berpikir, sementara penelitian ini berbicara mengenai tingkat kegembiraan secara fisik (arousal) yang ditemukan bisa meningkatkan kreatifitas. Sesuatu yang dampaknya adalah jenis dampak sesaat dari bermain game. Namun bagus juga untuk referensi kita semua yang masih terus dilanda persepsi sangat negatif terhadap game komputer bagi anak-anak.
Kemudian beberapa hari lalu saya sempat membaca artikel berita "Peranan Game Dalam Memacu Kecerdasan Anak" di Detikinet dan saya copy and save. Judulnya mirp dengan tulisan saya, namun point yang dibahas berbeda. Saya fokus pada pengembangan logika berpikir, sementara penelitian ini berbicara mengenai tingkat kegembiraan secara fisik (arousal) yang ditemukan bisa meningkatkan kreatifitas. Sesuatu yang dampaknya adalah jenis dampak sesaat dari bermain game. Namun bagus juga untuk referensi kita semua yang masih terus dilanda persepsi sangat negatif terhadap game komputer bagi anak-anak.
Peranan Game Dalam Memacu Kecerdasan Anak
Sumber: Detikinet.com
Dalam sebuah penelitian, video game ternyata bisa membawa banyak dampak positif seperti meningkatkan kecerdasan, kreativitas, serta kemampuan dalam mengambil keputusan.
Hal ini diungkapkan oleh peneliti dari Penn State, Thailand. Disebutkan bahwa video game yang mampu memicu energi dan mood positif bagi gamer akan meningkatkan kreativitas.
"Video game bukan sekadar hiburan. Kami mencoba untuk mengungkap bahwa video game dapat digunakan untuk pendidikan," ujar S. Shyam Sundar, sang peneliti, seperti dikutip detikINET dari Thaindian, Minggu (25/5/2008).
Dalam penelitian itu, 98 responden diminta memainkan video game populer macam Dance Dance Revolution, dengan berbagai tingkat kesulitan. Setelah itu mereka menjalani tes.
"Kami menggunakan dua variabel emosional, yakni tingkat kegembiraan secara fisik (arousal) dan perasaan negatif atau positif (valence)," tambah Elizabeth Hutton, rekan Sundar.
Terlihat bahwa gamer yang memiliki tingkat arousal yang tinggi dan mood positif lebih berpotensi mencetuskan ide baru untuk mengatasi masalah. Begitu pula gamer yang memiliki arousal rendah dan mood yang negatif.
Gamer yang memiliki suasana hati gembira atau sedih memiliki kreativitas yang paling tinggi, sebaliknya gamer yang marah atau santai cenderung kurang kreatif. Jadi kunci kreativitas adalah arousal yang tinggi atau rendah. Arousal yang sedang-sedang saja tidak memicu kreativitas.
"Kami melihat bahwa elemen emosional dalam game dapat berperan sebagai mesin pemicu kreativitas dan kemampuan mengatasi masalah," tandas Sundar.
Ia juga menambahkan bahwa video game dapat digunakan di kelas untuk meningkatkan kreativitas siswa dan di perusahaan untuk meningkatkan kemampuan mengambil keputusan.
13 May 2008
Situs Astronomi Hebat Bernama LangitSelatan.com
Saya terhenyak didepan laptop saya ketika melihat situs ini pertama kali 2 hari lalu. Situs berbahasa Indonesia mengenai segala sesuatu tentang astronomi yang dibuat sangat rapi, isinya banyak dan sangat enak dibaca. Sangat sulit mencari situs Indonesia yang memiliki kualitas baik (dari sisi desain, kedalaman content dan konsistensi keberadaannya). Situs LangitSelatan.com yang menyebut dirinya LS ini sungguh merupakan aset sangat berharga bangsa Indonesia dalam mengejar ketertinggalannya dari negara maju lain. Silahkan langsung datang kesana untuk membuktikannya sendiri.
Kebetulan saat sekolah dulu saya memiliki ketertarikan sangat besar pada dunia astronomi. Di tahun 70-80an saya sudah memiliki banyak majalah dan membaca banyak hal mengenai astronomi, walaupun seiring waktu saya harus bergeser ke bidang lain. Mungkin latar belakang inilah yang membuat saya jadi sangat terkesan dengan situs LS ini. Bagi anda yang senang astronomi ataupun belum kenal sama sekali, saya yakin LS akan mampu "menyentuh" anda.
Pertanyaan pertama saya saat menemukan situs ini? Siapa dibalik situs hebat ini? Dibuat dengan gaya blog, situs ini disumbang oleh banyak orang. Jadi mirip sekali dengan IlmuKomputer.com yang telah sukses sebelumnya.
Berikut saya kutip langsung dari situs LS mengenai siapa mereka:
Weblog langitselatan.com ini dibuat sebagai salah satu penyebar informasi astronomi (berita, artikel dan jadwal event), penghubung dengan jendela-jendela maya lainnya dan juga sebagai alat bantu memahami astronomi lebih lanjut.
Sekali lagi, ini situs bagus sekali, saya sampaikan apresiasi tinggi pada pengelolanya, saya sangat ingin berkenalan dengan mereka... Mereka telah berkontribusi banyak pagi pengembangan dan penyebaran ilmu pengetahuan bagi masyarakat Indonesia. Semoga amal mereka diterima Yang Maha Kuasa.
Kebetulan saat sekolah dulu saya memiliki ketertarikan sangat besar pada dunia astronomi. Di tahun 70-80an saya sudah memiliki banyak majalah dan membaca banyak hal mengenai astronomi, walaupun seiring waktu saya harus bergeser ke bidang lain. Mungkin latar belakang inilah yang membuat saya jadi sangat terkesan dengan situs LS ini. Bagi anda yang senang astronomi ataupun belum kenal sama sekali, saya yakin LS akan mampu "menyentuh" anda.
Pertanyaan pertama saya saat menemukan situs ini? Siapa dibalik situs hebat ini? Dibuat dengan gaya blog, situs ini disumbang oleh banyak orang. Jadi mirip sekali dengan IlmuKomputer.com yang telah sukses sebelumnya.
Berikut saya kutip langsung dari situs LS mengenai siapa mereka:
Tim LS (langitselatan) terdiri dari sekelompok orang berlatar pendidikan astronomi dan astronom amatir yang memiliki komitmen memasyarakatkan ilmu astronomi seluas-luasnya di Indonesia.
Tujuan didirikannya perusahaan adalah:
* Memperkenalkan fun-astronomy kepada masyarakat,
* Menyediakan informasi astronomi,
* Wadah bagi komunitas astronomi dari seluruh Indonesia untuk saling berbagi informasi,
Singkatnya, LS dibuat oleh astronom untuk astronom dan masyarakat Indonesia.
Weblog langitselatan.com ini dibuat sebagai salah satu penyebar informasi astronomi (berita, artikel dan jadwal event), penghubung dengan jendela-jendela maya lainnya dan juga sebagai alat bantu memahami astronomi lebih lanjut.
Sekali lagi, ini situs bagus sekali, saya sampaikan apresiasi tinggi pada pengelolanya, saya sangat ingin berkenalan dengan mereka... Mereka telah berkontribusi banyak pagi pengembangan dan penyebaran ilmu pengetahuan bagi masyarakat Indonesia. Semoga amal mereka diterima Yang Maha Kuasa.
30 April 2008
Data Blogger dan Pengguna Friendster Indonesia
Dari tulisan blog Ventura Elisawati di vlisa.com, saya mendapatkan beberapa data yang sangat menarik, sulit didapat, walau saya tidak tahu ybs mendapatkan angkanya dari mana. Tapi sebagai salah satu blogger Indonesia yang sangat aktif dan "terpercaya", saya yakin angka-angka berikut ini cukup "shahih" untuk kita jadikan pegangan.
Angka-angka ini adalah angka yang semestinya dapat terus diikuti dan diamati, dievaluasi perkembangannya dan akhirnya bisa kita tarik hikmah dan manfaatnya dalam pengembangan masyarakat berbasis Internet di Indonesia.
Terus terang angka diatas masih dibawah ekpektasi (harapan) saya. Saya punya feeling sebelum melihat data ini bahwa mestinya ada minimal 1 juta blog yang dibuat orang di Indonesia. Ini didasari pada fakta-fakta begitu banyaknya saya menemukan blog Indonesia setiap hari. Namun angka 247 ribu plus 125 ribu account di Blogger dan Wordpress cukup "menghibur" lah... Dengan angka segitu, artinya akan tetap ada peningkatan signifikan dari materi berbahasa Indonesia di seluruh Internet, yang konon diprpediksi oleh satu pihak (saya lupa blas namanya) hanya kurang dari 1%. Walau ketika masuk ke blog-blog Indonesia tersebut sebagian besar masih dalam bentuk "acak-acakan" (tak terurus dan tak teratur), namun semakin banyak yang rapi, konsisten di update, dan tulisannya berisi...
Satu hal lagi yang mungkin perlu dipantau adalah angka perkembangan materi berbahasa Indonesia di Wikipedia Indonesia yang banyak sekali dijadikan acuan bagi para pencari informasi berbahasa Indonesia di Internet. Baca juga tulisan saya terdahulu tentang Wikipedia Indonesia.
Mungkin memang sudah waktunya kita butuh adanya pembuat survey yang memantau statistik perkembangan Internet Indonesia. Saya pernah punya cita-cita ini, namun karena kesibukan dan tidak punya cukup resource, maka belum bisa diwujudkan, mungkin suatu saat nanti bisa, atau ada yang sudah memulainya? Yang banyak ada adalah lembaga survey dan riset dari luar negeri. Kalaupun mereka memantau Indonesia, biasanya hanya dalam proporsi sangat minor.
Baca juga tulisan dan file presentasi yang saya buat sebelumnya mengenai data Internet dan telekomunikasi seluler di Indonesia.
Sebagai perbandingan juga, berikut data blog dunia yang ditampilkan di CNET News.com
Ditulis menggunakan Asus Eee PC 4G Black
Angka-angka ini adalah angka yang semestinya dapat terus diikuti dan diamati, dievaluasi perkembangannya dan akhirnya bisa kita tarik hikmah dan manfaatnya dalam pengembangan masyarakat berbasis Internet di Indonesia.
Jumlah blogger Indonesia yang memiliki akun di Blogspot sekitar 247.000, di Wordpress 125.000.
Di Asia, friendster.com menjadi situs jaringan sosial terbesar yang dikunjungi rata-rata 32 juta pengguna internet setiap bulannya. Di Indonesia, Friendster memiliki lebih dari 8 juta pengguna terdaftar dan 4 juta pengunjung unik setiap bulan di friendster.com pada Februari 2008. Sementara 40 persen dari 25 juta pengguna internet yang ada di Indonesia memiliki akun Friendster.
Terus terang angka diatas masih dibawah ekpektasi (harapan) saya. Saya punya feeling sebelum melihat data ini bahwa mestinya ada minimal 1 juta blog yang dibuat orang di Indonesia. Ini didasari pada fakta-fakta begitu banyaknya saya menemukan blog Indonesia setiap hari. Namun angka 247 ribu plus 125 ribu account di Blogger dan Wordpress cukup "menghibur" lah... Dengan angka segitu, artinya akan tetap ada peningkatan signifikan dari materi berbahasa Indonesia di seluruh Internet, yang konon diprpediksi oleh satu pihak (saya lupa blas namanya) hanya kurang dari 1%. Walau ketika masuk ke blog-blog Indonesia tersebut sebagian besar masih dalam bentuk "acak-acakan" (tak terurus dan tak teratur), namun semakin banyak yang rapi, konsisten di update, dan tulisannya berisi...
Satu hal lagi yang mungkin perlu dipantau adalah angka perkembangan materi berbahasa Indonesia di Wikipedia Indonesia yang banyak sekali dijadikan acuan bagi para pencari informasi berbahasa Indonesia di Internet. Baca juga tulisan saya terdahulu tentang Wikipedia Indonesia.
Mungkin memang sudah waktunya kita butuh adanya pembuat survey yang memantau statistik perkembangan Internet Indonesia. Saya pernah punya cita-cita ini, namun karena kesibukan dan tidak punya cukup resource, maka belum bisa diwujudkan, mungkin suatu saat nanti bisa, atau ada yang sudah memulainya? Yang banyak ada adalah lembaga survey dan riset dari luar negeri. Kalaupun mereka memantau Indonesia, biasanya hanya dalam proporsi sangat minor.
Baca juga tulisan dan file presentasi yang saya buat sebelumnya mengenai data Internet dan telekomunikasi seluler di Indonesia.
Sebagai perbandingan juga, berikut data blog dunia yang ditampilkan di CNET News.com
...more than 14 million blogs in existence and another 80,000 being created each day...
Ditulis menggunakan Asus Eee PC 4G Black
Subscribe to:
Posts (Atom)

