Search This Blog

Hexatar - Make your own cartoon picture

04 October 2007

Industri Telematika Indonesia, Mau Kemana?

Industri telematika Indonesia? Sulit untuk mendapatkan data-data yang cukup lengkap untuk memberi judgment yang pas mengenai keadaannya saat ini dan peluangnya kedepan. Melihat kekanan dan kekiri, terutama pertumbuhan industri yang sama di India dan Cina, serta usaha luar biasa keras dari Malaysia dan Vietnam untuk merangsek masuk ke industri ini, rasanya kita memang tidak bisa diam sama sekali untuk membiarkan industri telematika di negeri kita hanya jadi penonton. Apalagi ada banyak kisah membanggakan dimana individu-individu brilian dari Indonesia telah bertebaran di seantero dunia menjadi kampiun IT di negeri seberang. Artinya potensi ada (dan sangat besar). Bukan sekali dua kali saya bertemu pribadi-pribadi pribumi yang sangat kompeten dan berkiprah secara signifikan di dunia IT global. Kalau mereka bisa, kenapa kita sebagai bangsa tidak bisa menciptakan "clone" baru dari SDM seperti mereka untuk memajukan industri ini di tanah sendiri?



Susah ngomong... tapi hati dan otak saya tidak pernah berhenti bertekad untuk bisa berbuat sesuatu sesuai kemampuan saya yang terbatas ini...

Kebetulan ada tulisan cukup basi dari Tempo mengenai beberapa angka pertumbuhannya di Indonesia. Yang menyampaikan? Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian Republik Indonesia... He3... saya terus terang baru dengar ada institusi setinggi ini yang diberi anggaran dan mandat untuk memajukan telematika di negeri kita. Anda pernah merasakan manfaatnya? Saya sih belum, gak tahu besok? Mudah-mudahan ada yang signifikan.

TEMPO Interaktif
Selasa, 17 April 2007 | 18:59 WIB
http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2007/04/17/brk,20070417-98166,id.html

Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian Budi Darmadi mengatakan pemerintah tahun ini menargetkan industri telematika tumbuh 11,5 persen. Pada 2006, investasi industri telematika mencapai Rp 517 miliar. Tahun ini pemerintah mentargetkan nilai investasi itu naik hingga menjadi Rp 525 miliar. Sedangkan untuk nilai produksi industri telematika, tahun ini pemerintah memperkirakan mencapai Rp 45,7 triliun.

Tahun lalu nilai produksi industri telematika mencapai Rp 40,3 triliun. Adapun nilai ekspornya mencapai US$ 2,83 miliar. “Tahun ini ditargetkan naik hingga US$ menjadi 3,02 miliar,” kata Budi. Selain itu, ditargetkan industri telematika tahun ini akan menyerap 60 ribu tenaga kerja atau naik 10 ribu dari tahun lalu. “Industri telematika dalam negeri telah menunjukkan pertumbuhan,” kata Budi kemarin. Misalnya, PT Inti Pisma, produsen telepon seluler merek Nexian, telah memasarkan produknya sebanyak 600 ribu ponsel sejak tahun lalu.

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...