Search This Blog

Loading...

Hexatar - Make your own cartoon picture

22 April 2008

Lay-out Laboratorium Komputer di Sekolah

Dalam menata lay-out laboratorium komputer di sekolah ataupun di lembaga pendidikan lain yang diarahkan untuk anak usia sekolah, diperlukan trik tersendiri agar efektif. Salah satu hal penting yang harus dijaga, terutama ketika lab tersebut terkoneksi ke Internet, adalah agar lab tersebut tidak dijadikan ajang memasuki situs-situs yang tidak baik.

Lab juga harus mampu memberikan suasana yang nyaman agar setiap siswa dapat saling berdiskusi dengan teman lainnya. Dapat saling melihat screen (layar komputer) seluruh teman lain dalam lab. Ini sangat positif dalam menumbuhkan suasana kompetitif namun tetap menumbuhkan kebiasaan saling bagi dan saling membantu.

"Wah, teman diujung sudah sampai tahap lanjut, saya masih jauh nih... musti ngebut."

"Kok bisa si X membuat itu ya? caranya gimana sih? Tanya ah..."

"Syukur, saya sudah jauh nih prakteknya, yang lain masih baru tahap awal, keliling dulu ah... sambil nanya-nanya ke pak guru..."

Guru pun akan dengan mudah mengamati perkembangan belajar semua siswa dalam kelas, "Si X sudah selesai, X kemari... bantu Y ya... dia belum selesai, tampaknya dia belum ngerti, kamu kan bapak lihat sudah jadi..."

Kira-kira begitulah suasana sinergis dalam lab yang terjadi apabila lay-out ruangan lab komputer ditata dengan susunan berbentuk huruf U. Hal ini saya terapkan di sekolah yang saya pimpin dan saat ini ada 4 ruangan lab komputer di SMK TI Airlangga Samarinda yang ditata demikian.

Dalam keadaan saling bisa melihat layar komputer satu sama lain dan guru bisa melihat seluruh layar, maka akan muncul suasana saling kontrol. Kecil kemungkinan dalam jam belajar yang normal dimana seluruh siswa hadir didampingi gurunya akan muncul penyalahgunaan komputer untuk mengerjakan hal negatif.

Namun tetntu saja ada trade off (pengorbanannya), yaitu luas ruangan tidak bisa dimaksimalkan pemanfaatannya. Penataan huruf U akan mengakibatkan jumlah total unit komputer yang masuk ke ruangan akan lebih sedikit dibanding lay-out tradisional berbaris. Namun saya yakin bahwa lebih banyak keuntungannya dibanding yang harus kita korbankan.

Hal lain, kebetulan lab komputer kami juga dipakai untuk "jam pemakaian bebas". Istilah yang kami pakai dimana siswa dapat masuk bebsa kedalam lab diluar jam pelajaran. Biasanya tanpa ada guru yang mengawasi didalamnya. Dengan adanya lay-out demikian, maka pengguna juga sungkan untuk melakukan tindakan "abnormal" karena dengan mudah terlihat oleh siswa lain (bandingkan dengan lay-out "super private" yang dipakai di warnet-warnet).

Disamping itu, mobilitas guru juga jadi jauh lebih mudah. Berjalan dari satu komputer ke yang lain bisa dilakukan tanpa ada halangan sama sekali ditengah ruangan. Guru juga dapat langsung memanggil beberapa siswa lain berkerumun didepan komputer salah satu siswa untuk memberikan demo pelajaran kepada beberapa siswa sekaligus tanpa terhalang oleh meja lainnya.

Konsep ini telah kami terapkan selama beberapa tahun (sekitar 4 tahun) dan berjalan cukup baik, mudah-mudahan dapat juga membawa manfaat bagi sekolah lain...

Written on: Asus Eee PC 4G Black

Update:
Berikut saya dapatkan foto yang baik dan sesuai dengan apa yang saya ceritakan diatas dari situs mgccc.edu.

3 comments:

Anonymous said...

makasih pak, ditempat kami pakai seperti kelas biasa, menghadap kedepan semua, bikin stress gurunya, yg dibelakang sibuk sendiri :-(

Lab Komputer SMP said...

Lebih efektif lagi kalau kita gunakan software monitoring. Jadi gurunya tak perlu jalan² :)

Anonymous said...

bagus nih bisa jalan-jalan... hilangkan pegel sambil sapa anak yang jauh di ujung sana

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...