Search This Blog

Loading...

Hexatar - Make your own cartoon picture

08 April 2008

Renungan Nasional: Belajar dari Film Fitna & Pemblokiran Massal Internet di Indonesia

Akhirnya siang ini pemblokiran massal oleh para ISP Indonesia terhadap situs-situs yang menjadi sumber disimpan dan ditayangkannya film Fitna dilakukan. Film yang saya anggap film kampungan dengan kualitas seadanya. YouTube.com adalah yang paling banyak diblokir oleh ISP. Telkom bahkan kalap memblokir 7 situs besar termasuk yang sangat populer di Indonesia seperti multiply.com, rapidshare.com dan myspace.com. Dijamin banyak orang akan teriak, terutama bagi yang punya blog dan penyimpanan foto di multiply.com dan myspace.com. Saya pikir, melihat gejala "kalapnya" ISP dipicu mulai "ngawurnya" Menkominfo akan semakin meluas bila tidak ada upaya menghentikan atau merasionalisasikan pemikiran dan tindakan mereka.

Bayangkan, info dari pak Sandjaja Kosasih, rekan saya yang pakar dunia Internet, ada cukup banyak film Fitna yang disimpan di Google Video di video.google.com serta di Yahoo Video di video.yahoo.com. Apakah artinya dalam waktu dekat pemerintah Indonesia akan memblokir google.com dan yahoo.com? Bayangkan, itu langkah mundur puluhan tahun kebelakang...

Dari pengamatan saya, beberapa info film Fitna juga di host di banyak blog orang Indonesia yang sebagian besar ada di blogger.com dan wordpress.com. Apakah situs gratis penyedia ruang blogging ini juga akan ditutup? Gila kalau ya... Kedua blog site ini telah menyumbang begitu banyak manfaat bagi perkembangan Internet di Indonesia, termasuk dengan keberadaan blog saya yang sedang anda baca ini. Artinya memang harus ada tindakan untuk menghentikannya.

Friendster juga? Bisa jadi, info sangat bebas ada disini, yang sangat banyak diakses di Indonesia. In fact, ini adalah situs terbanyak diakses dari Indonesia versi Alexa.com. Mau diblokir juga karena mengandung banyak link ke film Fitna?

Saya melihat dari hasil pengamatan setelah diundangkannya UU ITE, banyak pihak mulai jadi reaktif dan jadi "bablas". Ya.. Roy Suryo yang mulai malas browsing dan mengamati perkembangan di grass root, ya.. Menkominfo yang awalnya tampak intelek dan sangat menguasai bidangnya tapi ternyata gaptek juga, ya.. ISP terutama yang plat merah (Telkom dan Indosat) yang tiba-tiba jadi pahlawan kesiangan dengan memblokir gaya "babat alas".

Mungkin sudah perlu suatu gerakan sistematis "ganyang Depkominfo" atau mungkin yang lebih halus "hadang pemblokiran Internet", atau lebih halus lagi "selamatkan anak-cucu kita dari pemblokiran Internet". Harus ada pihak yang mau secara bijak bisa membangun mekanisme komunikasi antar para pemegang kekuasaan dengan para pemain grass root teknologi informasi yang sangat cerdas dan kritis. Komunikasi yang terjaga baik akan menghasilkan suatu pembelajaran yang akan bermanfaat bagi hitam-putihnya perkembangan dunia teknologi informasi di Indonesia.

Harus disadari bahwa kita semua terkejut dengan cepatnya perkembangan dunia digital global tanpa batas yang kita alami saat ini. Secara legal, kultural, sosial dll kita tidak siap. Tidak ada perangkat kemasyarakatan, perangkat bernegara, birokrasi, hukum, yang bisa mengikuti perkembangannya dengan baik. Semua orang didunia ini sedang belajar keras menyesuaikan diri dengan perubahan yang berubah cepat sekali. Dalam keadaan seperti ini, tidak ada orang yang lebih pintar dibanding yang lain. Dunia teknologi informasi adalah dunia maha luas yang terdiri dari interseksi banyak disiplin ilmu yang saling berinteraksi satu sama lain.

Seharusnya Menkominfo mau menyempatkan diri membaca ratusan tulisan para blogger yang bertebaran di Internet memberi masukan mengenai permasalahan-permasalahan per-kominfo-an di negeri ini, sebelum memutuskan hal-hal penting terutama yang berkenaan dengan masyarakat banyak. Ini adalah bagian dari "knowledge management" alamiah dunia IT kita yang sudah ada dan bisa dimanfaatkan saat ini juga.

Lha... wong zaman gini... mau beli kamera digital pun kita akan menyempatkan melihat review dan segala info berkenaan dengan kamera yang akan kita beli melalui Internet sebelum memutuskan membelinya. Apalagi berkenaan dengan keputusan yang mempengaruhi masa depan bangsa ini.

Tiada hal yang bisa diselesaikan oleh hanya 1 orang dengan kompetensi dan wawasan yang pasti sempit. Dibutuhkan pola atau mekanisme rembug nasional yang melibatkan banyak pihak untuk dapat mencermati, menarik hikmah dan akhirnya mengambil sikap yang paling pas sesuai keadaan dan zamannya. Dibutuhkan suatu perangkat pengelolaan knowledge skala nasional agar kita bisa dengan bijak belajar dari pengalaman banyak pihak dan menarik benang merah dan simpul hikmah terbaik sesuai budaya bangsa kita yang besar ini.

Ini dunia baru... butuh orang-orang dengan pikiran baru... yang akan membawa kita ke generasi baru penuh harapan dan kegemilangan...

Jaya Indonesiaku...

Written on: Asus Eee PC 4G Black

2 comments:

mazbintang said...

sebelumnya salam kenal dulu dari saya..

saya sangat setuju sekali..menkominfo emang ngawur banget dan asal2an aja main blok seenaknya.
lagian saya uda gak bisa update and sharing karya musik saya di myspace ama multiply.Coz cuman situs itu yang paling user friendly and mudah digunakan..


pa: boleh tukeran link??....

Mohamad Adriyanto said...

maz, salam kenal juga, situs anda ok juga :-) sabar aja soal multiply n myspace, rasanya hanya telkom yg ngeban, paling 10 hari dilepas lagi... trust me.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...