29 December 2010

eBay Asia Tenggara Kerjasama dengan Telkom Plasa.com

Saya terkesima melihat beberapa banner iklan dari Plasa.com yang berbunyi "empowering Indonesian businesses", "selling internationally in eBay through Plasa,com". Saya coba telururi, namun masih belum menemukan dimana konektivitas antara kedua entitas layanan online ini. Di situs Plasa.com yang didedikasikan untuk informasi eBay hanya mencantumkan berbagai informasi tentang penjualan barang di eBay dalam Bahasa Indonesia, tapi saya tidak menemukan, katakanlah, account Plasa.com yang terintegrasi dengan account eBay misalnya. Mungkin saya belum mencari dengan benar.

Kemudian saya juga menemukan subdomain khusus di eBay yaitu http://sea.ebay.com/ alias eBay Southeast Asia yang ternyata sudah berkembang jauh walau masih dalam status Beta alias percobaan. Ada video tutorial berjualan dari Asia, ada forum diskusi di Facebook, dll, Bagi saya ini adalah salah satu terobosan luar biasa bagi nettizen Indonesia untuk berbisnis secara global menggunakan platform eBay yang sudah terbukti hebat. Yang menarik tentu saja adalah keterlibatan Plasa.com, walau belum jelas benar perannya dalam hal ini. Tunggu ulasan lebih lanjut.

28 December 2010

BlackBerry, Ponsel Sejuta Umat di Indonesia

Telkomsel sudah berhasil meraih pelanggan BlackBerry hampir 1 juta, belum operator lain yang juga sangat agresif memasarkannya. Perkembangan smartphone satu ini memang fenomenal di negeri kita. Kemudahan penggunaannya juga sangat cocok bagi rakyat Indonesia kebanyakan. Tampaknya pertumbuhan produk asli Kanada ini akan terus naik secara konstan dan signifikan. Kemungkinan BlackBerry yang awalnya dianggap mahal dan barang lux menjadi "ponsel sejuta umat" sangatlah terbuka. Kelak bukan tidak mungkin kita akan menemukan sebagian besar rakyat kita menggunakan BB. Tantangan bagi kita semua untuk memanfaatkan situasi ini bagi kemajuan negeri tercinta.

BlackBerry menjadi pilihan banyak masyarakat Indonesia, mulai dari karyawan biasa, manajer, maupun para Direksi perusahaan, sebab harganya yang variatif dan cukup murah untuk versi yang GPRS/EDGE. Bangsa ini akan dapat meraih manfaat dari tren meningkatnya penggunaan smartphone BlackBerry, yang pada tahun 2010 ini melonjak 140% dari tahun sebelumnya. Jumlah pelanggan BlackBerry TELKOMSEL saat ini mencapai yang tertinggi diantara para operator lainnya, yaitu 960.000 orang.

Berikut tukilan dari tulisan menarik Sumitro Roestam mengenai peluang pemanfaatan BlackBerry bagi masyarakat Indonesia di http://wirelesstekno.blogspot.com (silakan baca lengkap di blog tsb).

26 December 2010

IM2 Android Application Contest

Saat membaca informasi ini, saya terhenyak, apakah timing tepat atau tidak? IM2 Android Application Contest, lomba buat aplikasi & game berhadiah total Rp 120 juta. Pengguna smartphone Indonesia masih sangat sedikit, pengembang yang berkecimpung dan mengenal Android juga masih sedikit, setidaknya dari perbincangan saya dengan beberapa software developer lokal. Apakah IM2 akan mendapat banyak peserta?

Google Android sendiri adalah platform open souce yang diprediksi akan menguasai OS smartphone masa depan. Dengan harga smartphone yang makin rendah, maka peluang bisnis aplikasi mobile semakin terbuka lebar. Kesuksesan App Store iPhone dari Apple membuka jalan yang sangat menjanjikan bagi bisnis aplikasi ini. Saya pikir Indonesia bisa saja ikut "berbicara" dan menghasilkan aplikasi-aplikasi hebat yang menguntungkan secara komersial. Kenapa tidak?

Usul saya pada IM2 adalah untuk melakukan road show sosialisasi ke kantong-kantong developer kreatif seperti Bandung, Jogja dan Malang. Adakan workshop singkat pengembangan software Android. Kalau tidak salah Google telah membuat semacam application development suite khusus untuk Android sekaligus simulatornya. Ini bisa langsung diperkenalkan.

Lihat info lengkap dan pendaftaran di http://i-store.indosatm2.com

LG Optimus 2X, Memulai Era Smartphone dengan Prosesor Dual Core

Dengan semakin tingginya penyerapan pasar terhadap smartphone, tampaknya para pabrikan juga semakin kencang menawarkan inovasi baru di segmen ini. Semakin banyak orang yang bermimpi memiliki smartphone sendiri. OS semakin canggih dan stabil, prosesor semakin powerful, layar semakin nyaman dan tajam, aplikasi semakin banyak, apa lagi yang ditunggu?

Bagi saya sendiri, tentu saja memiliki impian yang sama, setelah mencoba Windows Mobile, BlackBerry dan iOS, rasanya sangat kurang afdol kalau belum mencoba Android. Banyak pertimbangan tetap harus dilakukan sebelum memutuskan. Namun rasanya teramat sulit menghindari godaan yang satu ini. Saat Android versi 3 sudah didepan mata, konon kabarnya akan "secanggih dan seindah" iOS, maka pilihan atas handset harusah didasarkan pada prosesor agar tetap bisa di upgrade ke versi 3 dan seterusnya.

LG Optimus 2X adalah smartphone pertama yang akan menggunakan prosesor dual core buatan NVIDIA yaitu Tegra 2. Ini adalah prosesor mobile masa depan. Bentuk simplistik namun futuristik. OS Android terbaru (tergantung saat diluncurkan), layar 4 inch WVGA, full HD 1080p TV-out via HDMI, video capture full HD, kamera utama 8 MP. Monster ini jelas akan menjadi smartphone pilihan anda yang siap menantang zaman :-)

Tiket Online AFF 2010, Cermin Sulitnya Penerapan ICT di Indonesia

Menarik juga melihat fenomena penjualan tiket online turnamen sepakbola AFF di akhir tahun 2010 ini. Tiket final AFF ini jadi barang langka yang sangat dikejar dan berharga sangat mahal, baik yang resmi maupun dari calo. Menurut berbagai berita, tiket online yang dijual 25-27 Desember 2010 ini langsung ludes dalam tempo sangat singkat. Secera resmi, tiket mulai dijual pukul 9 pagi, namun beberapa info pembeli menyatakan bahwa situs tidak bisa diakses pada saat itu, kemungkinan besar server tidak mampu menangani pengunjung yang overload. Namun setelah bisa diakses beberapa saat kemudian (tidak ada info jam berapa tepatnya situs ini bisa kembali diakses), tiket sudah langsung SOLD OUT (lihat screenshot).


Banyak pihak mengira bahwa penjualan tiket online hanya "akal-akalan" panitia. bagaimana mngkin ribuan tiket terjual dalam hitungan menit dalam suatu sistem yang sedang tidak stabil karena overload (1 transaksi hanya bisa membeli maksimal 8 tiket). Menurut saya, sistem ini memang sangat rawan "permainan". Siapa yang tahu jumlah tiket yang dijual, berapa yang berhasil dibeli online dan berapa yang dijual lewat "jalan belakang". Ini adalah problem TERBESAR penerapan teknologi informasi ICT di masyarakat Indonesia. Dalam banyak kasus penerapan sistem informasi berbasis teknologi canggih, sebagian besar gagal karena faktor "manusia" dan "kultur korup" bangsa kita. Akankah terus begini?