Search This Blog

Loading...

Hexatar - Make your own cartoon picture

26 March 2008

Akhirnya, ASUS Eee PC 4G

Setelah berpikir cukup lama, akhirnya saya memutuskan untuk membeli makhluk kecil yang unik ini. Kebetulan ada promosi dari sebuah toko komputer baru di kota saya. Lumayan, dapat dengan harga sekitar USD 470. Tampaknya, ini harga normal saat ini untuk pasar Indonesia. Mahal juga ya? Saya lihat di beberapa online store luar Indonesia, harga patokan berkisar USD 399. Tadinya mau beli yang versi 2G Surf, namun setelah lihat beberapa review, tampaknya ada masalah performance terutama karena ternyata prosesornya di strip down tanpa fitur L2 cache.

Kenapa beli ini? Murni karena kebutuhan, bukan ikut-ikutan.

Kebetulan nature pekerjaan saya akhir-akhir ini menuntut saya untuk banyak melakukan pergerakan diluar kantor. Kedua laptop tua saya terlambat di-upgrade (terutama memori dan baterenya) sehingga semakin tidak mendukung pekerjaan-pekerjaan saya yang sebenarnya sangat sederhana. Mau cari spare part nya susah minta ampun. Disamping itu juga semakin terasa terlalu besar untuk dibawa kemana-mana.

Mau beli laptop baru, sayang juga kalau harus menghabiskan uang hingga Rp 8-10 juta hanya untuk membeli barang yang kapasitas dan fiturnya terlalu berlebihan. Untuk high-end tasks, mending pakai PC desktop saya di rumah yang sudah sangat powerful. Dan selama ini juga saya tidak pernah memakai laptop untuk pekerjaan-pekerjaan berat, terbanyak adalah untuk browsing Internet dan aplikasi office dasar. Dan yang terpenting, bisa dipakai untuk presentasi di LCD projector manapun.

Jadi, setelah menimbang kebutuhan versus kemampuan finansial, saya jatuhkan pilihan pada Asus Eee PC 4G. Secara teknis (kemampuan vs harga), jelas terasa mahal. Bayangkan laptop dengan "hardisk" hanya 4 GB seharga Rp 4 juta? Laptop lain seharga segitu bisa dapat hardisk beneran hingga 80 GB. Sebagai catatan, unit ini menggunakan "hardisk" SSD (solid state disk) berbasis flash memory yang tidak memiliki moving parts seperti hardisk biasa, kapasitas sangat kecil tapi hemat tempat dan hemat power. Belum prosesornya, hanya Intel Celeron 900 MHz, bandingkan dengan laptop lain seharga lebih mahal sedikit bisa dapat Intel Dual Core 1.5 GHz.

Tapi, saya harus kembali ke basic pertimbangan dalam membeli yaitu kebutuhan. Lah, yang saya butuhkan hanya sedikit, ngapain beli yang berlebihan? Ini juga pesan bagi siapapun yang ingin melakukan investasi IT.

Kesan saya setelah menggunakannya hampir 2 jam (batere masih sisa 30%)? Very cool... Susah sedikit menggunakan keyboardnya yang kecil di 20-30 menit pertama, namun setelah itu no problem, saya bisa mengetik cepat dengan kecepatan normal seperti menggunakan keyboard biasa setelah latihan sedikit. Touchpad yang banyak dikeluhkan user lain juga tidak ada masalah sedikitpun dengan saya. Kemudian, dengan bantuan flashdisk stick 2 GB lama saya, Eee PC ini rasanya saya tidak akan pernah kekurangan storage bagi saya. Internet pakai modem ADSL saya via Speedy juga langsung ON. AVG antivirus langsung ter-update. Multitasking Firefox 3 Beta, Opera 9.2, MS Excel, sambil dengar lagu, no problem, sangat cepat.

Mungkin yang akan perlu penyesuaian adalah ukuran screen yang aneh, 800 x 480, yang normal rasionya adalah 800 x 600. Untuk melihat tampilan XP kadang-kadang ada bagian tak terlihat dibagian bawah karena terpotong. Untuk melihat email saya di Gmail jadi agak aneh karena terpotong judul-judul emailnya. Pada sebagian website kita terpaksa menggunakan scroll horizontal yang sangat mengganggu. Tapi, so for gak ada masalah... tinggal membiasakan diri.

Terus terang yang membuat saya tertarik diawal saat melihat produk ini pertama kali adalah ukuran fisiknya. Sama dengan ukuran buku agenda yang saya bawa kemana-mana. Saya pikir ini akan sangat berguna dan pasti akan banyak dipakai dibanding laptop biasa.

Terakhir, OS :-) He3... yang ini harus hati-hati ngomongnya. Saya beli unit ini sudah dengan OS Windows XP SP2 installed (bajakan). Yang jual malah dengan bangga bilang bahwa semua unit yang dia jual telah diganti dari Linux (legal) jadi XP (bajakan). Saya malah nanya sama yang beli, loh... Linux asli bawaannya mana? Ooo... ada di CD nya pak... OK lah, nanti kalau ada waktu pasti akan saya coba konfigurasi awalnya yang menggunakan Xandros.

Hingga batere sisa 20% ini, saya akhiri tulisan ini dengan ekspresi rasa puas atas produk ini, mudah-mudahan bisa membawa berkah memakainya, amiiin...

Perlu saya sampaikan juga disini bahwa versi yang saya beli ternyata adalah versi "Bahasa Cina", kemungkinan versi yang dijual di Cina/Taiwan yang di import langsung oleh importir Indonesia. Akibatnya, keyboard penuh tulisan Cina disamping huruf latin biasa. Kemudian juga buku petunjuk dan DVD recovery juga berbahasa Cina. Juga saya tidak memiliki garansi resmi Asus, tapi hanya "garansi toko". Ini perlu diwaspadai, apalagi bagi yang biasa memakai barang resmi...

Catatan:
Kenapa ultra mobile PC (UMPC) yang sangat kecil dan berkapasitas kecil begini bisa laku dan dibutuhkan banyak orang saat ini? Ini karena adanya kecenderungan pemanfaatan teknologi masa depan yang disebut "cloud computing". Maksudnya adalah bahwa PC yang kita pakai hanyalah sebagai "alat komunikasi" atau media penghubung saja, bukan sebagai host dari berbagai aplikasi berat seperti zaman dahulu. Aplikasi masa depan lebih banyak berbasis Internet, contoh email, dulu kita perlu aplikasi seperti MS Outlook untuk mengelola seluruh email kita yang disimpan di hardisk PC kita sendiri. Sekarang? Ngapain? Mending disimpan di Yahoo atau Gmail yang menyediakan storage sangat besar dan memiliki fasilitas search yang sangat bagus. Kedepan, akan semakin banyak aplikasi online yang tersedia seperti office apps yang saat ini sudah dirintis Google.

Update:
Pesaing lain? Zyrex Ubud dan Anoa, silahkan cek sendiri, harganya lebih mahal sedikit, tapi dengan spec hardware lebih baik. Kalau tidak salah yang versi murah/bawah tidak memiliki VGA out, hal yang paling saya anggap sebagai fitur utama yang diperlukan, maklum kerjaan saya presentasi dimana-mana...

Yang lain? Intel Classmate, ini juga spec nya lebih baik dari Eee, namun terus terang tampilannya memang didesain untuk anak kecil, jadi mirip dengan XO dari OLPC (One Laptop Per Child) milik Nicolas Negroponte, laptop seharga $100. Eee jauh lebih elegan dan memang untuk orang tua, seperti yang versi black milik saya...

Update lagi:
Kalaupun ada kurang dari Eee PC 4G ini, itu adalah ukuran layar yang 7 inch, kekecilan... kalau dipakai lama agak lelah. Kemudian juga resolusi layar yang 800 x 480, ini lumayan mengganggu dalam pekerjaan sehari-hari. Walaupun kita dengan mudah menggantinya ke 800 x 600, tapi tampilannya jadi aneh, harus up and down terus...

Update terbaru:
Saingan terbaru? HP Mini-Note PC. Hal baiknya adalah pada keyboard yang tidak sekecil di Eee PC atau Classmate, tapi tetap dengan ukuran normal (diperkecil 8%) dimana susunannya diatur ulang agar tidak makan banyak tempat. Menurut review di CNET, hal ini sangat membantu. Hal lain adalah 8.9-inch screen dengan resolusi 1280x768, sesuatu yang besar sekali dibanding Eee. Satu lagi, pilihan OS ada SUSE Linux dengan 64GB solid-state drive (SSD) atau Windows XP atau Vista dengan hardisk hingga 160GB. Ini sih laptop beneran :-) Yang bikin pusing? Harganya... $499 untuk versi Linux, yang Windows? Hingga $1200. Yah... jauh dah dibanding Eee, jadi Mini_Note bukan 1 kelas dengan Eee.

Update lagi:
Saingan terbaru yang saya dapat review nya pada 18 April 2008 adalah versi baru dari Intel Classmate. Jauh lebih "trendy" dibanding versi sebelumnya yang memang diarahkan untuk konsumen anak sekolah di negara-negara berkembang. Kali ini Intel tetap mengarahkan produk ini untuk anak sekolah usia 6-12 tahun, namun untuk kalangan negara maju. Harga tetap $400. Beda terbesar dengan versi sebelumnya? Layar 9-inch (tapi tetap dengan resolusi 800x480, aneh juga) dan hardisk beneran menggantikan SSD berupa Seagate 30GB 3,600rpm. Kelemahan yang tetap ada? Tanpa VGA out... yah memang untuk anak sekolah... Untuk kalangan profesional, Asus Eee PC tetap lebih "pantas", apalagi kita semua menunggu versi layar 9-inch... (yang kabarnya akan pasang harga $600, kemahalan ya?)

Update:
Baca juga tulisan saya terbaru mengenai Asus Eee PC 900 versi terakhir. "Asus Eee PC 900, Hampir Sempurna".

6 comments:

Subur Anugerah said...

Selamat dengan laptop barunya pak ;-)

Maaf pak, atas keterlambatan memorinya, saya sudah ubek penjual komputer di Jogja belum menemukan, kemarin pameran Mega Bazaar juga nggak ketemu, padahal barang second juga dijual banyak di sana. Tinggal di loakan pasar kelitikan belom, abis nda sempet pak... :D

Oiya, sekedar share abis dari pameran, untuk laptop layar 7inci, saya sempat coba Ubud dari Zyrex, resolusinya bisa 1280x800, bahkan lebih, teksnya keciiil banget, harganya kurang dari 5jt.

Salam,
sa

Mohamad Adriyanto said...

dikasih selamat segala nih... trm ksh pak. asyik juga pakai eee pc, forum nya ruame banget, walau produk masih baru tapi sudah banyak punya hard core fans... utk zyrex ubud, sdh masuk pertimbangan saya, tapi lebih pilih eee krn lbh murah dan penggunanya banyak.

soal memory, santai sj pak, sy juga titip pesan sama bbrp teman lain, tapi sama, pd blm dapet...

Dedy Tri Riyadi said...

Pak..mau tanya dong ..kalo punya saya Eee PC 4G nya masih basis Linux ...yang mau saya tanya adalah modem apa yang bisa digunakan untuk mendukung aktivitas inet nya ya? terus jika mau buka root nya bagaimana caranya? sebab di basis Linux nya tidak saya temukan cara untuk membuka root / c prompt nya ..
terimakasih ..

Deny said...

Saya juga pake ini masi OS linux suer kerepotan kalo buat dipake modem usb, karena rata2 program instalan mod usb pake xp, makanya bela2 in instal ulang OS nya ke XP, masalah HDD di suport pake External aja, kalo ngga pake Flash juga uda cukup sebenr nya, buat nonton film juga mayan.( trakir nonton film file AVI)

hasan said...

mau tanya ni pak,assus saya tidak bisa di pasang modem, local C kepenuhan, gimana solusi nya..?

Anonymous said...

makasih atas informasinya, sangat bermanfaat

ASUS Zenfone Smartphone Android Terbaik

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...