Search This Blog

Loading...

Hexatar - Make your own cartoon picture

26 January 2010

Kamera Masa Depan dangan Teknologi Micro Four Thirds

Bagi para fotografer serius, kamera standard yang selama ini digunakan adalah kamera kategori DSLR (Digital Single Lens Reflex. Kamera jenis ini ditandai dengan ukurannya yang besar dan kualitas gambar yang lebih baik dibanding kamera saku biasa, contoh seperti Canon EOS 1000D atau merek lain yang sejenis. Namun kemudian sekitar akhir 2008 dan berkembang di 2009 muncul jenis baru yang dimaksudkan memiliki kualitas setara DSLR namun memiliki ukuran jauh lebih kecil dan kompak. Teknologi yang dipakai masih berbasis DSLR namun di-tweak sedemikian rupa sehingga bisa mengurangi ukuran kamera secara signifikan. Ada bagian yang dihilangkan dari DSLR, namun tetap bisa mendapat kualitas hasil gambar setara. Lihat gambar berikut ini untuk mendapat gambaran sederhana teknologi Micro Four Thirds.

Perbedaan mendasar adalah tidak adanya cermin (mirror) yang memantulkan (reflex) cahaya masuk dari lensa ke view finder. Sehingga nama DSLR di konsep baru ini menjadi kehilangan huruf R. View finder optikal yang biasa menjadi trade mark kamera besar DSLR, diganti menjadi electronic view finder, sama dengan teknologi yang dipakai di DSLR terbaru yang menggunakan layar LCD yang memakai live view. Memang bagi para fotografer senior, memotret dengan mengintip di lubang view finder optikal lebih afdol dibanding melihat di electronic LCD. Inilah yang "dikorbankan" di konsep baru ini. Dengan teknologi electronic view finder yang ada saat ini, tampaknya kualitas pandangan "intipan" ini tidak akan berbeda dengan View finder optikal konvensional.


Hal lain semua masih menggunakan teknologi DSLR. Image sensor sama. Lensa sama, cuma harus menggunakan adapter untuk dapat memakai lensa lama berbasis DSLR.

Inilah jajaran kamera Micro Four Thirds yang sudah dan akan tersedia di pasar di 2010 ini. Masih sangat terbatas dan ditandai dengan hanya 3 produsen yang membuatnya, Olympus yang pertama dengan E-P1 (atau sering disebut Pen Camera), kemudian disusul Panasonic G1 (yang dibuat berbadan mirip DSLR). Akhirnya muncul pemain yang sama sekali baru yaitu Samsung yang awalnya masuk ke bisnis kamera dengan mencoba melakukan re-branding merek Pentax.

Yang terbaru adalah Panasonic GF1 (yang paing ramai dibicarakan) dan kemudian muncul Samsung NX10.

Lalu kemana para raksasa DSLR? Nikon, Canon, Sony?

Berikut foto-foto produk diatas serta perbandingannya.











1 comment:

The Geeks said...

Terima kasih ya gan atas artikelnya, thanks for sharing :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...