Search This Blog

Hexatar - Make your own cartoon picture

30 April 2008

Data Blogger dan Pengguna Friendster Indonesia

Dari tulisan blog Ventura Elisawati di vlisa.com, saya mendapatkan beberapa data yang sangat menarik, sulit didapat, walau saya tidak tahu ybs mendapatkan angkanya dari mana. Tapi sebagai salah satu blogger Indonesia yang sangat aktif dan "terpercaya", saya yakin angka-angka berikut ini cukup "shahih" untuk kita jadikan pegangan.

Angka-angka ini adalah angka yang semestinya dapat terus diikuti dan diamati, dievaluasi perkembangannya dan akhirnya bisa kita tarik hikmah dan manfaatnya dalam pengembangan masyarakat berbasis Internet di Indonesia.

Jumlah blogger Indonesia yang memiliki akun di Blogspot sekitar 247.000, di Wordpress 125.000.

Di Asia, friendster.com menjadi situs jaringan sosial terbesar yang dikunjungi rata-rata 32 juta pengguna internet setiap bulannya. Di Indonesia, Friendster memiliki lebih dari 8 juta pengguna terdaftar dan 4 juta pengunjung unik setiap bulan di friendster.com pada Februari 2008. Sementara 40 persen dari 25 juta pengguna internet yang ada di Indonesia memiliki akun Friendster.

Terus terang angka diatas masih dibawah ekpektasi (harapan) saya. Saya punya feeling sebelum melihat data ini bahwa mestinya ada minimal 1 juta blog yang dibuat orang di Indonesia. Ini didasari pada fakta-fakta begitu banyaknya saya menemukan blog Indonesia setiap hari. Namun angka 247 ribu plus 125 ribu account di Blogger dan Wordpress cukup "menghibur" lah... Dengan angka segitu, artinya akan tetap ada peningkatan signifikan dari materi berbahasa Indonesia di seluruh Internet, yang konon diprpediksi oleh satu pihak (saya lupa blas namanya) hanya kurang dari 1%. Walau ketika masuk ke blog-blog Indonesia tersebut sebagian besar masih dalam bentuk "acak-acakan" (tak terurus dan tak teratur), namun semakin banyak yang rapi, konsisten di update, dan tulisannya berisi...

Satu hal lagi yang mungkin perlu dipantau adalah angka perkembangan materi berbahasa Indonesia di Wikipedia Indonesia yang banyak sekali dijadikan acuan bagi para pencari informasi berbahasa Indonesia di Internet. Baca juga tulisan saya terdahulu tentang Wikipedia Indonesia.

Mungkin memang sudah waktunya kita butuh adanya pembuat survey yang memantau statistik perkembangan Internet Indonesia. Saya pernah punya cita-cita ini, namun karena kesibukan dan tidak punya cukup resource, maka belum bisa diwujudkan, mungkin suatu saat nanti bisa, atau ada yang sudah memulainya? Yang banyak ada adalah lembaga survey dan riset dari luar negeri. Kalaupun mereka memantau Indonesia, biasanya hanya dalam proporsi sangat minor.

Baca juga tulisan dan file presentasi yang saya buat sebelumnya mengenai data Internet dan telekomunikasi seluler di Indonesia.

Sebagai perbandingan juga, berikut data blog dunia yang ditampilkan di CNET News.com

...more than 14 million blogs in existence and another 80,000 being created each day...

Ditulis menggunakan Asus Eee PC 4G Black

22 April 2008

Merayakan Tulisan Blog Hikmah Teknologi Ke-100

Bagi saya, sungguh merupakan pencapaian pribadi yang fantastis, memaksa diri untuk menulis sampai 100 artikel khusus berisi materi yang berbau teknologi informasi. Walaupun yang membaca masih sangat sedikit, tapi saya yakin kedepan akan tetap bisa bermanfaat bagi siapapun yang menemukan blog ini. Mudah-mudahan blog ini dapat terus berjalan, Google Inc. masih terus konsisten menyimpan isi blog ini hingga ratusan tahun kedepan sehingga anak, cucu, buyut saya tetap bisa ikut membaca jejak kakeknya yang hidup di era saat ini. Amiin...

Insya Allah saya tidak akan berhenti sampai disini. Tulisan-tulisan saya saat ini masih jauh dari berkualitas, masih tidak menarik untuk dibaca, masih terlalu dangkal, dan masih terlalu banyak yang berbahasa Indonesia dibanding yang berbahasa Inggris. Tekad saya, di periode tulisan ke-101 hingga ke-200 nanti semua kelemahan tadi mulai bisa diperbaiki.

BTW, tulisan ini adalah blog entry ke-100 di blog Hikmah Teknologi. Di blog saya yang lain, The World Viewed From Samarinda, angka ke-100 sudah terlewati beberapa bulan lalu (lihat disini) dan saat ini sudah ada 146 tulisan. Bravo...!

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang setia membaca blog saya. Saya merasa sangat bahagia dan terhormat bila ada yang masih mau membaca pandangan-pandangan saya, apalagi sampai memberi komentar baik langsung di blog maupun via email...

Salam dari Samarinda.

Lay-out Laboratorium Komputer di Sekolah

Dalam menata lay-out laboratorium komputer di sekolah ataupun di lembaga pendidikan lain yang diarahkan untuk anak usia sekolah, diperlukan trik tersendiri agar efektif. Salah satu hal penting yang harus dijaga, terutama ketika lab tersebut terkoneksi ke Internet, adalah agar lab tersebut tidak dijadikan ajang memasuki situs-situs yang tidak baik.

Lab juga harus mampu memberikan suasana yang nyaman agar setiap siswa dapat saling berdiskusi dengan teman lainnya. Dapat saling melihat screen (layar komputer) seluruh teman lain dalam lab. Ini sangat positif dalam menumbuhkan suasana kompetitif namun tetap menumbuhkan kebiasaan saling bagi dan saling membantu.

"Wah, teman diujung sudah sampai tahap lanjut, saya masih jauh nih... musti ngebut."

"Kok bisa si X membuat itu ya? caranya gimana sih? Tanya ah..."

"Syukur, saya sudah jauh nih prakteknya, yang lain masih baru tahap awal, keliling dulu ah... sambil nanya-nanya ke pak guru..."

Guru pun akan dengan mudah mengamati perkembangan belajar semua siswa dalam kelas, "Si X sudah selesai, X kemari... bantu Y ya... dia belum selesai, tampaknya dia belum ngerti, kamu kan bapak lihat sudah jadi..."

Kira-kira begitulah suasana sinergis dalam lab yang terjadi apabila lay-out ruangan lab komputer ditata dengan susunan berbentuk huruf U. Hal ini saya terapkan di sekolah yang saya pimpin dan saat ini ada 4 ruangan lab komputer di SMK TI Airlangga Samarinda yang ditata demikian.

Dalam keadaan saling bisa melihat layar komputer satu sama lain dan guru bisa melihat seluruh layar, maka akan muncul suasana saling kontrol. Kecil kemungkinan dalam jam belajar yang normal dimana seluruh siswa hadir didampingi gurunya akan muncul penyalahgunaan komputer untuk mengerjakan hal negatif.

Namun tetntu saja ada trade off (pengorbanannya), yaitu luas ruangan tidak bisa dimaksimalkan pemanfaatannya. Penataan huruf U akan mengakibatkan jumlah total unit komputer yang masuk ke ruangan akan lebih sedikit dibanding lay-out tradisional berbaris. Namun saya yakin bahwa lebih banyak keuntungannya dibanding yang harus kita korbankan.

Hal lain, kebetulan lab komputer kami juga dipakai untuk "jam pemakaian bebas". Istilah yang kami pakai dimana siswa dapat masuk bebsa kedalam lab diluar jam pelajaran. Biasanya tanpa ada guru yang mengawasi didalamnya. Dengan adanya lay-out demikian, maka pengguna juga sungkan untuk melakukan tindakan "abnormal" karena dengan mudah terlihat oleh siswa lain (bandingkan dengan lay-out "super private" yang dipakai di warnet-warnet).

Disamping itu, mobilitas guru juga jadi jauh lebih mudah. Berjalan dari satu komputer ke yang lain bisa dilakukan tanpa ada halangan sama sekali ditengah ruangan. Guru juga dapat langsung memanggil beberapa siswa lain berkerumun didepan komputer salah satu siswa untuk memberikan demo pelajaran kepada beberapa siswa sekaligus tanpa terhalang oleh meja lainnya.

Konsep ini telah kami terapkan selama beberapa tahun (sekitar 4 tahun) dan berjalan cukup baik, mudah-mudahan dapat juga membawa manfaat bagi sekolah lain...

Written on: Asus Eee PC 4G Black

Update:
Berikut saya dapatkan foto yang baik dan sesuai dengan apa yang saya ceritakan diatas dari situs mgccc.edu.

12 April 2008

Jardiknas dan Kisruh Pengelolaanya

Masuklah ke milis Dikmenjur (salah satu milis pendidikan Indonesia yang paling ramai, 5000+ member) beberapa hari belakangan ini, ramai sekali membicarakan perpindahan pengelola Jardiknas (Jaringan Pendidikan Nasional) dari Biro Perencanaan & Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Depdiknas RI kepada Pustekom Depdiknas RI. Kalau membaca diskusinya, kisruh tampaknya bermula dari semacam adanya "kudeta" dalam proses pengalihannya, kemudian topik berkembang menjadi diskusi tajam soal anggaran (baca: uang).

Saya terus terang tidak mengikuti secara mendalam diskusi-diskusi yang terjadi dan apa yang sebenarnya sedang terjadi, namun saya sharing saja sedikit mengenai pandangan saya mengenai kasus unik ini, tentu saja dari pandangan saya yang sempit dan berada diluar lingkaran Depdiknas.

Bermula dari figur bernama Gatot HP, seorang Doktor lulusan Jerman yang bidang kompetensi utamanya adalah teknologi informasi & komunikasi (TIK). Saya kenal beliau pada saat menjabat sebagai Kepala Dikmenjur (Pendidikan Menengah Kejuruan). Pada saat itu saya kebetulan sedang mulai bergelut sebagai Kepala Sekolah SMK TI Airlangga di Samarinda. Dengan visi dan spiritnya yang tinggi, pak Gatot HP kemudian menginisiasi banyak kegiatan yang mengarah pada pemanfaatan TIK untuk sekolah-sekolah kejuruan di Indonesia.

Salah satu program yang fenomenal menurut saya adalah konsepnya untuk membuat ICT Center di setiap Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Motor setiap ICT Center adalah SMK yang dianggap paling mampu di setiap lokasi. ICT Center diharapkan mampu merangkul semua mitra potensial di daerahnya untuk diberdayakan memajukan TKI di seluruh komponen pendidikan di daerahnya masing-masing. Melalui program-program di Dikmenjur, pak Gatot HP kemudian melengkapi ICT-ICT ini dengan berbagai fasilitas berikut dananya. Jatuh bangun, berhasil tidak berhasil, akhirnya pelan-pelan terbentuklah pusat-pusat kegiatan pemberdayaan TKI untuk pendidikan di daerah-daerah. Mulai dari penyediaan akses Internet, sharing akses jaringan ke sekolah-sekolah, hingga pelatihan-pelatihan tenaga teknis TIK untuk sekolah-sekolah.

Saya kebetulan ada di lingkaran ini dan menyaksikan sendiri geliat perkembangannya, tidak hanya di Samarinda tapi juga di seluruh Indonesia melalui milis Dikmenjur di Yahoogroups yang memang awalnya dibuat untuk mendukung program-program Dikmenjur. Sangat banyak tantangan, sangat banyak kisah kegagalan, sangat banyak keluhan-keluhan para pejuangnya di lapangan dan di sudut-sudut pelosok Indonesia dalam menjalankan mimpi besar pak Gatot HP ini. Sangat banyak tabrakan teknis di lapangan, sangat banyak tabrakan sosial budaya dengan pemerintah daerah setempat, begitu banyak kritik dari kanan dan kiri Depdiknas... Namun beliau jalan terus... salut...

Hasilnya, terasa sekali! Melalui Dikmenjur, SMK-SMK memang berhasil menjadi motor didaerahnya masing-masing untuk menjadi pionir pemanfaatan TIK di sekolah-sekolah (mulai dari SD, SMP hingga SMA/K). Tentu saja tidak semua, ada daerah yang ICT Center nya mati, ada yang jalan seadanya, tapi banyak juga yang maju. Di beberapa ICT Center yang maju, tim mereka bertindak sangat profesional dalam membangun jaringan komputer dan Internet antar sekolah yang kemudian menjadi cikal-bakal Jardiknas. Suatu mimpi besar berikutnya mulai lahir...

Bandingkan dengan kisah INHERENT (jaringan komputer antar perguruan tinggi se-Indonesia) yang dikelola Dikti (Pendidikan Tinggi) Depdiknas RI. Saya lihat pengembangan INHERENT lebih banyak bersifat top-down dan formal. Jardiknas ala Dikmenjur dikelola berbasis komunitas. Ribuan teknisi dan penggunanya di lapangan adalah para "pejuang" yang sebagian besar digerakkan idealisme yang tinggi tanpa menuntut macam-macam... Maklum sebagian besar pejuang grass root Jardiknas adalah para guru di SMK yang seakan tersiram air sejuk menyaksikan sepak terjang Dikmenjur (dan pak Gatot HP) yang memang diarahkan untuk memberdayakan seluruh potensi di lapangan untuk memajukan pemanfaatan TIK di Indonesia. Orang-orang muda yang potensial dan punya kompetensi tinggi dari daerah diberikan kesempatan untuk maju ke tingkat nasional. Muncul lah nama-nama seperti Kwarta Adiprama dari Malang dan Khalid Mustafa dari Makassar (saya hanya kenal mereka dari milis). Mereka ini orang-orang daerah yang vokal dan kompeten, oleh pak Gatot HP diorbitkan dan diberi kesempatan berkiprah memajukan Dikmenjur di level nasional.

Gerakan-gerakan Dikmenjur menurut saya memang radikal dan berani.

Kemudian muncul lah program Jardiknas secara resmi. Kemudian pak Gatot HP dipindahkan ke Biro Perencanaan & Kerjasama Luar Negeri (BPKLN). Uniknya, program yang beliau rintis di Dikmenjur kemudian dibawa juga pindah ke posisi barunya. Secara logika, memang aneh... BKPLN yang merupakan sebuah alat supporting dalam organisasi tapi mengelola program teknis operasional di lapangan. Tapi, anything can happen di negeri kita.

Entah kenapa, setelah saya tidak mengikuti perkembangan karena tidak aktif lagi di SMK, saya mendengar bahwa Pustekom masuk dan langsung mengambil alih program Jardiknas. Kabarnya, Pustekom mengambil seorang pentolan Jardiknas untuk menjalankan program maha besar ini. Kemudian muncul lah pandangan-pandangan baru karena "roh" pak Gatot HP yang selama ini menjiwai semuanya kemudian hilang dan diganti oleh orang lain. Koneksi internasional 100 Mbps Jardiknas melalui Telkom (aiatu Indosat?) diputus, konon karena katanya Pustekom menganggap bahwa hal ini tidak efektif... Padahal ribuan guru dan siswa di seluruh pelosok nusantara melalui node-node ICT Center telah menikmati Internet gratis sebelumnya.

Secara alamiah, tampaknya muncul "perlawanan" atau mungkin halusnya "resistensi" terhadap gerakan-gerakan Pustekom dalam menjalankan Jardiknas. Orang-orang lapangan (berbasis komunitas ICT Center) yang selama ini "berjaya" di daerah-daerah mulai direncanakan untuk diganti perannya oleh tim lain bentukan Pustekom. Pustekom membawa vendor besar seperti Intel dan Microsoft. Dulu pak Gatot akrab dengan Cisco (karena memang fokus awal adalah membangun jaringan) dan Sun/Java (open source). Pustekom juga memperkenalkan anggaran versi mereka sebesar Rp 20+ milyar untuk maintenance Jardiknas yang dilihat "miring" oleh pejuang ICT Center yang konon hanya memerlukan Rp 3 milyar untuk melakukannya bersama komunitas yang ada.

Memang saya melihat bahwa salah satu kekuatan konsep sistem yang dibangun pak Gatot HP adalah pada konsepnya yang memadukan pengembangan komunitas daerah, pendorongan kontribusi pemerintah daerah serta kontribusi minimal dari Depdiknas pusat. Sedemikian kuatnya komunitas di daerah, sehingga banyak kegiatan yang akhirnya driver utamanya berhasil di-shift ke daerah dan pemerintah pusat tinggal sekedar "menambah" saja... Paradigma selama ini di hampir semua kegiatan pemerintah pusat, lebih cenderung terpusat dan top-down. Daerah benar-benar dianggap sebagai "dumb terminal" yang tidak perlu didengar pendapatnya.

Ikon pak Gatot HP, pelajaran KKPI (Keterampilan Komputer Pendidikan Indonesia) yang berhasil dibuat dan dijalankan di seluruh SMK se-Indonesia kemudian direncanakan untuk diganti dengan muatan yang dibawa Intel dan Microsoft.

Menurut saya sih wajar lah... disini selalu terjadi hal demikian ketika pimpinan berganti.

Namun akankah kemelut ini berlanjut dan mengancam keberadaan Jardiknas? Mudah-mudahan tidak. Biar bagaimanapun, secara nyata Jardiknas dengan segala kelemahannya adalah suatu hasil yang terbukti telah menjadi pionir dari berbagai perubahan di dunia pendidikan Indonesia dalam melihat TKI untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan kita. Sayang sekali jika harus mati sia-sia... terutama keberadaan komunitasnya serta semangat kebersamaannya yang sangat tinggi...

Update:
Berikut adalah kutipan sejarah Jardiknas versi http://jardiknas.diknas.go.id (saya copy dan paste saja disini karena takut "hilang" dari server Diknas yang menurut pengalaman sulit diharapkan untuk bisa konsisten dikelola).


Sekilas Jardiknas

Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas) adalah program pengembangan infrastruktur jaringan online skala nasional (National Wide Area Network) yang dibangun oleh Departemen Pendidikan Nasional (DEPDIKNAS) Pemerintah Republik Indonesia untuk menghubungkan antar institusi dan komunitas pendidikan se-Indonesia. Jardiknas merupakan salah satu program strategis pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk dunia Pendidikan di Indonesia. Melalui infrastruktur jaringan online (Jardiknas) diharapkan dapat mempercepat pengembangan integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi pada program pemerintah sektor pendidikan untuk kemajuan Pendidikan Indonesia saat ini dan di masa depan.

Sejarah Jardiknas

Istilah JARDIKNAS (Jejaring Pendidikan Nasional) digunakan pertama kali bulan Juli 2006 sejalan dengan program pengembangan infrastruktur ICT (Information and Communication Technology) di lingkungan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Mandikdasmen Depdiknas. Pada awalnya, PSMK Mandikdasmen Depdiknas berencana membangun infrastruktur jaringan online skala nasional untuk kebutuhan interkoneksi antar sekolah (Zona Sekolah) di setiap wilayah Kota/Kabupaten se-Indonesia. Dalam perkembangannya, infrastruktur jaringan online tersebut juga dihubungkan ke seluruh kantor Dinas Pendidikan Propinsi dan Kota/Kabupaten se-Indonesia sebagai simpul lokal JARDIKNAS di daerah (Zona Kantor Dinas). Dimana setiap kantor dinas pendidikan (sebagai simpul lokal) tersebut berkewajiban untuk mendistribusikan koneksi JARDIKNAS ke sekolah-sekolah termasuk sekolah SMK yang berfungsi sebagai ICT Center di daerah masing-masing.

Sejalan dengan program JARDIKNAS, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti Depdiknas) juga turut mengembangkan infrastruktur jaringan skala nasional khusus antar perguruan tinggi yang disebut INHERENT (Indonesia Higher Education Network). Ada 32 perguruan tinggi negeri sebagai simpul lokal INHERENT dimana simpul lokal tersebut mendistribusikan koneksinya ke perguruan tinggi lain di wilayah masing-masing. Hingga akhir tahun 2006 infrastruktur JARDIKNAS dan INHERENT belum sepenuhnya terintegrasi menjadi satu kesatuan inrastruktur jaringan pendidikan nasional secara utuh.

Pada bulan Maret 2007, infrastruktur JARDIKNAS diresmikan oleh Bapak Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada acara pembukaan konferensi regional antar Menteri Pendidikan se Asia Tenggara di Bali (SEAMEO – South East Asian Ministry Of Education). Peresmian JARDIKNAS tersebut diikuti dan disaksikan juga oleh 34 lokasi terpilih melalui sistem Video Conference JARDIKNAS secara bersamaan yang melibatkan perwakilan dari beberapa Dinas Pendidikan Propinsi, Kota/Kabupaten, Perguruan Tinggi (INHERENT) dan beberapa sekolah.

Pada bulan akhir Mei 2007, Komisi X DPR RI melakukan evaluasi terhadap program Teknologi Informasi dan Komunikasi di lingkungan Depdiknas. Hasil evaluasi tersebut mengamanahkan untuk mengintegrasikan secara utuh keberadaan infrastruktur jaringan online di lingkungan DEPDIKNAS (JARDIKNAS dan INHERENT) agar berjalan dengan lebih efektif dan efisien.

Dalam rangka integrasi Jardiknas dan Inherent tersebut, Biro Perencanaan dan KLN Sekretariat Jenderal Depdiknas ditugaskan untuk membuat perencanaan dan mengimplementasikan infrastruktur jaringan online skala nasional yang terpadu. Mulai bulan Agustut 2007 program integrasi tersebut secara resmi menggunakan satu istilah saja yaitu: JARDIKNAS (Jejaring Pendidikan Nasional). Dimana infrastruktur INHERENT yang sebelumnya berdiri sendiri, sekarang telah terintegrasi secara utuh bagian dari JARDIKNAS (zona Perguruan Tinggi)

Secara umum pada Jardiknas dibagi menjadi 4 (empat) zona jaringan, yaitu: Zona Kantor Dinas Pendidikan, Zona Perguruan Tinggi (INHERENT), Zona Sekolah dan Zona Personal. Pembagian zona didasarkan pada kondisi geografis, ketersediaan teknologi, skala kebutuhan, fungsi dan manfaat program Jardiknas untuk setiap institusi dan komunitas pendidikan.


11 April 2008

Surat Balasan Jerry Yang untuk Steve Ballmer

Jerry dan Yahoo ternyata kokoh juga bertahan untuk "melawan" raksasa Microsoft. Setelah surat keras penuh ancaman dari Microsoft hari Jumat sebelumnya (baca tulisan saya sebelum ini), maka Jerry Yang sebagai CEO & Founder Yahoo membalas hari Senin dengan surat lebih sopan tapi kokoh pada pendirian untuk menolak Microsoft masuk mengambil alih Yahoo.

Sekali lagi, saya mengikuti perkembangan peristiwa ini dengan penuh interest, bukan hanya karena banyak pelajaran manajemen bisnis yang bisa dipetik, tapi karena penggabungan kedua perusahaan besar IT ini akan membawa dampak luar biasa besar bagi perkembangan dunia teknologi informasi global di masa depan.

Bagi saya pribadi, menyaksikan perkembangan luar biasa pesat dari Google membawa banyak hal positif bagi masyarakat global, namun disisi lain juga sekaligus membawa kekuatiran. Jika tidak ada yang bisa "menantang" Google dalam waktu dekat ini, maka Google akan menjadi seperti Microsoft di dunia OS (operating system) PC.

Secara logika, memang butuh kekuatan besar untuk mampu melawan Google di kancah peperangan merebut kekuasaan bisnis online. Namun sebenarnya, saya juga tidak terlalu takut bahwa akan tidak ada yang bisa melawan Google kecuali perusahaan besar juga. Ingat sejarah Google sendiri yang dulu dimulai dengan sebuah search engine kecil namun karena kreativitas dan kerja keras, mereka bisa menggurita seperti saat ini.

Cukup berargumen, berikut saya copy & paste saja surat Jerry Yang sebagai CEO Yahoo ke Microsoft, tentu saja dalam bahasa Inggris. Intinya adalah Yahoo menolak tawaran/proposal Microsoft untuk mengambil alih Yahoo dengan harga saham $3 per lembar. Yahoo menganggap bahwa tawaran itu terlalu rendah dan akan tidak membawa keuntungan sepadan bagi para pemilik saham Yahoo. Mengenai ancaman Microsoft, Yahoo menyebutnya tidak sejalan dengan statement Ballmer yang menginginkan pengambilalihan secara damai sebelumnya. Yahoo juga yakin bahwa para pemilik saham akan berada dibelakang mereka.

Berikut kutipan suratnya yang diedit oleh CNET News.com:

Dear Steve:

Our board has reviewed your most recent letter with regard to the unsolicited proposal you made to acquire Yahoo on January 31, 2008.

Our board carefully considered your unsolicited proposal, unanimously concluded that it was not in the best interests of Yahoo and our stockholders, and rejected it publicly on February 11, 2008.

Our board cited Yahoo's global brand, large worldwide audience, significant recent investments in advertising platforms and future growth prospects, free cash flow and earnings potential, as well as its substantial unconsolidated investments, as factors in its decision.

At the same time, we have continued to make clear that we are not opposed to a transaction with Microsoft, if it is in the best interests of our stockholders. Our position is simply that any transaction must be at a value that fully reflects the value of Yahoo, including any strategic benefits to Microsoft, and on terms that provide certainty to our stockholders.

Since disclosing our board's position with respect to your proposal, we have presented our three-year financial and strategic plan to our stockholders, which supports our board's determination that your unsolicited proposal substantially undervalues Yahoo. Those meetings with our stockholders have also provided us an opportunity to hear their views.

We have continued to launch new products and to take actions which leverage our scale, technology, people, and platforms, as we execute on the strategy we publicly articulated. Today, in fact, we are announcing AMP from Yahoo, a new advertising management platform designed to dramatically simplify the process of buying and selling ads online.

Finally, our board has been actively and expeditiously exploring our strategic alternatives to maximize stockholder value, a process which is ongoing. All of these actions have been driven by our overarching commitment to maximize stockholder value.

Our board's view of your proposal has not changed. We continue to believe that your proposal is not in the best interests of Yahoo and our stockholders. Contrary to statements in your letter, stockholders representing a significant portion of our outstanding shares have indicated to us that your proposal substantially undervalues Yahoo. Furthermore, as a result of the decrease in your own stock price, the value of your proposal today is significantly lower than it was when you made your initial proposal.

In contrast to your assertions about the effect of general economic conditions on our business, Yahoo's business forecasts are consistent with what we outlined in our last earnings call.

As you know, we recently reaffirmed our Q1 and full-year guidance, which is a testament to our ability to perform in line with our expectations despite the current economic environment.

In addition, our three-year financial and strategic plan, which we have made public, demonstrates significant potential upside not previously communicated to the financial markets. This plan has received positive feedback from our stockholders, further strengthening the view that Yahoo is worth well more as a standalone company than the value offered in your proposal, and would be even more valuable to Microsoft.

Your own statements have made clear the strategic importance of Yahoo's substantial assets and capabilities to Microsoft.

We regret to say that your letter mischaracterizes the nature of our discussions with you. We have had constructive conversations together regarding a variety of topics, including integration and regulatory issues.

Your comment that we have refused to enter into negotiations to conclude an agreement are particularly curious, given we have already rejected your initial proposal, nominally $31 per share at the time, for substantially undervaluing Yahoo, and your suggestions in your letter and the media that you are considering lowering the value of your proposal. Moreover, Steve, you personally attended two of these meetings and could have advanced discussions in any way you saw fit.

As to antitrust, we have discussed with you our concerns. Any transaction between us would result in a thorough regulatory review in multiple jurisdictions. As a follow-up to a recent meeting among our respective legal advisers, we had on this topic, and at your request, we provided to you on March 28 a list of additional information we would need to further our understanding of the regulatory issues associated with any transaction. To date, you have still not provided any of the requested information.

We consider your threat to commence an unsolicited offer and proxy contest to displace our independent board members to be counterproductive and inconsistent with your stated objective of a friendly transaction. We are confident that our stockholders understand that our independent board is best positioned to objectively and knowledgeably evaluate our company's alternatives and to maximize value.

In conclusion, please allow us to restate our position, so there can be no confusion. We are open to all alternatives that maximize stockholder value. To be clear, this includes a transaction with Microsoft, if it represents a price that fully recognizes the value of Yahoo on a standalone basis and to Microsoft, is superior to our other alternatives, and provides certainty of value and certainty of closing.

Lastly, we are steadfast in our commitment to choosing a path that maximizes stockholder value, and we will not allow you or anyone else to acquire the company for anything less than its full value.

Very truly yours,

Roy Bostock, chairman of the board
Jerry Yang, chief executive officer


Update 18 Mei 2008:
Akhirnya Microsoft menarik diri dari usaha mengambil alih Yahoo, termasuk menarik ancaman-ancamannya untuk melakukan tindakan mempengaruhi pemegang saham secara langsung. Entah apa sebabnya, saya tidak tahu. Banyak spekulasi muncul, tapi prinsipnya tidak ada yang tahu apa yang menyebabkan Microsoft mundur.

Written on: Asus Eee PC 4G Black

10 April 2008

Mengapa Pilih Blogging di Blogger atau Wordpress?

Banyak teman yang tanya kenapa saya pilih ngeblog di situs gratisan seperti Blogger dan bukan sewa hosting sendiri dengan domain name tersendiri. Pertanyaan yang wajar karena mungkin mereka melihat betapa saya mulai serius menggeluti dunia blog dan melihat jumlah blog posting saya yang sudah lebih 200 judul.

Beberapa hal yang terpikir oleh saya untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah seperti berikut... Kebetulan saya pengguna "serius" dari Blogger (atau sering juga lebih dikenal sebagai Blogspot) dan hanya pengguna "asal lewat" dari Wordpress. Tapi saya pernah ngoprek cukup jauh aplikasi blog Wordpress versi open source, contohnya ada di www.hri.or.id yang di host di server sewaan (saat ini sudah expired). Jadi pandangan saya ini akan lebih banyak mengulas keduanya.

Alasan paling utama, Blogger dan Wordpress bebas iklan. Jadi konotasi "gratisan" yang dulu sering diidentikkan dengan banyaknya iklan tidak relevan bisa langsung dihapuskan. Tidak ada iklan sama sekali dimana kita diwajibkan untuk menayangkannya di blog yang kita miliki. Yang ada hanya top bar tipis yang bagian paling atas dari blog kita yang berisi navigasi yang disediakan mereka, tapi ini bisa dihilangkan dengan mudah seperti yang anda lihat dibagian atas blog saya ini, bersih...

Kemudian aspek backing alias pendukung. Blogger memiliki backing luar biasa kuat dibelakang mereka yang dapat menjamin bahwa layanan ini tidak akan mati cepat, bahkan bisa dikatakan tidak akan pernah mati/bangkrut. Blogger adalah salah satu proyek unggulan milik Google Inc. Dari mana Google dapat uang menyediakan situs blog gratisan bagi jutaan blogger di dunia ini? Jawabnya agak rumit, saya akan tulis lain waktu khusus untuk masalah ini, mudah-mudahan kesampaian. Untuk siapa backing Wordpress, saya belum lakukan riset, mungkin anda punya info?

Jadi, blog kita dijamin tidak akan tiba-tiba hilang dan kita kehilangan seluruh data tulisan blog dan segala atribut didalamnya termasuk statistik dan komentar pengunjung yang sangat berharga. Jika kita menyewa hosting sendiri, bisa jadi kita terlambat bayar sewa tahunan misalnya, hal ini akan mengakibatkan situs blog kita itu terhapus... Rasanya tidak ada yang lebih buruk yang bisa terjadi atas seorang blogger aktif kecuali melihat blognya musnah...

Bayangkan ngeblog sebagai "amal jariyah" bagi umat Islam. Kita sudah meninggal pun, blog kita ini akan terus bertahan. Jika terus dibaca orang dan artikel yang kita tulis membawa manfaat kebaikan bagi pembacanya, insya Allah "pahala" tetap akan mengalir biarpun kita sudah di alam kubur. Luar biasa kan?

Kemudian, lagi-lagi terutama di Blogger, mungkin karena eratnya hubungan search engine Google dengan Blogger (dibawah 1 atap Google Inc.), maka entah disengaja atau tidak, proses crawling oleh GoogleBot untuk dimasukkan ke database search dari Google terasa cepat sekali. Saya tulis blog saya saat ini, dalam waktu kurang dari 30 menit tulisan itu sudah ada di database Google. Ini bisa dibuktikan dengan mencarinya langsung dari Google. Hal ini sangat membantu untuk meningkatkan aksesibilitas publik ke blog kita. Ini juga terjadi dengan saya dimana 80% persen pengunjung yang masuk ke blog ini berasal dari pengunjung yang menemukan blog saya melalui pencarian di Google.

Yang berikutnya, kemudahan mengelolanya. Ibaratnya, "kambing bunting" juga bisa dengan mudah melakukannya, apalagi yang serius... Bahkan keduanya sudah ada versi bahasa Indonesia secara penuh. Jadi akan sangat mengurangi kadar intimidasi atau tekanan pada para blogger pemula yang memiliki bahasa Inggris pas-pasan.

Lainnya? Dukungan komunitas. Keduanya saat ini de facto adalah 2 layanan terdepan dari sisi penggunanya di seluruh dunia. Saya tidak punya data akurat. Artinya ada jutaan orang yang menggelutinya dan sebagian besar adalah orang-orang yang tidak pernah berhenti mengembangkan segala sesuatu yang berkenaan dengan Blogger dan Wordpress. Lihat saja jumlah theme dan template yang bertebaran di Internet yang bisa diambil dengan mudah dan dipasang ke blog kita. Belum lagi berbagai macam forum diskusi dan situs/blog yang didedikasikan khusus untuk membantu para blogger yang memakai Blogger dan Wordpress untuk meningkatkan kualitas blog mereka.

Lalu, apa lagi keunggulan Blogger dan Wordpress? Rasanya masih banyak... namun untuk saat ini cukup hingga disini dulu, saya musti tutup Eee PC saya karena sudah harus bergerak ke tempat lain :-)

Silahkan share juga pendapat dan pengalaman anda yang lain disini...

Tambahan dari pak Setyo Nugroho yang menurut saya sangat bagus dan membuat Wordpress unggul jauh dibanding Blogger:
Pilihan saya jatuh ke wordpress, karena selain cukup populer, dan wordpress juga cukup fleksibel, dalam arti kalau suatu saat saya mau pakai server/hosting sendiri, di wordpress.com tersedia fasilitas export-import, dan juga tersedia software open source wordpress yang bisa didownload dari http://wordpress.org dan diinstall sendiri. Jadi kalau suatu saat saya kangen untuk coding dan mengutak-atik PHP, HTML, dan kawan-kawannya, saya masih bisa melakukannya di luar server wordpress.com.

Written on: Asus Eee PC 4G Black

08 April 2008

Renungan Nasional: Belajar dari Film Fitna & Pemblokiran Massal Internet di Indonesia

Akhirnya siang ini pemblokiran massal oleh para ISP Indonesia terhadap situs-situs yang menjadi sumber disimpan dan ditayangkannya film Fitna dilakukan. Film yang saya anggap film kampungan dengan kualitas seadanya. YouTube.com adalah yang paling banyak diblokir oleh ISP. Telkom bahkan kalap memblokir 7 situs besar termasuk yang sangat populer di Indonesia seperti multiply.com, rapidshare.com dan myspace.com. Dijamin banyak orang akan teriak, terutama bagi yang punya blog dan penyimpanan foto di multiply.com dan myspace.com. Saya pikir, melihat gejala "kalapnya" ISP dipicu mulai "ngawurnya" Menkominfo akan semakin meluas bila tidak ada upaya menghentikan atau merasionalisasikan pemikiran dan tindakan mereka.

Bayangkan, info dari pak Sandjaja Kosasih, rekan saya yang pakar dunia Internet, ada cukup banyak film Fitna yang disimpan di Google Video di video.google.com serta di Yahoo Video di video.yahoo.com. Apakah artinya dalam waktu dekat pemerintah Indonesia akan memblokir google.com dan yahoo.com? Bayangkan, itu langkah mundur puluhan tahun kebelakang...

Dari pengamatan saya, beberapa info film Fitna juga di host di banyak blog orang Indonesia yang sebagian besar ada di blogger.com dan wordpress.com. Apakah situs gratis penyedia ruang blogging ini juga akan ditutup? Gila kalau ya... Kedua blog site ini telah menyumbang begitu banyak manfaat bagi perkembangan Internet di Indonesia, termasuk dengan keberadaan blog saya yang sedang anda baca ini. Artinya memang harus ada tindakan untuk menghentikannya.

Friendster juga? Bisa jadi, info sangat bebas ada disini, yang sangat banyak diakses di Indonesia. In fact, ini adalah situs terbanyak diakses dari Indonesia versi Alexa.com. Mau diblokir juga karena mengandung banyak link ke film Fitna?

Saya melihat dari hasil pengamatan setelah diundangkannya UU ITE, banyak pihak mulai jadi reaktif dan jadi "bablas". Ya.. Roy Suryo yang mulai malas browsing dan mengamati perkembangan di grass root, ya.. Menkominfo yang awalnya tampak intelek dan sangat menguasai bidangnya tapi ternyata gaptek juga, ya.. ISP terutama yang plat merah (Telkom dan Indosat) yang tiba-tiba jadi pahlawan kesiangan dengan memblokir gaya "babat alas".

Mungkin sudah perlu suatu gerakan sistematis "ganyang Depkominfo" atau mungkin yang lebih halus "hadang pemblokiran Internet", atau lebih halus lagi "selamatkan anak-cucu kita dari pemblokiran Internet". Harus ada pihak yang mau secara bijak bisa membangun mekanisme komunikasi antar para pemegang kekuasaan dengan para pemain grass root teknologi informasi yang sangat cerdas dan kritis. Komunikasi yang terjaga baik akan menghasilkan suatu pembelajaran yang akan bermanfaat bagi hitam-putihnya perkembangan dunia teknologi informasi di Indonesia.

Harus disadari bahwa kita semua terkejut dengan cepatnya perkembangan dunia digital global tanpa batas yang kita alami saat ini. Secara legal, kultural, sosial dll kita tidak siap. Tidak ada perangkat kemasyarakatan, perangkat bernegara, birokrasi, hukum, yang bisa mengikuti perkembangannya dengan baik. Semua orang didunia ini sedang belajar keras menyesuaikan diri dengan perubahan yang berubah cepat sekali. Dalam keadaan seperti ini, tidak ada orang yang lebih pintar dibanding yang lain. Dunia teknologi informasi adalah dunia maha luas yang terdiri dari interseksi banyak disiplin ilmu yang saling berinteraksi satu sama lain.

Seharusnya Menkominfo mau menyempatkan diri membaca ratusan tulisan para blogger yang bertebaran di Internet memberi masukan mengenai permasalahan-permasalahan per-kominfo-an di negeri ini, sebelum memutuskan hal-hal penting terutama yang berkenaan dengan masyarakat banyak. Ini adalah bagian dari "knowledge management" alamiah dunia IT kita yang sudah ada dan bisa dimanfaatkan saat ini juga.

Lha... wong zaman gini... mau beli kamera digital pun kita akan menyempatkan melihat review dan segala info berkenaan dengan kamera yang akan kita beli melalui Internet sebelum memutuskan membelinya. Apalagi berkenaan dengan keputusan yang mempengaruhi masa depan bangsa ini.

Tiada hal yang bisa diselesaikan oleh hanya 1 orang dengan kompetensi dan wawasan yang pasti sempit. Dibutuhkan pola atau mekanisme rembug nasional yang melibatkan banyak pihak untuk dapat mencermati, menarik hikmah dan akhirnya mengambil sikap yang paling pas sesuai keadaan dan zamannya. Dibutuhkan suatu perangkat pengelolaan knowledge skala nasional agar kita bisa dengan bijak belajar dari pengalaman banyak pihak dan menarik benang merah dan simpul hikmah terbaik sesuai budaya bangsa kita yang besar ini.

Ini dunia baru... butuh orang-orang dengan pikiran baru... yang akan membawa kita ke generasi baru penuh harapan dan kegemilangan...

Jaya Indonesiaku...

Written on: Asus Eee PC 4G Black

Download Animation, Application, Game Berbasis Flash

Bagi yang suka penasaran melihat begitu banyaknya animasi dan aplikasi bagus di Internet (termasuk game) dan ingin memilikinya, maka mudah-mudahan petunjuk praktis ini bisa dipakai. Sebagian besar animasi dan aplikasi itu dibuat menggunakan Adobe/Macromedia Flash atau aplikasi lain yang memiliki extension SWF. By default, tidak tersedia cara cepat untuk men-download-nya dari browser anda (IE, Firefox, Opera dll).

Ada banyak cara melakukannya, yang paling gampang adalah melakukan instalasi add-on khusus dalam browser kita. Contoh saya kali ini adalah Firefox. Yang paling gampang setelah saya coba beberapa add-on untuk ini adalah "Download Embedded 0.5".

Enaknya? Karena ada button/tombol dibagian kanan bawah browser anda berupa panah merah mengarah kebawah yang langsung akan membantu anda mengidentifikasi file SWF yang ada didalam halaman web yang anda buka. Klik dan ikuti petunjuknya, maka anda akan mendapatkan file berbentuk SWF yang bisa anda mainkan hanya dengan men-drag/menarik filenya ke Firefox. Kalau anda open file SWF ini langsung dari Windows Explorer tidak bisa, kecuali jika PC anda telah ter-install Flash/SWF player.

Cara lain yang agak rumit sedikit adalah mengetik "about:cache?device=disk" (hilangkan tanda petik) di box alamat Firefox. Anda akan mendapatkan daftar lengkap dari cache/penyimpanan sementara Firefox atas semua file yang di download oleh Firefox selama anda browsing. Tinggal cari saja menggunakan Edit - Find untuk mencari SWF file. Kalau dapat, anda bisa langsung klik untuk memainkannya, atau klik kanan di link nya, save link as, beres...

Cara kedua ini akan berguna ketika kita berhadapan dengan Flash file yang terbuka di window Firefox dimana tidak muncul button panah merah dari add-on Download Embedded.

Semoga berguna, terutama bagi para guru, dosen yang ingin melengkapi materi ajarnya, atau bagi maniak game yang suka dengan game di Internet dan ingin menyimpan dan memainkannya secara offline.

Surat Steve Balmer Untuk Jerry Yang

CEO Microsoft mulai main keras terhadap yahoo. Surat bertanggal 5 April 2008 yang dilayangkan Microsoft ke Dewan Direksi Yahoo mencerminkan itu semua. Keras, mengancam dan siap mengambil alih jika tidak dihiraukan. Sebagai tambahan info, saat ini Yahoo berada dalam krisis, Jerry Yang sang pendiri akhirnya masuk lagi ke manajemen sebagai CEO. Baca juga tulisan saya tentang Microsoft dan Yahoo ini beberapa waktu lalu. Kasus ini bagus sekali untuk bahan belajar para ahli bisnis.

Versi bahasa Indonesia ini hanya untuk ulasan singkatnya saja, surat asli saya sampaikan tetap dalam bahasa Inggris, belum cukup waktu untuk menterjemahkannya, kecuali Google Translate sudah ada versi English-Indonesia (yang hingga saat ini belum ada). Saya ambil ulasan ini dari editor CNET news.com Dan Farber yang bagus sekali menterjemahkan bahasa formal surat dari Microsoft ini kedalam bahasa "jalanan". Simak berikut ini...

CEO Microsoft Steve Ballmer dan pasukannya yang terdiri dari para ahli strategi, ahli hukum, akuntan dan banker akhirnya berhenti mencari penyelesaian damai dengan Dewan Direksi Yahoo. Sudah lebih 2 bulan sejak Microsoft menyampaikan tawaran yang disebut Ballmer sebagai "menarik" yaitu $31 per lembar saham untuk mengambil alih Yahoo. Kini saatnya mengambil langkah keras seperti tercermin di surat dari Balmer tersebut.

Beberapa interpretasinya dalam bahasa "jalanan":

Jerry, menyerahlah... tidak ada lagi yang bisa menyelamatkan kalian kecuali kami. Tidak ada yang bisa menyelamatkan kalian kecuali Microsoft, kita harus melakukannya berdua. Kalau kalian menolak, Google dan Microsoft akan merebut habis makan siangmu.

Jerry, kami mendapat dukungan dari dari para pemegang saham Yahoo. Ambillah uang ini, tetaplah jadi CEO Yahoo dan biarkan kami mendukung kalian sepenuhnya. Google jelas-jelas semakin kuat. Kita harus melakukan aksi bersama sekarang juga!

Catatan saya: Biar bagaimanapun, jelas sekali terlihat bahwa Microsoft saat ini juga sangat terpojok oleh semakin besarnya Google. Satu-satunya jalan yang dilihat oleh Microsoft untuk melawan raksasa baru Google adalah bergabung dengan raksasa Yahoo.

Jerry, katakan kepada dewan direksimu, saya tidak main-main. Ini bukan ancaman kosong. Bergabunglah dengan kami, atau pemegang saham, karyawan dan para pelanggan kalian akan menderita gara-gara keputusanmu. Dan perlu diketahui juga, Bill Gates setuju atas tindakan kami ini...

Catatan: Jelas bahwa walaupun Bill Gates sudah tidak ikut secara resmi dalam organisasi Microsoft, perannya dibelakang layar masih kuat sekali.

Berikut saya sampaikan tulisan Dan Farber dengan surat Ballmer secara lengkap dan ulasannya, in English :-)
April 5, 2008 1:59 PM PDT
Microhoo: Ballmer takes off his gloves
Posted by Dan Farber 5 comments

Microsoft CEO Steve Ballmer and his troop of strategists, lawyers, accountants, and bankers are done seeking a peaceful resolution with Yahoo's board of directors. It's been more than two months since Microsoft made what Ballmer calls a "generous" offer of $31 per share to acquire Yahoo. The more hostile phase of the negotiation is about to take place as evidenced in the letter sent by Ballmer to Yahoo CEO and co-founder Jerry Yang and its board of directors today.

Following is an interpretation in plain language (a sanitized version of what may have been said behind closed doors in composing the language of the note) of Ballmer's letter dated April 5, 2008.

It has now been more than two months since we made our proposal to acquire Yahoo! at a 62 percent premium to its closing price on January 31, 2008, the day prior to our announcement. Our goal in making such a generous offer was to create the basis for a speedy and ultimately friendly transaction. Despite this, the pace of the last two months has been anything but speedy.

What Ballmer means: Jerry, you are making us both look bad. It's time to get in gear, and if I have to bring on the irate dancing monkey and go straight to the shareholders, I will.

While there has been some limited interaction between management of our two companies, there has been no meaningful negotiation to conclude an agreement. We understand that you have been meeting to consider and assess your alternatives, including alternative transactions with others in the industry, but we've seen no indication that you have authorized Yahoo! management to negotiate with Microsoft. This is despite the fact that our proposal is the only alternative put forward that offers your shareholders full and fair value for their shares, gives every shareholder a vote on the future of the company, and enhances choice for content creators, advertisers, and consumers.

What Ballmer means: Jerry, you are backed up into a corner with no white knight coming to your rescue. Face it, we are your only hope for getting out of this mess. You can't go it alone. Google and Microsoft would eat your lunch.

During these two months of inactivity, the Internet has continued to march on, while the public equity markets and overall economic conditions have weakened considerably, both in general and for other Internet-focused companies in particular. At the same time, public indicators suggest that Yahoo!'s search and page view shares have declined. Finally, you have adopted new plans at the company that have made any change of control more costly.

What Ballmer means: Jerry, you have no wind behind your back. I don't care what your first quarter turns out like or whether you think you can double operating cash flow from $1.9 billion to $3.7 by 2010. The economy will break you and your are losing even more share to Google. Give it up.

By any fair measure, the large premium we offered in January is even more significant today. We believe that the majority of your shareholders share this assessment, even after reviewing your public disclosures relating to your future prospects.

What Ballmer means: Jerry, we have your shareholders on our side. Take the money, become the Chief Yahoo again and let us drive from here on out. Google is only getting stronger. We have to act now!

Given these developments, we believe now is the time for our respective companies to authorize teams to sit down and negotiate a definitive agreement on a combination of our companies that will deliver superior value to our respective shareholders, creating a more efficient and competitive company that will provide greater value and service to our customers. If we have not concluded an agreement within the next three weeks, we will be compelled to take our case directly to your shareholders, including the initiation of a proxy contest to elect an alternative slate of directors for the Yahoo! board. The substantial premium reflected in our initial proposal anticipated a friendly transaction with you. If we are forced to take an offer directly to your shareholders, that action will have an undesirable impact on the value of your company from our perspective which will be reflected in the terms of our proposal.

What Ballmer means: Jerry, I am really serious. If you don't cave in within three weeks, you will be left with kitchen scraps.

It is unfortunate that by choosing not to enter into substantive negotiations with us, you have failed to give due consideration to a transaction that has tremendous benefits for Yahoo!'s shareholders and employees. We think it is critically important not to let this window of opportunity pass.

What Ballmer means: Jerry, tell your board that I am not joking. This is not an empty threat. Either join up with us or your shareholders, employees, and users will suffer from your inaction. And by the way, Bill agrees with me.

Sincerely,

Steven A. Ballmer
Chief Executive Office
Microsoft Corp.

Written on: Asus Eee PC 4G Black

Pengelolaan SMS yang Lebih Produktif

Perkembangan penggunaan SMS saat ini sudah sangat masif di kalangan masyarakat. Tidak hanya untuk urusan-urusan kecil dan non-formal, tapi juga untuk urusan formal. Bahkan dalam banyak kasus, pesan SMS dijadikan barang bukti untuk menagih janji, alat dokumentasi pekerjaan, bahkan dibawa ke pengadilan sebagai material pembuktian hukum. Tampaknya fenomena ini sudah mendunia dengan pengecualian di beberapa wilayah seperti Amerika Serikat.

Dengan kemampuan dan kapasitas ponsel yang ada di pasaran saat ini, sulit untuk berharap bahwa SMS akan bisa dikelola secanggih pengelolaan email memakai Outlook atau Thunderbird misalnya. Hal-hal mendasar yang ada di email client PC kita atau web email client kita tidak dapat dilakukan oleh SMS client sederhana yang ada di ponsel, kecuali di beberapa ponsel kelas high-end atau PDA phone.

Contohnya kapasitas penyimpanan yang relatif terbatas. Pada ponsel-ponsel jadul (jaman dulu) kita terpaksa harus menghapus SMS lama karena kapasitas penyimpanan habis dan apabila tidak dihapus akan membuat kita tidak dapat menerima SMS baru.

Kemudian juga fitur search yang sangat terbatas bahkan tidak ada sama sekali di banyak jenis ponsel. Padahal fitur ini sudah semakin dibutuhkan dan menjadi semakin canggih seperti yang diterapkan di Gmail. Di kebanyakan ponsel, kita harus memeriksa pesan SMS satu per satu secara manual untuk menemukan pesan tertentui (baik yang sudah terkirim) atau yang masih draft misalnya. Bayangkan kalau ada ratusan SMS di inbox kita.

Siang ini saya menyaksikan seorang profesor rekan saya yang mengajar sekitar 400 mahasiswa di 5 kota di Indonesia dalam waktu bersamaaan ternyata sangat mengandalkan segala sesuatunya pada SMS. Dia minta agar semua hal baik dari mahasiswa, staf akademik dan juga saya sebagai rekan mengajarnya disampaikan melalui SMS. Beliau bilang dengan SMS, dia terhindar dari penyakit lupa. Dan itu dibuktikan dengan nyata.

Ketika ada dispute dengan seorang staf akademik mengenai sesuatu hal, dia lantas merogoh tasnya, mengeluarkan Nokia Communicator 9300nya, dan langsung menunjukkan seuah SMS kepada staf tersebut... dan bereslah persoalan. Hebat juga...

Saya sendiri termasuk sangat tidak teratur dalam mengatur per-SMS-an saya. Bukan karena tidak menganggapnya penting, tetapi karena seringnya bertukar ponsel dengan istri dan anak saya, sehingga buku telepon dan pesan-pesan SMS bercampur dengan milik mereka, kacaulah semuanya...

Dengan dirasa pentingnya pengelolaan SMS, mestinya sudah harus mulai dipikirkan untuk memiliki SMS management client di PC/laptop yang terintegrasi dengan Outlook dan ponsel. Sebuah aplikasi yang induknya ada di PC, kemudian secara berkala dilakukan sinkronisasi dengan aplikasi SMS client di ponsel. Jika kita sedang bekerja di PC, per-SMS-an bisa dilakukan dari PC langsung dengan memakai ponsel sebagai "modem".

Hal ini juga bisa meningkatkan produktivitas ber-SMS yang biasanya relatif terbatas ketika dilakukan dengan ponsel, terutama karena keypad nya yang kecil dan membuat jari "kemeng" saat mengetik. Bisa pula lebih produktif dengan pengelolaan fungsi lain seperti forward/reply to many, bulk/group send, copy/paste atar pesan atau copy/paste dari document ke pesan, save as ke text/Office, dll. Amazing bukan?

Saya akan coba riset sedikit apa yang sudah dilakukan orang-orang diluar sana, saya pikir pemikiran ini pasti sudah berkembang, saya saja yang belum tahu... I'll let you know the result, stay tuned...

Update:
Hampir lupa, Windows Mobile mustinya mampu melakukan hal ini dengan sangat baik, namuna karena saya belum pernah menggunakannya sendiri, maka belum bisa bicara banyak.

Update:
Ya, beberapa keinginan saya diatas bisa dilakukan di MS Office Outlook 2003 dan 2007 dengan Microsoft Office Add-in: Microsoft Outlook SMS Add-in (MOSA). Prinsipnya melakukan pengelolaan SMS sama seperti pengelolaan email melalui PC yang terkoneksi ke jaringan seluler (di websitenya tertulis hanya GSM). Namun masih ada 1 yang belum bisa dilakukan, yaitu sync ke ponsel (misalnya menarik SMS yang ada di ponsel pada saat kita tidak berada didepan PC kita). Anyway, saya harus coba aplikasi ini di laptop saya, bisa bulk SMS... :-) pakai IM3 Rp 90/SMS.

04 April 2008

Download Film Fitna di Internet

Film yang menghebohkan ini memang sangat mudah dicari di Internet. Namun melihat cukup banyak yang nge-flag film ini di YouTube, bukan tidak mungkin bahwa file film ini di YouTube akan segera menghilang. Namun sumber asli yang saya lihat di YouTube berasal dari LiveLeak.com malah masih ada dan tidak menghilang. Saya berhasil mendownload cukup cepat file film ini yang berukuran 37,6 MB dalam bentuk FLV (file original YouTube, Flash Video).

Walaupun dalam bentuk ukuran file kecil dan gambar yang kecil dan tidak bersih, namun audio sangat jelas dan message yang disampaikan jelas karena ada teks bahasa Inggris didalamnya. Jika kita nonton di YouTube, kita akan diminta mengkonfirmasi umur kita diatas 18 tahun. Ini terjadi karena film ini sudah diberi flag oleh para penontonnya sebagai content yang tidak pantas dilihat oleh orang yang belum dewasa.

Jika anda mau download, silahkan lihat di LiveLeak.com, cari melalui Google, atau bisa lihat di YouTube dan download menggunakan aplikasi tambahan lain seperti FlashGet. Baca tulisan saya sebelumnya mengenai download file dari YouTube karena YouTube tidak memberikan fasilitas download. Lihat pula dibagian bawah tulisan ini dimana saya copy link yang masih aktif untuk download langsung dari LiveLeak.com.

Jika anda masih ingin menyimpannya sendiri, silahkan cari lagi di Google, saya lihat banyak situs yang menyediakan file dalam bentuk lain seperti MP4 dll. Masih sangat bertebaran... Ada banyak sekali file film Fitna yang di upload di YouTube, begitu banyak yang ingin sharing film miliknya, baik yang berupa bajakan dari aslinya ataupun versi lain seperti video tanggapan atau video-video nyeleneh lainnya.

Disamping di YouTube, film ini juga di sharing di P2P network seperti Bit Torrent. Ini kabarnya lebih cepat munculnya dibanding di YouTube, tapi saya tidak memeriksanya, mungkin ada rekan lain yang punya info.

Makanya saya heran ketika Menkominfo yang notabene orang pintar ingin menutup YouTube karena tidak menghapus film Fitna disana. Ingat juga bahwa banyak sekali yang mengupload film ini di YouTube, termasuk film-film yang berisi argumen menentang dan mendukungnya. Jadi kalau mau dihapus, dihapus yang mana? Kalaupun dihapus di YouTube, masih banyak sekali sumber lainnya di Internet.

Untuk menemukan file siap download dalam bentuk AVI, MP4 atau FLV memang tidak mudah, beberapa sumber telah menghapusnya dari server mereka.

Mohon maaf saya tidak membahasnya dari sisi religi, namun murni dari sisi teknis sesuai pengetahuan saya yang terbatas ini :-)

Berikut link aktif download dari LiveLeak.com yang sudah saya buktikan sendiri, mudah2an belum mati saat anda baca tulisan ini. Langsung klik kanan saja dan save link.

http://cdn.liveleak.com/16/media16/2008/Mar/27/LiveLeak-dot-com-197196-9896.flv

Baca juga ulasan religiusnya di blog rekan saya Firdaus Noor yang memang lebih kompeten ngomong dari sisi tersebut.

Mengapa saya sharing sumber file ini sementara pemerintah Indonesia sendiri malah mengambil tindakan keras atas YouTube yang menyimpan filenya?

Ada beberapa alasan: (1) Sebagai orang Islam, melihat film ini justru malah membuat diri saya marah, kok enaknya orang mendiskreditkan agama saya seenaknya dan malah mendapat publikasi luar biasa? Apa yang didiskreditkan? Selayaknya lah kita tahu apa isinya... (2) Orang Islam justru harus melihatnya (bagi yang dewasa, karena film ini mengandung banyak gambar kekerasan tanpa sensor), dimana kita bisa melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana ayat-ayat Qur'an dipelintir begitu saja, potongan-potongan berita diedit sedemikian rupa untuk mendapatkan efek bombastis dan efek kebencian kepada Islam... (3) Memang akan sangat kuat pengaruh film ini kepada penonton non-muslim atau muslim yang masih lemah imannya, justru dengan melihat ini saya yakin akan muncul sineas-sineas Islam yang akan memberikan counter film yang lebih bagus daya pikatnya untuk mencintai Islam yang damai...

Sayang film ini dalam bahasa Inggris, mungkin sudah ada yang sukarela menterjemahkannya ke bahasa Indonesia?

Update:
FITNA (part I) by Geert Wilders (English version)
http://uk.youtube.com/watch?v=FRmv6NqOFiw&feature=related
FITNA (part II) by Geert Wilders (English version)
http://uk.youtube.com/watch?v=A_aqMOXpEhM&feature=related

Update:
Perhatian: Menkominfo Mohammad Nuh telah mengirimkan surat resmi kepada segenap pengelola penyelenggara jasa internet untuk memblokir akses ke situs dan blog penyebar film Fitna (Detikinet.com Jumat, 04/04/2008 17:50 WIB). Jika demikian adanya, maka blog saya ini termasuk yang harus diblokir...

Update:
Jika anda masih ingin melihat film Fitna di YouTube.com atau di LiveLeak.com yang sudah diblokir oleh ISP-ISP Indonesia berdasar perintah Menkominfo, maka anda bisa melakukan banyak alternatif, salah satunya dengan menggunakan proxy server di luar negeri.

Jadi anda tidak mengaksesnya melalui jaringan Telkom atau Indosat yang memblokirnya, namun menggunakan titik lain di luar negeri yang disebut proxy. Proxy server ini yang akan mengakses situs-situs terlarang tersebut untuk anda. Jadi anda akan bisa mengaksesnya di situs proxy tersebut. Begitu penjelasan versi awamnya. Untuk versi teknis silahkan cek ke ahlinya.

Silahkan masuk ke salah satu situs proxy yaitu www.proxyofliberty.com. Dari situ anda akan menemukan kolom dimana anda tinggal masukkan alamat youtube.com misalnya, maka walaupun jaringan Speedy anda memblokirnya, anda tetap dapat mengaksesnya via proxy.

Keywords: fitna movie, islam movie, Geert Wilders
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...